Kelakuan Kaum Nabi Luth yang Menggegerkan Dunia Inggris

Hot News

Hotline

Kelakuan Kaum Nabi Luth yang Menggegerkan Dunia Inggris

(Foto/https//surabaya.tribunnews.com)



Oleh : Layli Hawa*



Beberapa waktu lalu, dunia digemparkan dengan sosok mahasiswa doktoral Inggris asal Indonesia. Reynard Tambos Maruli Tua Sinaga, begitulah nama lengkapnya. Seorang mahasiswa Program Doktor di Unversity of Leeds di kota Leed Inggris yang merupakan warga negara Indonesia telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Manchester.

Reynard diduga melakukan pemerkosaan terhadap 48 pria Inggris dalam kurun waktu dua setengah tahun, mulai 01 Januari 2015 - 02 Juni 2017.  Pengadilan Manchester membagi kasus ini ke dalam empat fase dengan 159 tuduhan, 136 kasus pemerkosaan, 14 kasus penyerangan seksual, 8 kasus percobaan perkosaan, dan satu kasus lainnya.

Indonesia sendiri di tahun 2017, insiden penggerebekan terhadap 141 pria homoseksual di ruko yang diduga sebagai lokasi pesta seks gay di Kelapa Gading, Jakarta Utara pun menjadi sorotan dunia. Pada awal Mei 2017, masyarakat Surabaya juga dikejutkan dengan pesta gay yang diduga dilakukan di dua kamar di Hotel Oval Surabaya.

Pesta seks gay di Ruang 203 dan 314 itu digerebek jajaran unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, Minggu 30 April 2017. Tidak hanya itu, bahkan dari hasil tes ditemukan fakta mengejutkan. Di mana 5 dari 14 orang peserta pesta seks gay itu positif mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV).  Nauzubillahi min dzalik.

Kasus LGBT semakin merebak, dari suka sesama jenis hingga predator anak mengintai lingkungan sekitar bak virus yang tak bisa dihentikan. Mereka tak malu-malu lagi menampakkan diri melakukan tindak seksual sejenis secara publik. Seolah perbuatan mereka ingin diakui keberadaannya ditengah masyarakat.

Ditengah perbincangan dunia soal LGBT  yang kian merambah, Mahkamah Kontitusi (MK) meminta DPR menggodok apakah lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) bisa masuk delik pidana atau tidak. Dan ternyata dalam draft RUU KUHP terbaru, LGBT tidak masuk delik pidana."Kalau sesama jenis suka sama suka, tidak kena pidana," kata pakar hukum pidana Prof Hibnu Nugroho saat berbincang dengan detikcom, Jumat (30/8/2019).




Sungguh miris, melihat kondisi umat Islam yang semakin bebas dalam bertingkah laku dan keluar dari fitrah nya sebagai seorang manusia. Juga para pemilik gelar tinggi membela perbuatan bejat mereka dengan dalih Hak Asasi Manusia (HAM).

Allah Ta’ala telah mengharamkan perbuatan sodomi ini di dalam Al Qur’an dan As-Sunnah, oleh karena itulah, para ulama bersepakat (Al-Ijma’) atas keharaman sodomi ini, sebagaimana hal ini disebutkan oleh Ibnu Qudamah rahimahullah, “keharaman berarti sesuatu yang mutlak Allah subhanahu wata'ala larang terhadap manusia tanpa terkecuali. Keharaman itu pula yang menjadikan Allah dan Rasul mencela perbuatan tersebut”.

Maka, Allah Ta’ala juga berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-A’raaf ayat 80.
"Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” [Al-A’raaf: 80].

Allah Ta’ala kemudian melanjutkannya, "Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas. "[Al-A’raaf: 81].

Islam adalah agama yang mampu menyelesaikan segala problematika manusia secara kompleks. Dalam hal LGBT ini, terdapat dua hukuman yang pasti didapatkan oleh pelaku maupun objek seksual.

Pertama, mereka mendapatkan laknat

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Allah melaknat manusia yang melakukan perbuatan homo seperti kaum Luth… Allah melaknat manusia yang melakukan perbuatan homo seperti kaum Luth… 3 kali." (HR. Ahmad 2915 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Kedua, dihukum bunuh, baik yang jadi subjek maupun objek

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa menjumpai orang yang melakukan perbuatan homo seperti kelakuan kaum Luth maka bunuhlah pelaku dan objeknya!” (HR. Ahmad 2784, Abu Daud 4462, dan disahihkan al-Albani).

Namun, nyatanya kini pelaku LGBT semakin merebak dan meluas menjangkiti satu persatu manusia dikarenakan tidak ada aturan dan sanksi yang mengatur. Justru perbuatan dan para pelakunya dilindungi dibawah dekapan HAM. Dan semakin mendekati klimaksnya jika RUU-PKS disahkan sebagai aturan yang berlaku.

Maka tidak ada jalan yang Allah ridhoi selain Islam, yang mengatur fitrah manusia dalam membentuk kepribadian individu yang tunduk terhadap hukum Allah. Sudah sepantasnya manusia kembali kepada Allah. Hidup ini terlalu singkat untuk melakukan hal terlarang seperti itu. Wallahu a'lam bishawab.



*/Penulis adalah Aktivis Dakwah, Pemerhati Sosial

Editor : Indah Nurul Kamilia

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.