Bendera Tauhid Kembali Viral

Hot News

Hotline

Bendera Tauhid Kembali Viral

(FOTO/Firanda.com)


Oleh: Erna*

Tepatnya hari Sabtu, 20 Juli 2019 sekolah MAN 1 Sukabumi telah membuat Menteri Agama kebakaran jenggot. Sejumlah siswa-siswi di sekolah tersebut mengibarkan bendera bertuliskan tauhid. 

Bendera itu dibawa siswa dari salah satu kelompok ekstrakulikuler sekolah bernama Karisina dalam rangka promosi kegiatan ekstrakulikuler mereka. Nah, letak kesalahan siswa-siswi itu apa? 
Padahal mengibarkan bendera agamanya sendiri merupakan wujud dari kebanggannya dengan keyakinannya. Namun hal ini justru dijadikan masalah besar. 

Berbeda halnya jika mereka tawuran, pesta miras, atau menganiaya gurunya, hal itu wajar. Bahkan dengar-dengar sampai ada anggota DPR yang juga ikut campur dalam masalah bendera tauhid ini.

Mereka lupa kalau ada masalah yang lebih penting yang harus diurusi seperti tindakan korupsi, para pejabat yang jelas-jelas mendzolimi rakyat, TDL (Tarif Dasar Listrik) naik, kebutuhan pokok naik, hutang negara yang semakin bertambah, SDA (Sumber Daya Alam) yang dikuasai asing, dan sebagainya.

Kenapa tidak mengurusi masalah yang harus diprioritaskan untuk kesejahteraan umat? Hal ini semakin menunjukkan kepada rakyat bagaimana kesesatan cara berfikir rezim sekuler ini. 

Mereka memutar balikkan fakta sesuatu yang biasa menjadi masalah besar. Sebaliknya, masalah yang urgen harusnya disolusikan malah ditutupi yang pada akhirnya tidak jelas ujungnya. 

Pemerintah saat ini menjadikan rakyatnya bingung. Pemerintah yang seharusnya diikuti dan dipercaya rakyat, kini bagaikan harimau kehilangan taringnya. Rakyat banyak yang tidak percaya lagi dengan penguasa.
Sistem buatan manusia tidak bisa dijadikan patokan untuk menjadi solusi terhadap semua permasalahan yang terjadi di dalam hidup ini. Karena ia pragmatis. 

Berbeda dengan sistem Islam dari Allah yang tidak akan bisa ditawar. Tidak hanya  dalam ibadah mahdhah saja tetapi dalam pemerintahan pun Islam mengaturnya.

Jelas mana yang haq dan mana yang batil. Sehingga siapapun yang menduduki jabatan dalam pemerintahan Islam benar-benar amanah karena mereka paham betul konsekuensinya jika melakukan kecurangan. 

Para sahabat saja ketika diamanahi jabatan dalam pemerintahan menolak karena mereka tahu pertanggungjawabannya berat di hadapan Allah nantinya. Sehingga tatkala mereka menerima amanah sebagai penguasa maka mereka benar-benar wara’ (hati-hati).

Seperti sahabat Abdurrahman bin Auf ra yang memberikan seluruh kekayaannya. Juga khalifah Umar bin Khatab ra yang selalu patroli setiap malam untuk melihat kondisi rakyatnya ada yang terdzolimi tidak.
Begitulah perbedaan penguasa pada rezim sekuler dengan sistem Islam. Mari kembali pada sistem Islam yang menjadikan hokum syara’ sebagai standar perbuatan.

*/Penulis adalah Aktivis Dakwah Nganjuk, Jawa Timur

Editor: Wannajmi Aisyi

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.