La Tahzan! Dosa Sepenuh Bumi, Allah Ampuni

Hot News

Hotline

La Tahzan! Dosa Sepenuh Bumi, Allah Ampuni


(Foto/https://jambi.tribunnews.com)


Oleh : Ummu Adzkiyaa


Terkadang masa lalu kita adalah sesuatu yang gelap. Dosa dan maksiat selalu saja dilakukan hingga menghadirkan murka Allah Subhanahu Wa Ta’alaTapi, kita tidak boleh tenggelam pada masa lalu yang gelap itu. Kita harus memandang masa depan yang jauh, kita harus melihat bahwa masa lalu itu harus segera dikubur dengan berbagai macam kebaikan yang ada seperti pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن
“Bertakwalah kepada Allah di manapun anda berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik” (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987, ia berkata: ‘hadits ini hasan shahih).

Inilah pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya yang memiliki dosa di masa lalu untuk memanfaatkan sisa hidupnya dalam kebaikan. Kita tidak boleh larut dengan masa lalu. Namun, kita hadirkan diri kita di masa ini, di masa sisa waktu hidup kita dengan mengerjakan berbagai kebaikan.

Dalam catatan sejarah, hal ini pula yang dilakukan oleh mantan perampok di zaman Tabiut-tabi’in yang bernama Fudhail bin Iyadh. Ia seorang perampok yang keberadaannya sangat ditakuti oleh masyarakat Arab waktu itu. Suatu hari, seorang yang takut kepadanya membaca Al-Qur’an untuk memohon perlindungan. Tak disangka, bacaan Qur’an itu menyentuh hatinya dan memberinya hidayah.






Tahun demi tahun berlalu, Fudhail berubah menjadi seorang yang ahli ibadah dan kerap didatangi oleh orang-orang yang membutuhkan nasehat darinya. Suatu hari, beliau bertemu dengan seorang yang sudah lanjut usia dan terjadilah dialog antara Fudhail dan orang tersebut. Orang itu bertanya : ”Bagaimana caranya agar saya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di akhirat nanti?” Maka Fudhail mengeluarkan kalimat yang luar biasa. Kalimatnya adalah “Perbaikilah apa yang tersisa dan Allah akan ampuni apa yang telah lalu. Kalau kau tidak baik pada apa yang tersisa, maka Allah akan hukum pada apa yang berlalu dan apa yang tersisa.”

Jadi, yang sudah berlalu biarlah berlalu. Allah sudah tutup aib hambaNya dan kita sebagai hambaNya memohon agar Allah senantiasa menutup aib kita di dunia dan di akhirat. Ya, Fudhail juga berpesan “Memperbaiki di jalan Allah tidak sepatutnya menceritakan kembali dosa-dosa kita yang telah lalu sebagaimana Allah telah menutupi aib kita”.

Hal ini sebagaimana yang dituturkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits berikut ini,
عن سالم بن عبد اللّه قال: سمعت أبا هريرة يقول سمعت رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم- يقول: كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه
Dari Salim bin Abdullah, dia berkata, Aku mendengar Abu Hurairah radhiyallahu’ anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.”[H.R. Bukhari (6069) dalam kitab Fathul Bari dan lafadz ini milik Bukhari, dan riwayat Muslim (2990)]


Dari hadits di atas, hal yang perlu diperhatikan adalah jangan menceritakan dosa diri sendiri kepada orang lain. Jangan dengan bangga menceritakannya kepada orang lain. Karena jika telah kita ceritakan dosa itu kepada orang lain, kita masuk kepada kelompok yang disebut oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam sebagai Al-mujahiruun. Yaitu orang-orang yang melakukan dosa di kesendiriannya kemudian Allah menutupinya. Aibnya telah ditutup oleh-Nya ternyata dirinya sendiri yang membuka dosa itu kepada orang lain. Orang seperti itu yang Nabi shallallahu alaihi wasallam sebut tidak akan pernah mencium baunya surga. Padahal aroma surga dapat tercium dari sekian tahun perjalanan.

Setiap orang yang hendak bertobat dan memperbaiki diri (hijrah), hidupnya seringkali dibayang-bayang dengan dosa masa lalu dan khawatir dosa itu tidak diampuni. Padahal, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa hambaNya yang senantiasa meminta ampunan dan bertobat. Tidak terkecuali para pendosa yang melakukan kesalahan besar di masa lalunya.

Kita perlu ingat bagaimana Allah Maha Pengampun seperti yang termaktub dalam Quran Surah Az-zumar ayat 53.
 قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: "Wahai hamba-hamba Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang


Selain ayat di atas, Allah ‘Azza wa Jalla pun berfirman dalam sebuah Hadis Qudsi,
 عن أنس رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول – قال الله تعالى : يا بن ادم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان ولا أبالي , يا بن ادم لو بلغت ذنوبك عنان السماء ثم استغفرتني غفرت لك , يا بن ادم إنك لو أتيتني بقراب الأرض خطايا ثم لقيتني لا تشرك بي شيئاً لأتيتك بقرابها مغفرة – رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi Wa sallam bersabda: “Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam, selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai anak Adam, walaupun dosamu setinggi langit, bila engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu. Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukanku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberi ampunan sepenuh bumi pula”[H.R. Tirmidzi, Hadis hasan sahih]

Jadi, saudaraku. Jangan pernah ragu ketika ingin memperbaiki diri. Atas setiap dosa yang dilakukan masa lalu, akan ada ampunan Allah seluas langit dan bumi asal kita benar-benar bertobat dan tidak mengulanginya lagi. Mari kita juga memperbanyak doa sebagaimana yang diajarkan Nabi Adam AS ketika beliau bertobat atas kesalahannya hingga keluar dari Surga.

Dan doa Nabi Adam. Doa tersebut termaktub dalam Alquran Surat Al A'raf ayat 23.
رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
" Rabbanaa zholamnaa anfusanaa Wa illam tagfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.”
" Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
Wallahu a’lam.

Editor : Tiara Cassandra

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.