Karhutla Tak Kunjung Berhenti, Bukti Penguasa Ingkar Janji

Hot News

Hotline

Karhutla Tak Kunjung Berhenti, Bukti Penguasa Ingkar Janji


Oleh : Anita Sari Wardani, M.Kom*


Dapurpena.com- Calon Presiden incumben, Joko Widodo, mengklaim tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan gambut (karhutla) selama tiga tahun terakhir. Pernyataan yang disampaikan pada debat capres kedua, Minggu (17/2/2019) langsung menuai kritikan. Greenpeace Indonesia menyebutkan kebakaran hutan dan lahan terus terjadi setiap tahun (aceh.tribunnews.com/18/02/2019).

Menurut data dari laman resmi Badan Penanggulangan Bencana (BNPT) selama 2019 tercatat 843 hektar hutan dan lahan di Provinsi Riau dilalap api (www.tribunnews.com/nasional/19/02/2019). Tahun lalu (2018) sepanjang 1 Januari - 25 Agustus, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menemukan 3.758 titik api kebakaran hutan, 765 titik di antaranya berada di lahan konsesi korporasi (tirto.id/26/08/2018).

Janji penguasa bahwa tahun 2016 tidak ada kebakaran hutan dan lahan menjadi janji kosong belaka. (www.republika.co.id/29/08/2016). Ini menjadi bukti, penguasa dengan berbagai program neolibnya gagal mengatasi kebakaran hutan dan lahan gambut yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan menyebabkan polutan berbahaya bagi masyarakat. Tidak sedikit tenaga, perhatian, dan anggaran yang dihabiskan nyatanya tidak menyentuh akar masalah.

Alih-alih menyelesaikan masalah justru pemerintah melakukan dua tindakan berbahaya, yaitu : memfasilitasi kapitalisasi lahan dan hutan gambut berupa pemberian hak konsesi terhadap sejumlah korporasi sawit dan diadopsinya agenda climate change yang memicu konversi lahan gambut menjadi perkebunan penghasil biofuel kelapa sawit menjadi biang petaka karhutla.

Pasalnya, ratusan titik api ditemukan di wilayah konsesi. Ratusan titik api itu berada di lahan yang luasnya ratusan ribu hektar, jauh berbahaya dibandingkan ratusan titik api di lahan milik masyarakat yang tidak sebanding luasnya. Sayangnya, penegakkan hukum terhadap korporasi penyebab karhutla yang merugikan negara trilyunan rupiah tidak membuat jera.

Meski pembukaan lahan sawit kerap menjadi penyebab karhutla namun pemerintah justru memberikan subsidi 7,5 trilyun kepada lima konglomerat sawit, yaitu Wilmar Group, Darmex Agro Group, Musim Mas, First Resources, dan LDC dengan dalil untuk penyediaan Energi Baru Terbarukan (EBT) salah satunya biofuel berbasis sawit sebagai konsekuensi agenda climate change.

Dua tindakan ini, pemberian hak konsesi dan diadopsinya agenda climate change, mencerminkan bahwa penguasa hari ini adalah pelayan korporasi dan kepentingan kafir penjajah. Buah pahit ia hadir sebagai pelaksana sistem kehidupan sekuler khususnya sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi kapitalisme.

Islam memandang bahwa hutan dan lahan gambut memiliki fungsi ekologi penting bagi kehidupan publik. Dalam Islam, hutan dan lahan gambut dikategorikan ke dalam harta umum. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Manusia berserikat dalam tiga hal, yaitu : air, padang rumput, dan api”.(HR. Abu Dawud dan Ahamad).

Penguasa wajib bertanggung jawab secara penuh dalam pengurusan hajat publik. Hal ini telah ditegaskan oleh Rasulullah, “Sesungguhnya seorang penguasa adalah pengurus (urusan rakyatnya) dan bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya” (HR. Muslim). Tanggung jawab ini tidak boleh dialihkan pada pihak lain apalagi korporasi.

Syariat Islam menetapkan dua peran penguasa sebagai raain (pelayan) dan junnah (pelindung).  Penguasa wajib bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan hutan dan lahan gambut sehingga hak setiap individu publik terjamin dalam memperoleh manfaatnya. Selain itu, penguasa wajib menjadi pelindung, khususnya tameng bagi hutan dan lahan gambut yang merupakan harta publik dari agenda hegemoni atas nama climate change.

Hutan dan lahan gambut Indonesia hari ini dikelola dengan sistem dan konsep batil neoliberal sehingga penyelesaian petaka karhutla hanyalah janji kosong. Sebaliknya apabila pengelolaannya menggunakan sistem Islam yang diterapkan oleh Khilafah maka tak hanya petaka karhutla tuntas tapi keberkahan dari hutan dan lahan gambut akan diraih.


*Praktisi Pendidikan di Kediri


Ilustrasi meditationtemptation.tumblr.com

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.