Serangan Fajar Sebelas Duabelas dengan Korupsi

Hot News

Hotline

Serangan Fajar Sebelas Duabelas dengan Korupsi


(Foto/https://kompasiana.com)

Oleh: Kunthi Mandasari*


Publik kembali gempar dengan Operasi Tangkap Tangan uang 8 miliar dikemas rapi dalam amplop, ada yang berisi 20 ribu sampai 50 ribu rupiah. Rencananya uang suap ini akan digunakan Bowo Sidik Pangarso untuk serangan fajar pada Pemilu Serentak 2019.

"Dari fakta hukum yang ada digunakan untuk kepentingan Pileg," kata Juri Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, (tribunnews, 04/04/2019).

Serangan Fajar atau istilahnya money politik merupakan sesuatu yang lumrah. Masyarakat sudah terbiasa menyaksikan pembagian uang menjelang pilihan. Tanpa pikir panjang mereka terima saja. Bahkan tak jarang dari mereka menentukan pilihan berdasarkan siapa yang mampu memberi lebih besar.






Dengan ditangkapnya para politisi sebagai pelaku korupsi, bisa dipastikan mereka tidak jujur memegang amanah selama ini. Lalu kemana janji yang selalu mereka beri? Tentu saja semua hanya tipu daya untuk mengelabui. Agar mereka menang saat pemilihan nanti.

Korupsi tumbuh subur di alam demokrasi adalah fakta. Karena biaya pencalonannya sudah tinggi, mereka harus mencari sponsor pada perusahaan. Maka tidak heran ketika terpilih tidak ada kepentingan rakyat yang diwakili, yang ada kepentingan pemilik modal.

Tak terhitung lagi jumlah koruptor yang telah mendekam di balik jeruji besi. Namun sayangnya tak ada efek jera apalagi tanda-tanda berakhirnya balada para korupsi.

Maka, serangan fajar itu sebelas duabelas dengan korupsi. Sebab kalau orang tidak menduduki amanah jabatan, bukan dikatakan memakan uang rakyat (korupsi) dan tentu saja tidak akan terjadi saling melakukan serangan fajar. Amanah jabatan di sini tentu saja berkaitan dengan hak dan aspirasi rakyat.

Pentingnya penerapan syariat Islam dalam segala aspek kehidupan Muslim termasuk kenegaraan. Sebab dalam sejarah Islam tidak ada yang namanya korupsi dan sangat diharamkan praktek serangan fajar. Hal ini dikarenakan para pemimpin Islam betul-betul mengamalkan dan mencontoh Rasulullah Saw dalam aspek kehidupan dan kenegaraan.

Akankah jejak keserakahan para koruptor di negeri ini terus bertambah? Wallahu 'alam bishowab.


*/Penulis adalah Member Akademi Menulis Kreatif

Editor: Rosendah Dwi Maulaya


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.