Jaminan Kesehatan di Dalam Islam

Hot News

Hotline

Jaminan Kesehatan di Dalam Islam

(Foto/https://slideshare.net)


Oleh: Khairun Nikmah, S.Pd

Kesehatan merupakan hak dasar warga negara sehingga harus mendapatkan jaminan sepenuhnya dari negara. Undang Undang Dasar Republik Indonesia (UUD 1945) menjamin bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin,  bertempat tinggal,  dan mendapatkan lingkungan hidup yg baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Badan Jaminan Kesehatan menjadi favorit bagi masyarakat saat mereka sakit dan menjadi harapan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang murah dan mudah diakses bagi siapa pun. Namun sejak berdirinya BPJS sudah memiliki segudang masalah. Saat ini saja diperkirakan defisit mencapai Rp. 32,84 triliun.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris menyampaikan dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (1/11) bahwa masih membahas rencana penerbitan instruksi presiden (inpres) terkait sanksi bagi peserta yang menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Ia melanjutkan pembahasan sedang dilakukan dengan sejumlah kementerian/lembaga (K/L).

"Sedang kami bahas (untuk sanksi). Misalnya, untuk memperpanjang surat izin mengemudi (SIM) nanti syaratnya harus bayar asuransi, lunasi BPJS dulu," ucap Fahmi.

Lebih lanjut Fahmi menyatakan inpres itu nantinya bisa menjadi jaminan bagi BPJS Kesehatan agar peserta yang menunggak tak semakin menggunung setelah pemerintah mengerek iuran bagi peserta mandiri mulai tahun depan. Nantinya, manajemen juga akan menggunakan cara halus kepada peserta yang terdeteksi melakukan penunggakan. (1/11/19, cnnindonesia.com)




Bisa dilihat bahwa iuran peserta adalah salah satu pokok yang sangat penting dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan di negeri ini. Jika seseorang tidak membayar iuran maka terputuslah layanan tersebut. Bahkan peserta bisa dikenai denda. Hal ini seperti asuransi kesehatan.

Negara seharusnya menjadi pelindung bagi rakyatnya, menjamin kebutuhan dasarnya sehingga mereka bisa hidup sejahtera. Sangat disayangkan bila negara mengancam rakyatnya jika mereka tidak mampu membayar iuran BPJS, mereka tidak mendapatkan layanan publik seperti tidak bisa mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Paspor, STNK dan sertifikat tanah.

Bila saja kesehatan bisa diperoleh rakyat secara murah, tentu rakyat tak akan pusing memikirkan biayanya. Dan tidak akan ada yang namanya tunggakan iuran. Rakyat membiayai sendiri kebutuhan dasarnya dalam hal kesehatan. Padahal ada kata “Jaminan” dalam penyelenggaraan kesehatan, namun rasanya kesehatan masyarakat menjadi tidak terjamin, di tengah himpitan hidup yang semakin sulit saat ini.

Jika negara sudah menjamin, seharusnya negara harus mampu melaksanakan peran pentingnya dan bertanggung jawab penuh terhadap segala urusan rakyat.

Hal ini berbeda dengan yang diajarkan Islam yang tidak akan menyerahkan urusan kesehatan pada lembaga asuransi. Lembaga asuransi bertujuan mencetak untung, bukan melayani rakyat.

Islam sebagai agama yang sempurna mengatur segala aspek kehidupan termasuk kesehatan. Islam memandang kesehatan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Di mana mekanisme pemenuhannya adalah langsung dipenuhi oleh negara. Karena negara dalam Islam adalah sebagai pengatur urusan rakyat, dan penguasa sebagai pelaksana negara akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah Swt. atas pelaksanaan pengaturan ini.

"Imam (penguasa) adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya". (HR al–Bukhari)

Karena pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab negara, maka tidak akan diserahkan kepada pihak swasta dalam pelaksanaannya. Kemudian rakyat pun tidak akan diminta sepeser pun uang sebagai iuran kesehatan.

Akan tetapi negara akan mengoptimalkan kekayaan alam yang dimiliki untuk dikelola sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh rakyat, salah satunya untuk pembiayaan kesehatan.

Menjadi kewajiban negara mengadakan rumah sakit, klinik, obat-obatan, dan kebutuhan-kebutuhan kesehatan lainnya yang diperlukan oleh kaum Muslim dalam terapi pengobatan dan berobat.

Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dari Anas ra. bahwa serombongan orang dari Kabilah Urainah masuk Islam.  Lalu mereka jatuh sakit di Madinah.  Rasulullah Saw. selaku Kepala Negara saat itu meminta mereka untuk tinggal di penggembalaan unta zakat yang dikelola Baitul Mal di dekat Quba’.  Mereka dibolehkan minum air susunya sampai sembuh. Semua itu merupakan dalil bahwa pelayanan kesehatan termasuk kebutuhan dasar bagi seluruh rakyat yang wajib disediakan oleh negara secara gratis dan tanpa diskriminasi.

Jaminan kesehatan dalam Islam memiliki tiga ciri khas.
Pertama, berlaku umum tanpa diskriminasi, maksudnya tidak ada sistem kelas dan pembedaan dalam pemberian layanan kesehatan kepada rakyat.
Kedua, bebas biaya, rakyat tidak boleh dikenai pungutan biaya apa pun untuk mendapat pelayanan kesehatan oleh negara.
Ketiga, seluruh rakyat harus diberi kemudahan untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan oleh negara.

Demikianlah pengaturan Islam dalam bidang kesehatan, ini bisa menjadi solusi atas permasalahan pelayanan kesehatan yang terjadi saat ini. Indonesia sebagai negara kaya akan sumber daya alamnya pasti mampu memberikan pelayanan kesehatan dengan optimal dan bahkan gratis. Semoga kita bangsa Indonesia, dalam semua lapisan masyarakat, dapat menikmati impian seperti ini.


Editor: Rosendah Dwi Maulaya

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.