Gaung LGBT Umat Nabi Luth as Terhadap Generasi Muda Milenial

Hot News

Hotline

Gaung LGBT Umat Nabi Luth as Terhadap Generasi Muda Milenial


(Foto/https://annasindonesia.com)

Oleh : Eneng Sarah*


Semakin hari kita terus dikejutkan dengan berbagai peristiwa yang memilukan. Ada saja berita tentang pembunuhan, pelecehan, hingga kekerasan seksual. Dan parahnya hal itu terjadi dalam lingkup keluarga, ada ayah bunuh istri, anak bunuh ayah, anak dihamili oleh ayahnya, saudara laki-laki menikahi saudara perempuan kandungnya sendiri, dan banyak sekali berita yang amat tak pantas untuk didengar. Di dalam suasana kehidupan yang kacau ini, diperparah juga dengan terus saja bergaung penuntutan pengakuan dan  hak-hak bagi mereka yang menyebut dirinya kelompok yang memiliki kelainan orientasi gender (gender orientation disorder) yaitu para pengikut kaum Nabi Luth.

Sebetulnya propaganda untuk menggaungkan LGBT sudah sejak lama dilakukan hingga pada tahun 2008 lalu PBB secara resmi mengakui hak-hak mereka melalui UN Declaration on Sexual Orientation and Gender Identity. Langkah selanjutnya, negara-negara di Eropa secara bertahap mulai melegalkan pernikahan sejenis ini. Hingga tahun 2015, Amerika Serikat sebagai negara adidaya melegalkan pernikahan sejenis hingga semakin menguatkan eksitensi mereka secara global.

Propaganda LGBT ini tidak hanya dilakukan melalui jalur politik dan kebijakan, namun juga melalui tontonan. Jika sejak lama Hollywood memproduksi film-film yang jelas-jelas bertema LGBT atau film yang sengaja disusupi ide LGBT, maka di Indonesia sendiri terdapat film yang berjudul kucumbu tubuh indahku karya Garin Nugroho yang sempat rilis bulan April. Walaupun pernah menjadi kontroversi di masyarakat namun film tersebut menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang tidak diterima masyarakat karena orientasi gendernya yang kemudian memilih menjadi penari. Dan tetap saja, masyarakat tidak dapat menerima dirinya (m.cnnindonesia.com). Itu hanya satu contoh dari banyak film yang berusaha mengopinikan pada masyarakat bahwa perlakuan penolakan pada kaum LGBT adalah sebuah diskriminasi dan kesalahan.





Tidak hanya pada tontonan dewasa, mereka juga melakukan propaganda pada film anak-anak seperti Beauty and The Beast, Frozen, Finding Dory, Power Rangers, dan sebagainya (okezone.com). Tidak berhenti di situ, mereka juga menyusupi buku bacaan anak seperti buku yang berjudul Balita Langsung Lancar Membaca terbitan Widyatama tahun 2010 yang memuat tulisan "Oppa Bisa Jadi Waria" atau "Ada Waria Suka Wanita" yang kemudian dilaporkan ke KPAI (theAsianParent.com). 

Banyak pula buku anak-anak yang dijual bebas secara online yang memuat LGBT seperti buku yang berjudul Baby's First Word  karya Christiane Engel. Di cover bukunya bergambar dua pria yang tampak mesra memeluk anak yang memegang boneka. Ada juga buku berjudul I am Jazz yang mengisahkan seorang advokat transgender remaja yang semulanya dia adalah seorang pria biasa kemudian bertransgender menjadi perempuan (cirebon.tribunnews.com).

Belum lagi public figur Hollywood yang secara sengaja memperlihatkan pernikahan sejenis dan seolah-olah bahagia dengan anak mereka. Seorang penyanyi terkenal Mark Westlife yang nama aslinya Mark Feehily dengan pasangannya Cailean O’Neil yang juga laki-laki memperlihatkan kebahagiaan ketika anak mereka lahir dari seorang ibu yang sudah melakukan perjanjian surogasi dengan mereka.

Ada lagi aktor Neil Patrick Harris dengan David Burtka yang melakukan surogasi sehingga mereka mendapatkan anak kembar. Perjanjian surogasi ini adalah perjanjian yang dilakukan oleh para pasangan sejenis dengan seorang ibu untuk akhirnya mereka mendapatkan anak (tempo.com).

Propaganda melalui public figur ini mencoba memperlihatkan pada masyarakat bahwa seolah-olah pernikahan sejenis juga dapat bahagia bersama pasangan dan anak-anak mereka. Bahkan menggambarkan  seolah-olah lebih bahagia dari pernikahan normal.

Kontroversi yang terjadi ditengah masyarakat yang mereka inginkan. Diiringi dengan geliat media yang mengatakan bahwa masih terdapat homophobia, intoleransi dan diskriminasi pada orang-orang yang memiliki kelainan orientasi gender. Mereka menciptakan keragu-raguan ditengah masyarakat dan mencoba mengkaburkan pemikiran umum masyarakat terhadap LGBT yang jelas-jelas haram. Bahkan mencoba membuat teori-teori yang membenarkan dan seolah-olah kondisi mereka adalah alami. Seperti teori adanya kelainan kromosom yang menyebabkan terlahirnya orang yang memiliki kelainan orintasi gender ini.

Mereka juga berusaha mentafsirkan ayat Al Qur’an secara serampangan dan berusaha membenarkan perilaku menjijikan mereka. Padahal sudah amat jelas bahwa perbuatan kaum Nabi Luth adalah haram yang amat dibenci Allah. Bahkan dikatakan sebagai perbuatan fahisyah (menjijikan/hina).

Firman Allah dalam Al A’raf ayat 80 "Dan kami juga telah mengutus Nabi Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan (fahisyah) yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?”.

Dengan jelas Allah gambarkan mereka sebagai orang-orang yang melampaui batas dalam ayat selanjutnya ayat 81 "Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita. Bahkan kalian ini adalah kaum yang melampaui batas".

Sudah sepatutnya gaung LGBT ini menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah agar propaganda busuk ini bisa dihentikan. Namun, rasa-rasanya agama sudah dipisahkan dari kehidupan kita. Yang senantiasa ada adalah ajakan menuju sekularisme, memisahkan agama dari kehidupan.

Kita lihat bersama, Islam digambarkan hanya sebatas melaksanakan ibadah sedangkan aturan kehidupan di aspek lain dibuat bersumber hanya dari akal manusia dan kebenarannya bebas ditafsirkan sendiri. Sehingga mereka berusaha mengopinikan bahwa penolakan pada LGBT adalah orang-orang yang pemikirannya masih tertutup dan tradisional serta tidak memahami makna toleransi.

Propaganda ini adalah menyesatkan dan merusak masyarakat. Selain itu, kekuatan global barat dalam sistem kapitalis terus saja memberikan ruang dan songkongan dana untuk propaganda busuk ini. Mereka mengaburkan umat dari halal-haram diganti asas manfaat. Benar-salah berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah digeser menjadi berdasarkan nilai-nilai budaya, adat istiadat lokal, dan kesepakatan global. 

Sudah saatnya umat bangun dan kembali lagi kepada identitasnya sebagai Muslim. Tapi, hal ini tidak cukup hanya dengan memperbaiki individu dan keluarga semata. Perlu adanya upaya bersama untuk kehidupan umum masyarakat yang kian rusak.

Ketika pemimpin sudah jauh menyimpang dari syari’at Allah bahkan ikut-ikutan dengan melegalkan dan membiarkan maksiat terjadi di negeri ini, maka kita sebagai rakyat harus bersama untuk kebaikan dan kesejateraan umat sesuai dengan tuntunan dan kaidah Islam. Pemerintahlah yang sebenarnya paling berkewajiban dan efektif untuk menyadarkan masyarakat untuk  tidak mengerjakan perbuatan yang Allah haramkan, menghukum mereka yang mencoba melakukan perbuatan maksiat tersebut dan mencegah propaganda-propaganda busuk yang dapat mengotori pemikiran dan perasaan umat-dalam hal ini seperti propaganda yang dilakukan oleh kaum  LGBT. Wallahu'alam bishowab.


*/Penulis adalah Aktivis Dakwah Kampus

Editor : Tiara Cassandra


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.