Guruku di Lingkaran Kapitalisme

Hot News

Hotline

Guruku di Lingkaran Kapitalisme


(Foto/kompasiana.com)




Oleh : Ummu Hanin

Kabar menyedihkan datang dari dunia pendidikan. Nining (44 tahun), seorang guru honorer di SDN Karya Buanan 3 Kecamatan Cigeulis kabupaten Pandeglang Banten, harus tinggal di toilet sekolahnya. 

Nining terpaksa harus tinggal seatap dengan toilet sekolahnya setelah rumah pribadinya yang hanya sekedar bilik roboh. Dan tidak ada biaya untuk membangunnya lagi. 



 
Lebih menyedihkan lagi pendapatan Nining yang hanya 350.000 per bulan sebagai guru honorer dibayar per tiga bulan cairnya. Padahal Nining sudah mengabdi sebagai guru honorer selama 15 tahun. Tetapi, belum juga diangkat menjadi PNS. (Viva.co.id 15/7/2019)

Masih banyak Nining-Nining yang lainnya di negeri ini. Yang sudah puluhan tahun mengabdi sebagai tenaga pendidik, tetapi kehidupannya memprihatinkan. Banyak guru honorer yang mendapatkan gaji tidak layak. Bahkan masih banyak guru honorer yang mendapatkan gaji dibawah 100.000 per bulannya. Tentu saja hal ini tidak sebanding dengan jasanya kepada negeri ini.


Sumber Daya Alam Salah Sasaran

Sungguh menyesakkan dada. Di negeri yang kaya raya ini. Negeri yang sumber daya alamnya melimpah ruah. Penghasil emas terbesar di dunia. Tembaga. Minyak bumi. Batu bara dan masih banyak sumber daya alam lainnya. Tetapi, tidak sanggup menyejahterakan tenaga pendidiknya. 

Hal ini dikarenakan pengelolaan sumber daya alamnya diserahkan ke pihak swasta dan asing. Sehingga kekayaan yang melimpah ruah itu hanya dinikmati oleh segelintir orang saja. Padahal di dalam UUD 1945 sudah dijelaskan bahwa sumber daya alam dikelola negara untuk kemakmuran rakyatnya.

Bunyi pasal 33 UUD 1945 sebagai berikut : ayat (1) berbunyi; Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan, ayat (2); Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara, ayat (3) menyebutkan ; Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


Guru Pilar Pembangunan Bangsa

Seorang guru sangat besar sekali jasanya bagi kemajuan suatu bangsa. Guru adalah pilar pembangunan bangsa. Karena di tangan guru-lah akan lahir generasi-generasi penerus bangsa. Di tangannya pulalah akan lahir tokoh-tokoh/kaum intelektual yang akan menjadi agent of change.

Sejarah pun telah membuktikan bahwa guru menjadi penentu maju atau mundurnya suatu bangsa. Ketika Amerika Serikat dan Sekutunya meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki dengan bom atom, maka yang ditanyakan pertama kali oleh Hirohito yang waktu itu menjadi kaisar Jepang adalah berapa orang guru yang tewas?

Hirohito tidak menanyakan berapa banyak tentaranya yang tewas. Dia sadar bahwa kehilangan guru lebih merugikan dibandingkan kehilangan tentaranya. Ini menjadi bukti bahwa peran guru sangat vital bagi kemajuan bangsa manapun di dunia ini. 

Sejak saat itulah Jepang mulai bangkit dan menata kembali peradabannya dengan memberikan perhatian yang lebih terhadap dunia pendidikan. Hasilnya bisa kita lihat bahwa hingga hari ini negara Sakura tersebut menjadi kekuatan baru yang mampu bersaing dengan negara maju lainnya seperti Amerika Serikat, Jerman, Inggris dan lain sebagainya.


Guru Dalam Pandangan Islam

Di dalam Islam, guru memiliki banyak keutamaan. Seperti menurut sebuah hadis yang menyebutkan, "Sesungguhnya Allah, para malaikat dan semua makhluk yang ada di langit dan di bumi, sampai semut yang ada di liangnya dan juga ikan besar, semuanya bershalawat kepada muallim (orang yang berilmu dan mengajarkannya) yang mengajarkan kebaikan kepada manusia (HR. Tirmidzi).

Oleh karena itu di saat Islam masih berjaya, guru mendapatkan perhatian yang serius dari para khalifah. Seperti contoh pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab ra. Untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi generasi muslim, satu langkah yang diambil Khalifah Umar ialah menetapkan gaji bagi setiap pengajar sebanyak 15 dinar setiap bulan. 

Dinar merupakan mata uang yang terbuat dari bahan logam mulia emas. Satu dinar setara dengan 4,25 gram emas . Mata uang yang terbuat dari emas, sepanjang sejarah, merupakan mata uang yang tahan banting terhadap inflasi.

Gaji pengajar/guru sebanyak 15 dinar merupakan angka yang luar biasa. Laman Wakala Induk Nusantara mencatat bahwa 1 dinar setara dengan Rp 2.258.000,-. Artinya, pada masa khalifah Umar, gaji guru mencapai Rp 33.870.000,-.

Sebagai perbandingan, saat ini gaji guru di negeri kita berada pada kisaran 2 juta. Malah Guru Honorer digaji  300 ribu. Nah, jika dinyatakan dalam dinar, gaji guru sekarang hanya berkisar 1 dinar saja. Ini sama saja menyatakan bahwa gaji guru sekarang hanya 1/15 dari gaji guru pada masa Khalifah Umar.


Islam Solusi Paripurna

Islam hadir tentu tidak hanya sebagai agama ritual dan moral belaka. Islam juga merupakan sistem kehidupan yang mampu memecahkan seluruh problem kehidupan. 

Allah SWT berfirman:

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

"Kami telah menurunkan kepada kamu (Muhammad) al-Quran sebagai penjelasan atas segala sesuatu, petunjuk, rahmat serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri" (TQS an-Nahl [16]: 89).

Menurut aturan Islam, kekayaan alam adalah bagian dari kepemilikan umum. Kepemilikan umum ini wajib dikelola oleh negara. Hasilnya diserahkan untuk kesejahteraan rakyat secara umum. Sebaliknya, haram hukumnya menyerahkan pengelolaan kepemilikan umum kepada individu, swasta apalagi asing.

Dengan sumber daya alam dikelola oleh negara, maka hasil dari sumber daya alam tersebut bisa untuk menyejahterakan masyarakat. Dengan menggratiskan biaya pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum lainnya. Meningkatkan gaji dan tunjangan guru sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan bagi generasi muslim.

Sehingga tidak ada lagi masalah dengan guru honorer yang gajinya minim atau kehidupannya memprihatinkan. Dan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena tidak ada biaya. Karena semua ditanggung oleh negara dengan memanfaatkan hasil dari sumber daya alam yang melimpah di negara ini.

Editor: Wannajmi Aisyi

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.