Menanti Kelahiran Generasi Penakluk Kota Roma

Hot News

Hotline

Menanti Kelahiran Generasi Penakluk Kota Roma

(Ilustrasi/disain-www.dapurpena.com)


Oleh: Ummu Shaqila


Gaung pembebasan Konstatinopel dan Roma mulai menggema sejak Nabi Muhammad Saw mengabarkan berita gembira kepada umat islam, berita itu berisi tentang penaklukan dua kota tersebut. Salah seorang sahabat nabi, Abu Qubail bercerita ketika sedang bersama dengan Abdullah bin Amr bin Al Ash, dia ditanya “kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu, Konstatinopel atau Roma?” Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya, kemudian dia mengeluarkan kitab, lalu ia bertanya kepada Rasulullah ketika ia sedang menulis di sekitar Rasulullah,”Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dahulu, Konstatinopel ataukah Roma?” Nabi menjawab, “kota Heraklius dibuka lebih dahulu, yaitu Konstatinopel."

Keyakinan terhadap janji-janji nabi menjadi motivasi yang tinggi bagi kaum muslim untuk merealisasikannya. Sebab, seluruh janji nabi itu pasti benar karena merupakan wahyu ilahi. Sejarah mencatat bahwa upaya serius penaklukan Konstatinopel telah berlangsung sejak masa Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan (668-669M). Perjuangan berikutnya terus diwarisi oleh Daulah Abbasyah, namun mengalami kegagalan. Usaha membebaskan Konstatinopel pun tetap diteruskan oleh kerajaan-kerajaan kecil di Asia timur, terutama kerajaan Saljuk sampai ke generasi Daulah Turki Utsmaniyah. Hingga setelah delapan abad berlalu, Allah mengabulkan impian umat islam melalui kepemimpinan Sultan Muhammad Al Fatih yang berhasil membebaskan Konstatinopel pada 20 Jumadil ula 857 H (29 Mei 1453).






Al Fatih merupakan pemimpin ke tujuh dari Daulah Utsmaniyah. Sejarah menceritakan bahwa beliau adalah seorang pemuda yang sholih, dia tidak pernah meninggalkan kewajibannya dan senantiasa memperbanyak amalan sunah. Setelah diangkat menjadi raja, Al Fatih langsung melanjutkan tradisi para pendahulunya untuk terjun langsung dalam penaklukan Konstatinopel.

Selain mengerahkan pasukannya yang saat itu berjumlah sekitar 250.000 personel, Al Fatih juga memperkuat pelatihan pasukan dengan berbagai seni tempur dan ketangkasan bersenjata, juga menanamkan nilai-nilai tauhid dan keislaman yang tinggi. Sehingga, pasukannya benar-benar memiliki ruh jihad yang kuat.

Setelah penaklukan Konstatinopel, saat ini kita tengah menantikan terwujudnya kembali janji Nabi mengenai penaklukan kota Roma. Sebagaimana yang telah diriwayatkan dalam hadis, Rasulullah tidak secara tegas menyebutkan kapan pembebasan Roma terjadi dan siapa pemimpinnya, seperti halnya pada pembebasan Konstatinopel. Akan tetapi, yang pasti adalah pembebasan Roma tidak akan terjadi sebelum umat islam mempunyai kekuatan yang sangat besar. Hal tersebut hanya akan terwujud dalam sebuah negara super power yang benar-benar menggunakan syariat Islam dalam pengamalan kehidupan sehari-hari mereka. Semoga janji Nabi ini lahir dari kalangan mereka.

Negara dengan sistem Islam sempurna akan mengkondisikan setiap generasi muslim menjadi generasi yang tangguh. Generasi cemerlang yang memurnikan kataatannya hanya kepada Allah Swt dan yang senantiasa  menghiasi kehidupannya dengan jihad serta daqwah. Sehingga akan mampu mewujudkan janji nabi, sebagaimana Muhammad Al Fatih yang membebaskan Konstatinopel itu.



Editor: Muh Fahrurozi

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.