Radikal dan Islam Moderat Hanyalah Istilah Politik

Hot News

Hotline

Radikal dan Islam Moderat Hanyalah Istilah Politik

(Foto/https//victorynews.id)


Oleh Andi Qurratu Aini*


Kata “Radikal” belakangan ini telah menjadi istilah yang laku dijual-belikan oleh rezim penguasa saat ini. Tidak main-main, mereka menggunakan istilah ini sebagai senjata untuk menghasut dan menyesatkan umat dari kesadaran dan pemahaman yang mafhum lagi benar. Sungguh ini logika sederhana yang sebenarnya sangat mudah kita baca.

Ditambah dengan kehadiran arus modernisasi yang cukup gencar saat ini, telah memasuki tiap sudut kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan umat islam. Bahkan tidak sedikit umat islam sendiri yang terbawa-bawa oleh arus ini, mereka menganggap islam hari ini tidak mengikuti trend dan perkembangan zaman yang saat ini identik dengan sesuatu yang canggih, glow, maju, bertekhnologi tinggi, dan tidak kuno atau tidak ketinggalan zaman.

Sehingga untuk keluar dari kekangan agama yang seperti itu, akhirnya mereka mulai melirik istilah baru buatan pabrik rezim, yaitu ISLAM MODERAT yang sebenarnya mengada-ada dan menyesatkan, yang pada akhirnya umat yang berpikiran pendek menjadi budak dari kemoderatan ini.

Misi utama kelompok islam moderat ini adalah membedah dan merombak kembali tafsir Al-Quran sesuai dengan keinginan mereka yang sebelumnya tidak pernah satu umat sekalipun melakukannya. Hal ini sangat dikhawatirkan sebab ketika kita sebagai seorang muslim, pada umumnya, ingin mencari hukum dalam Al-Quran, tentu yang dijadikan rujukan adalah tafsir-tafsir Quran itu sendiri. Sehingga, penggunaan tafsir moderat dikhawatirkan akan malah membuat makna ayat melenceng dari makna ayat yang sebenarnya.





Bukan lagi rahasia umum, penafsiran moderat ayat-ayat Quran hari ini tidak jauh-jauh dari unsur kepentingan politik. Sehingga umat yang menolak misi mereka dicap dengan topeng radikal. Tujuannya dengan alasan untuk menghapus paham-paham radikal. Sebenarnya bukan paham radikal, namun lebih tepatnya paham yang tidak sesuai dengan islam moderat yang mereka gaungkan yang tentunya tidak jauh-jauh dari unsur kepentingan politik itu.

Mereka hendak menyesatkan umat dengan memodernisasi hukum Allah, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, menjauhkan manusia dari kebenaran, bahkan merasa benar daripada Allah dengan mengganti hukum Allah dengan hukumnya sendiri. Berdasarkan hal itu, apakah mereka disebut kafir?

Pada akhirnya inilah dampaknya ketika kita dipimpin oleh orang-orang yang tidak memimpin bersama Allah, mereka ingin menjauhkan kita dari Allah melalui kebijakan-kebijakannya yang tidak menggunakan aturan Allah sebagai rujukan. 



*/Penulis adalah Pelajar 17 tahun

Editor : Muh Fahrurozi

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.