Terkikisnya Naluri Ibu

Hot News

Hotline

Terkikisnya Naluri Ibu


(Foto/https://megapolitan.okezone.com)

Oleh: Rasmawati Asri*

Seorang ibu NP (21) menggelonggong anaknya ZNL (2.5) dengan air galon hingga tewas. NP mengaku menyiksa anaknya lantaran stres diancam akan diceraikan oleh sang suami.
“Istrinya stress diancam diceraikan apabila anaknya ini dalam kondisi kurus tidak bisa gemuk,” kata Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Irwandhy Idrus kepada wartawan di kantornya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (25/10/2019).

Seorang anak suci tak berdosa harus berakhir secara tragis. Tak terbayangkan bagaimana penderitaan yang dialaminya, dan menjadi penyesalan luar biasa bagi sang ibu. Sebuah kejadian yang sangat memprihatinkan. Seorang ibu ternyata tega mengakhiri hidup anaknya sendiri.

Depresi yang dialami sang ibu membuat penyesalan yang amat besar. Sampai melakukan sebuah cara yang kasar. Nasi sudah jadi bubur, sang anak telah bersemayam di alam sana.



Bukan hanya pada kasus ini, masih banyak kasus yang sama juga terjadi  seperti halnya di atas. Banyak faktor yang membuat sang ibu depresi. Diantaranya lelah fisik, kondisi keluarga dan lingkungan, serta kondisi ekonomi yang kian mencekik. Di mana dalam pemenuhan kebutuhan tidak mudah rupiah didapat.

Tak sedikit tenaga yang dikeluarkan oleh sang ibu. Wajar bila terjadi kelelahan, yang menimbulkan rasa penat baik siang maupun malam hari. Seorang ibu bekerja 24 jam tanpa henti, tanpa dibayar, dan tanpa keluh kesah. Wajarlah bila ibu sangat dimuliakan dan diberikan posisi yang tinggi.

Sebagaimana hadist nabi:
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Ekonomi yang kian hari tidak baik-baik aja membuat salah satu penyebab depresinya seorang ibu. Mulai dari biaya hidup yang kian mahal dan biaya-biaya pokok yang melambung tinggi. Di sisi lain tidak adanya peran negara dalam pemenuhan kebutuhan pokok pada setiap rakyatnya.

Berbeda dengan Islam. Islam mensejahterakan setiap rakyatnya. Semua kebutuhan hidup dipenuhi oleh negara. Sejarah Islam mencatat rakyat hidup makmur dalam naungan negara Islam selama kurang lebih tiga belas abad.  Wallahu'alam.

*/Penulis adalah Mahasiswa STEI

Editor: Rosendah Dwi Maulaya

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.