Teguran dari Alam

Hot News

Hotline

Teguran dari Alam



(Foto/https://myedisi.com)


Oleh : Eneng Sarah*

Alam semesta ini diciptakan oleh Allah dengan begitu seimbang, yang seringkali membuat takjub  manusia ketika  mengamati dan memikirkan alam semesta ini. Lihatlah bagaimana Allah menggilirkan siang dan malam di setiap harinya,  menggilirkan  musim di setiap tahunnya, menggiring  angin untuk membawa awan hujan di tempat-tempat yang Allah kehendaki sebagai bentuk dari rahmat Allah.

Siapakah yang mampu mencegah terbit dan terbenamnya matahari ? Atau siapakah yang mampu menahan turunnya hujan? Ya, tentu hanya Allah swt, bahkan manusia sejenius apapun tidak akan mampu membuat teknologi yang dapat menggantikan air hujan yang turun itu jika hujan itu Allah tahan.

Akhir-akhir ini alam memperlihatkan ketidakseimbangannya. Salah satunya terjadinya cuaca ekstrim di banyak belahan dunia begitu pula beberapa wilayah di Indonesia. Terlebih sekarang ini beberapa wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Bahkan menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi terdapat beberapa wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami kekeringan.

Berdasarkan hasil monitoring hari tanpa hujan (HTH) terdapat sejumlah daerah di Jawa Barat,  Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jakarta Utara,  Banten, Aceh, Jambi, Lampung, Kallimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan. Bahkan berdasarkan pantauan lapangan terdapat beberapa daerah yang sudah mengalami kekeringan yaitu sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta (sindonews.com).

Dua dusun di kecamatan Cinema Tasikmalaya contohnya. Sudah dua bulan mengalami  kesulitan air bersih, warga harus membeli air bersih untuk kebutuhan minum dan masak (Republika.co.id).    




Di lain tempat ratusan warga  di Kampung Tunggilis Cemplang, Kelurahan Kedunghalang, Bogor Utara sudah lebih dua pekan mengalami kekeringan (Sindonews.com). Di Karawang sebanyak  22.755 warga  merasakan dampak kekeringan (Suara.com).

Musim kemarau yang dirasakan warga di sejumlah daerah yaitu sulitnya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk kehidupan sehari-hari seperti mencuci, mandi , MCK, masak, kebutuhan minum. Bahkan kesulitan ini dirasakan oleh para petani.

Di beberapa daerah, Pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk menanggapi kesulitan yang dirasakan masyarakat yang terkena kekeringan seperti pengiriman air bersih ke daerah yang mengalami kesulitan oleh PDAM, menerjunkan water canon untuk mendistribusikan air bersih, hingga rencana pembangunan penampung air dan perbaikan irigasi sawah untuk mengantisipasi kekeringan .

Upaya tersebut hanyalah solusi dan usaha yang bisa dilakukan oleh manusia yang penuh dengan keterbatasan. Jika seandainnya Allah menghendaki hujan tidak turun dalam jangka waktu lama misalnya dua pekan, 3 bulan, 6 bulan, atau bahkan satu tahun, apa yang akan terjadi ? Mampukah manusia bertahan ? Mampukah kita menghadapinya ? Mampukah manusia yang paling jenius menolak kehendak Allah itu?

Maka sudah sepatutnya kita mawas diri. Menyadari bahwa sesungguhnya kehidupan dan alam semesta ini diciptakan dan diatur oleh Sang Khaliq dan Dialah yang berkehendak untuk mengubah, menghentikan atau bahkan menghancurkannya. Sedangkan manusia tidak kuasa dan tidak berdaya menolak kehendak Allah tersebut.

Begitulah manusia, sesungguhnya kita penuh dengan keterbatasan dan ketidakberdayaan. Maka amat bodoh jika manusia justru malah berperilaku sombong dan congkak.

Berapa banyak manusia yang dengan rakus mengeksploitasi kekayaan alam tanpa memperhatikan kemaslahatan umat, membuat kerusakan di sana sini. Tambang yang terus digali kemudian lubang-lubang bekas galian itu ditinggalkan. Gunung emas yang terus dikeruk yang tadinya menjulang tinggi, sekarang hanya terlihat cekungan-cekungan. Pohon-pohon yang terus ditebang dengan rakus, berlomba-lomba membangun infrastruktur, menara-menara tinggi, mobil-mobil  yang berbagai model tanpa memperhatikan lahan yang mereka ambil sewenang-wenang dari warga.

Polusi yang dihasilkan, belum lagi kemaksiatan yang terus dilakukan (contohnya LGBT yang jelas haram malah didukung oleh beberapa pihak), ditambah pemimpin-pemimpin yang tidak amanah dalam mengurusi urusan umat yang justru hanya memikirkan kursi, keuntungan dan kepentingannya semata.

Semua itu adalah akibat perbuatan manusia-manusia yang berwatak kapitalis. Dalam benak mereka hanyalah keuntungan semata yang menjadi tolok ukur kehidupan tanpa memperhatikan lagi ayat-ayat Allah.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)" (Q.S Ar rum ayat  41).

Maka, wajar apabila alam menampakkan kemarahannya. Oleh karena itu, perlu direnungkan oleh bangsa kita. Jika hari ini hujan lama tidak turun yang kemudian menyebabkan kekeringan, apakah dikarenakan terlalu banyaknya kemaksiatan yang sudah kita lakukan? Apakah dikarenakan tidak adanya ketundukan kita pada syari’at Allah?

Lihatlah! Terlalu banyak berlomba-lomba dalam kemaksiatan dan kerakusan. Bukankah  Allah berfirman bahwasannya ‘jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.’ (Q.S Al-A’raf ayat 96).  

Sudah sewajarnya jika musibah yang terjadi menjadi pengingat kita untuk bertobat dan berusaha memperbaiki diri dan masyarakat agar menjadi hamba-hamba Allah yang bertakwa dengan sepenuhnya yaitu tunduk secara total terhadap hukum-hukum Allah.

"Mohonlah ampun kepada tuhanmu lalu bertaubatlah. Niscaya dia menurunkan hujan sangat deras atasmu, dan dia akan menambah kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa,"(Q.S. Hud ayat 11). Wallahu'alam bis shawab

*/Penulis adalah  Mahasiswi UNJ

Editor: Wannajmi Aisyi

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.