Optimis Indonesia Maju Dengan Penerapan Islam Kaffah

Hot News

Hotline

Optimis Indonesia Maju Dengan Penerapan Islam Kaffah


Oleh: Ema Aji Sulistyani, S.Pd*


Dapurpena.com- Pada perubahan terselip harapan, terlebih perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Termasuk perubahan pada bangsa ini. Menjelang pilpres 2019, baik calon maupun pendukung larut dalam euforia janji-janji dan harapan akan perubahan bagi negeri ini.


Conventin Hal menjadi saksi, Capres Jokowi menutup pidatonya di acara Konvensi Rakyat Optimis Indonesia Maju dengan berapi-api. Jokowi menggaungkan optimisme Indonesia maju.


"Optimis Indonesia berdaulat, optimis sejahtera, Indonesia terjangkau, optimis, optimis setara, optimis kerja. Optimis Indonesia maju. Optimis Indonesia maju. Optimis indonesia maju," kata Jokowi yang disambut meriah pendukungnya. (https://m.detik.com/news/berita/d-4441863/tutup-pidato-jokowi-gaungkan-optimisme-indonesia-maju).


Tak salah memang, selalu optimis Indonesia akan maju. Hanya masalahnya, bagaimana cara memajukan Indonesia. Jika Indonesia masih berkutat pada sistem demokrasi, dan sempitnya nasionalisme, maka dipastikan gemerlap "pesta rakyat" lima tahunan itu tidak akan membawa perubahan yang berarti.


Bagaimana tidak, demokrasi membuat orang menjadi gila jabatan. Rela merebutnya dengan cara hina sekalipun asalkan tercapai ambisinya. Demokrasi membuat pejabat lupa daratan saat berhasil mencapai puncak kekuasaan. Tak peduli lagi pada janji saat berkampanye.Sebaliknya justru sibuk mengoptimalkan kepentingan dirinya atau kelompok/partainya daripada kepentingan umum/rakyat.


Demokrasi pula yang menyuburkan pejabat dan kerabatnya, tapi mengabaikan rakyat kecil. Kasus korupsi semakin menjadi-jadi. Mereka pun menghamburkan uang rakyat untuk  pesta-pesta demokrasi yang sangat mahal. Bahkan pesta demokrasi merupakan pesta termahal dari pesta apapun yang ada di dunia.


Demokrasi mengutamakan hukum manusia daripada hukum Allah. Seolah akal manusia yang lemah dan terbatas mahir dalam menerbitkan aturan kompleks untuk segala persoalan hidup manusia. Namun faktanya, lahirlah kebobrokan demi kebobrokan di semua pilar kehidupan tanpa terkecuali.


Jika benar menginginkan Indonesia maju, menjadi macan dunia. Syaratnya tidak lagi nasionalisme, tapi globalisme. Globalisme harus dg Khilafah Islamiyah, sebagaimana dulu Islam pernah berjaya menguasai 3/4 dunia selama 13 abad lebih.
Khilafah yang Mensejahterakan.


Salah satu bentuk keagungan khilafah yang tidak dimiliki peradaban lainnya adalah kesempurnaan dan jaminan kehidupan terbaik bagi rakyatnya. Sejarah telah membuktikan secara jelas akan hal ini yang bertahan hingga seribu empat ratus tahun lebih yang pada akhirnya diruntuhkan pada 03 Maret 1924 M.


Jaminan kesejahteraan era khilafah dapat terwujud bukan karena kebetulan, namun karena khilafah memiliki seperangkat aturan atau kebijakan . Aturan maupun kebijakan ini bersumber dari Islam. Karena sejatinya khilafah adalah representasi dari penerapan Islam secara menyeluruh dan utuh. Aturan-aturan ini mencakup ranah individu, keluarga, masyarakat dan negara. Sehingga secara sederhana semua keagungan khilafah terwujud karena Islam diterapkan secara penuh.


Beberapa bentuk aturan atau kebijakan dalam khilafah sehingga ada keterjaminan kesejahteraan bagi rakyat antara lain:

Pertama. Khilafah adalah sebuah negara yang Islam diterapkan menetapkan bahwa setiap muslim laki-laki, khususnya kepala rumah tangga memiliki tanggung jawab untuk bekerja guna memberikan nafkah baginya dan bagi keluarga yang menjadi tanggung jawabnya.


Kedua. Islam mengatur ketika masih ada kekurangan atau kemiskinan yang menimpa seseorang, maka tanggung jawab itu menjadi tanggung jawab sosial. Maksudnya keluarga dan tetangga turut dalam membantu mereka yang masih dalam kekurangan dengan berbagai macam aturan Islam seperti zakat, sedekah dan lainnya. Dan hal tersebut diatur kepala negara.


Ketiga. Khilafah melalui pemimpin tertingginya yaitu seorang khalifah adalah pihak yang mendapatkan mandat untuk mengayomi dan menjamin kesejehteraan rakyat. Dia yang akan menerapkan syariah Islam, utamanya dalam urusan pengaturan masyarakat seperti sistem ekonomi dan lainnya.


Dalam sistem ekonomi, Islam memiliki kebijakan dalam mengatur kepemilikan kekayaan negara. Ada kepemilikan individu, umum dan negara yang semua diatur sedemikian rupa untuk kemakmuran rakyat. Pengaturan tersebut kemudian akan masuk dalam Baitul Mal yang menjadi pusat kekayaan khilafah. Arahnya adalah untuk menjamin kehidupan per-individu rakyat agar benar-benar mendapatkan sandang, pangan dan papan. Serta untuk mewujudkan jaminan bagi rakyat dalam bidang pendidikan, kesehatan, keamanan, pertanian, industri, infrastruktur dan lainnya.


Secara rinci akan dijumpai dan merujuk dalam aturan Islam mengenai pengaturan ekonomi dalam negara yang disebut dengan sistem ekonomi Islam. Dan dalam era khilafah dulu ataupun yang akan tegak nantinya, sistem ekonomi Islam menjadi salah satu paket dari sistem lainnya seperti politik-pemerintahan, hukum dan sebagainya yang akan diterapkan secara utuh dan menyeluruh.


Agar Indonesia dengan slogannya gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo tidak hanya berhenti menjadi slogan saja, maka harus segera diwujudkan. Dan Indonesia memiliki potensi untuk mewujudkannya. Negeri mayoritas muslim terbesar, dengan bonus demografi akan menjadi sumber daya bagi negeri.


Sumber daya alam melimpah; tambang emas kualitas terbaik, tambang batu bara, cadangan gas alam, hutan hujan tropis yang terbentang luas, hingga kekayaan bawah laut yang melimpah ruah. Tanah subur dan beraneka ragam populasi tumbuhan dan hewan juga akanmenopang kemandirian pangan jika dikelola dengan baik. Letak strategis Indonesia sebagai poros maritim dunia pun akan menudahkan Indonesia berpengaruh di tingkat dunia.


Potensi tersebut tidak akan mengantarkan Indonesia maju dan sejahtera apabila tetap dikelola dengan sistem buatan manusia Kapitalis sebagaimana hari ini. Hanya dengan keimanan dan ketakwaan yang mendorong manusia tunduk dan patuh menerapkan hukum-hukum Allah SWT dalam mengatur kehidupan dalam naungan khilafah, Indonesia akan sejahtera dan maju menjadi negara adi daya.

Allah SWT berfirman:
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ  مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا  كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-A'raf: Ayat 96)


*Aktifis Muslimah Surabaya


Ilustrasi nafjacoins.com

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.