Cap Radikalisme Itu Berujung Islamophobia

Hot News

Hotline

Cap Radikalisme Itu Berujung Islamophobia


(Foto/https://poliklitik.com)


Oleh: Renny Marito Harahap,S.Pd


Phobia adalah ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu. Phobia bisa terhadap apa saja. Gelap, ketinggian, bahkan hal-hal yang lazimnya disukai oleh kebanyakan orang seperti buah-buahan tertentu, binatang tertentu, dan lain sebagainya. Jika kata Phobia disandingkan dengan Islam, maka biasa disebut Islamophobia. 

Islamophobia adalah ketakutan berlebihan yang tidak memiliki dasar berpikir kuat tentang Islam. Prasangka-prasangka buruk yang terus ditanamkan kepada seseorang bahwa Islam adalah agama kekerasan, kebencian, egois dan membatasi pemeluknya dengan aturan-aturan ketat. Tidak ada kebebasan di dalamnya yang berujung pada persepsi bahwa Islam itu ekstrim, kuno,dan lain-lain.

Tidak berhenti disini, Baratpun menggelontorkan stigma bahwa Islam adalah agama perusak dan penuh dengan kekerasan. Identik dengan terorisme. Umat Islam dijauhkan dari agamanya, malu dengan identitas muslimnya. Masyarakat tidak mengenal Islam dengan pemahaman yang benar. Jadilah Islamophobia. Isu radikalisme terus diopinikan.

Islam radikal, pemberian stigma bukan hal baru. Ini seringkali disematkan kepada orang-orang yang berpegang teguh pada Islam. Islamphobia di negeri muslim terbesar ini adalah upaya membendung bangkitnya kesadaran islam pada umat. Lantas bagaimana dengan UU terorisme di tanah air? Tentu akan berdampak pada pendiskreditan terhadap agenda dakwah islam dan juga ajaran islam. 

Umat Islam kini dalam keadaan terpuruk. Mereka asing terhadap agamanya, tsaqofah yang kurang dan kemunduran dalam berpikir juga tidak adanya kesadaran berpolitik yang benar. Rasulullah Saw sudah mewanti-wanti sejak lama. Dalam hadits beliau:
بدأ الإسلام غريباً وسيعود غريباً كما بدأ فطوبى للغرباء
Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing” (HR Muslim)






Islamphobia terhadap Islam dengan tuduhan radikalisme mulai ditujukan kepada kelompok Islam yang dianggap intoleran seperti menolak pemimpin kafir, dan kepada kelompok yang memperjuangkan syariat Islam. Padahal penerapan syari'at Islam wajib hukumnya bagi setiap Muslim.

Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 120, yg artinya "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka, katakanlah sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yg benar dan jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu".

Islam menjadi tuduhan radikal, padahal Islam diturunkan sebagai solusi dari seluruh problematika umat. Baik muslim maupun non muslim. Sudah seharusnya umat ini sadar bahwa penghinaan dan pelecehan mereka terhadap Islam telah ditampakkan secara nyata dan umat Islam telah hilang kehormatannya sebagai umat yang mulia.

Umat Islam kini bagai buih di lautan yang sudah terpecah berkeping-keping kehilangan perlindungan dan kekuasaan. Dan seperti hadits Rasulullah Saw, umat Islam di akhir zaman itu hanyalah buih di lautan. Lemah dan kalah.

Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).

Cap radikalisme telah mengubah pandangan dan pemikiran orang-orang, bahkan oleh umat Islam sendiri hingga berujung Islamophobia. Hanya dengan pemerintahan sistem Islam seperti masa Rasul dan sahabat yang dapat menyatukan, menjaga dan melindungi umat ini. Wallohu a'lam.


Editor: Tiara Cassandra


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.