Bismillah (Part 1)

Hot News

Hotline

Bismillah (Part 1)

(Ilustrasi/disain-www.dapurpena.com)


Oleh: Mariyam Sundari


Kumandang adzan terdengar pada sore hari menjelang maghrib. Suaranya bersahut-sahut, bergema terbawa angin sayup-sayup dari kejauhan, merdu ditelinga. Hilir mudik kendaraan bermotor terasa bising. Canda tawa anak-anak memakai gamis, kopyah, dan sarung memenuhi jalanan menyambut seruan adzan berangkat ke mushollah untuk beribadah.

Hampir semua warga Desa Karang Luhur yang letaknya di Daerah Talang Putri Plaju Kota Palembang (Sumatra Selatan), bersiap-siap menuju mushollah untuk melaksanakan sholat. Baik dari anak-anak, bapak/ibu, remaja putra dan putri. Semuanya pergi ke mushollah terdekat, layaknya Kampung Santri.

Mushollah Darul Khasanah dibangun pada tahun 1980-an, tanah wakaf dari Yai’ Bakri (kakek pribumi seorang tabib yang disegani). Juru kunci kampung dan mushollah. Ia wafat sekitar tahun 1990-an pada usia sekitar umur 90 tahunan. Kemudian diteruskan oleh anak angkatnya, Abah Syam Mubarok (anak semata wayang dari kakanda yai Bakri, Pak Mudri Mubarok) selaku pengurus Mushollah.

Abah Syam Mubarok yang terlihat berwibawa, memakai sarung dan kopyah tersenyum simpul melambaikan tangan mengisyaratkan kepada keenam anaknya yaitu Rohani, Sendi, Sugeng, Cipto, Cundali Mubarok dan Nur mengajak ke Mushollah.

Rohani, Putri Pertama Abah Syam, berumur sekitar tiga puluh lima tahunan (Ibu dari tiga orang putra) Wawan, Mus, dan Syakur.  Yang sangat periang murah senyum segera berwudhu, disusul kedua Adik perempuannya Cundali Mubarok yang terlihat sangat tegar atas segala usahanya, juga adik perempuan bungsunya, Nur yang manja.

Sendi (pekerja keras Rel Kereta), Sugeng (Thabib muda yang dapat mengobati segala macam penyakit atas izin Allah Swt) dan Cipto (Buruh Bangunan). ketiganya sangat cuek sibuk dengan urusan pekerjaannya masing-masing. Emak Rukiyah (Istri Abah Syam) sangat pengatur, suka memaksa, dan sangat pemarah. Tapi cekatan, suka menabung, dan pintar berdagang.

Malam hari Mushollah dihidupkan dengan kegiatan Ikatan Remaja Mushollah (Irma). Pada bulan-bulan tertentu, sering mengadakan kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi Saw, Isra’Mi’raj, diiringi dengan penampilan Qasidah, Nasyid dan Drama Remaja Islami. Sering juga mengadakan lomba anak-anak Islami seperti lomba Adzan, Mewarnai, Kaligrafi, dan Musabaqoh Tilawatil Qur’an. Tidak lupa selalu bertadarrusan pada malam-malam bulan Ramadhan, dan membaca Yasin setiap malam Jum’at setiap Minggunya.


Cundali Mubarok (biasa dipanggil Cucun). Anak gadis Remaja, usia sekitar enam belas tahunan yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas tiga semester akhir. Sebentar lagi ia akan menyelesaikan sekolahnya pada tahun 2006 ini, dan ingin sekali melanjutkan sekolah dibangku perkuliahan. Walaupun saudara kandungnya yang lain tidak ada yang mau melanjutkan sekolahnya sampai jenjang atas. Mereka lebih memilih bekerja daripada sekolah tinggi. Tapi tekat Cucun untuk melanjutkan Sekolah tetap kuat dan merasa yakin, pasti bisa. dan bercita-cita, ingin membahagiakan kedua orang tuanya.

Pepatah mengatakan, “Banyak jalan menuju Roma”, “Man jadda... wa jadaa.” Kata-kata inilah yang menjadi motivasi (motto) tujuan hidup Cucun yang kini terpatri dalam hatinya, serta yakin akan ada pertolongan Allah Swt buat hamba-hambanya yang bersungguh-sungguh mencari jalan petunjuk-Nya.

Keluarga yang sederhana, kehidupannya, “Makan gak makan asal kumpul.” Kata-kata ini yang sering Emak Rukiyah katakan untuk menghibur anak-anaknya dari kesedihan dan kesusahan. Cucun tetap bahagia, dan bersyukur kepada Allah Swt Mempunyai keluarga yang utuh.

Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah...” Terucap dari bibir Cucun yang selalu basah tenggelam dalam dzikirnya.Canda tawa anak Remaja terdengar dijalan, Cucun bersama Teman-temannya Eka, Karmila, Desi, Febri, Eris dan Rima. Baru pulang dari Mushollah.

“Bismillah”
“Tok..tok..tok..!” (Suara Cucun mengetuk pintu rumahnya).
“Assallamualaikum..., Abah, Emak Cucun pulang.”
“Wa’alaikummussalam...” Jawab Abah Syam
“Ada kegiatan apa di Mushollah nak?” Abah Syam bertanya
“Irma Ba.” Jawab Cucun singkat, sambil mencium tangan Abah Syam
“Emak kemana Ba?” Cucun balik bertanya
“Entahlah, sejak Abah pulang dari Mushollah sudah tidak ada.” Jawab Abah sambil duduk dikursi menikmati kopi dan pisang goreng hangatnya.

Cucun mencari Emak Rukiyah, ternyata sedang tidur dikamar belakang, yang letaknya tidak jauh dari kamarnya dan menyelimutinya serta mencium keningnya dan berdo’a, “Allahummargfirliy wali walidayya warhamhumma Kama robbayya nishho ghiroo...” Sambil mengusapkan kedua tangannya kemuka dan berucap “Amiin...

Malam-malam yang sunyi dingin menusuk Qalbu, air wudhu membasahi muka Cucun yang tampak anggun dan berseri, menghadap Allah Swt dalam sholatnya, tidak henti-hentinya ia bermunajat penuh harap terkabul segala do’a. “Bismillah... Subhanallah... Alhamdulillah... Walaillahailallahuwallahuakbar...” Tidak henti-hentinya bibir yang selalu basah dalam dzikir, mengharap ridho Illahi.

“Bismillah”
Al-qur’an yang selalu dibaca setiap fajar menjelang Subuh. Membaca Surat Yasin dihari Jum’at, Al-waqi’ah hari Sabtu, Ar-Rahman hari Minggu, Al-Fussilat hari Senin, Ad-Dukhan hari Selasa, As-Sajadah hari Rabu, Al-Mursalaat hari Kamis, dan siang harinya membaca ayat-ayat Al-qur’an Surat yang lainnya dan menghafalnya, serta menghatamkan satu juz setiap hari dalam bulan suci Ramadhan.

“Bismillah”
Kumandang adzan subuh terdengar kembali bersahut-sahutan. “Cun, Cucun bangun sholat subuh.” Suara abah syam memanggil. “Iya Ba...” Jawab Cucun langsung terbangun yang ketiduran di sajadah masih menggunakan mukenahnya. Kemudian beranjak ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan berwudhu lalu sholat.

“Bismillah”
Pagi hari yang indah, Cucun bersiap-siap untuk berangkat kesekolah. “Abah... Emak..., Cucun berangkat kesekolah yaa! Minta doanya, hari ini Cucun ujian akhir semester genap.” Kata Cucun berpamit sambil mencium tangan Abah dan Emak. “Iyaa... hati-hati dijalan yaa nak.” Kata emak yang sedang beres-beres didapur. “Iyaa Emak...” Jawab cucun sambil membawa tas sekolah, langsung bergegas keluar.

Cucun termasuk anak yang pendiam, ramah, suka bergaul dan disenangi banyak teman-temannya, baik disekolah maupun dirumah. Hobinya membaca buku dan jalan-jalan mencari sesuatu yang bermanfaat.

“Bismillah”
Panas terik Matahari selalu terasa pada siang harinya, anak-anak SMA yang baru pulang sekolah mulai memenuhi Pasar Plaju, dimana Pasar tersebut adalah tempat terminal mobil angkot menuju Talang Putri, Kampung Karang Luhur, Desa tempat Cucun tinggal. Dari rumah menuju ke Sekolah Cucun naik mobil angkot dua kali, dari rumah menuju pasar, naik mobil angkot pasar, dari pasar naik mobil merah, angkot umum menuju ke sekolah.

“Bismillah”
Cucun turun dari mobil dari arah pasar menuju rumah yang jaraknya lebih kurang satu kilo dari lorong gapura kerumahnya. Tidak lama Ari (tetangga sebelah rumah) turun dari mobil. Ari satu kelas dengan Cucun pada sekolah yang sama, Sekolah Intelektual terkenal kedisiplinannya. SRIGUNA, yang lokasinya di Jalan. Kapten Abdullah lorong Pegagan, depan Kodam Patrajaya Palembang. Juga berdekatan dengan Sekolah Tekhnik Menengah (STM), Gajah Mada (Gama).

Ari, juga termasuk Remaja yang ingin terus melanjutkan sekolahnya pemuda yang cerdas, sholeh, tidak suka pacaran. Aktif di (PASKIBRA) Pasukan Pengibar Bendera, juga (ROHIS) Organisasi Kerohanian Islam, Sama dengan Cucun dan keduanya juga aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

“Eh.. Cucun, yuk bareng?” Kata Ari akrab. Cucun hanya tersenyum simpul dan melanjutkan perjalanan kerumah bersama. “Oh. Iyaa Cun, setelah selesai sekolah kamu mau melanjutkan sekolah kemana? Gimana kalau kita Kuliah bersama. Aku inginnya di Pusat Ilmu Komputer Manajemen Indonesia (PIKMI), Kuliah Komputer, Daerah Banten Muhammadiyah Palembang. Nanti setelah kuliah kita bisa langsung kerja loh..” Kata Ari meyakinkan.

“PIKMI Kuliahnya murah Cun biaya bisa diangsur ada yang Kuliah satu tahun, Diploma, juga Strata satu Komputer. Gimana mau?” Ari meyakinkan kembali. “Aku memang pingin kuliah Ri, tapi Aku tidak tau mau kuliah dimana. Doakan yaa Ri, mudah-mudahan ada biayanya. Untuk tawaran Sekolah, di PIKMI aku bilang dulu yaa Ri, sama Abah dan Emak, juga aku Istikharahkan dulu Kalau memang cocok juga ada biaya Abah Emak setuju, Aku akan sekolah disitu bareng kamu Ri, Insya Allah.” Jawab Cucun yang berharap bisa kuliah.

“Oke, Kita Sudah sampai Rumah Cun. Aku tunggu kabar selanjutnya yaa...” Kata Ari sambil meneruskan perjalanan. “Oke. Duluan yaa Ri.” Jawab Cucun yang sudah sampai Rumah.

“Bismillah”
“Assalamu’alaikum..., Emak! Cucun pulang.” Kata Cucun sambil membuka pintu, kemudian mencium tangan Emak Rukiyah yang sedang duduk menonton televisi. “Waalaikummusalam... sudah pulang nak?” Jawab Emak yang sedikit mengantuk. “Sudah Mak.” Jawab Cucun Singkat.

“Bismillah”
Sore hari yang cerah matahari tampak redup sedikit mendung, Emak duduk dikursi tamu diruang depan rumahnya. Cucun menghampiri mencium kening Emak dan memijat kedua tangan dan kakinya Emak.

“Emak, Cucun boleh minta sesuatu Mak?” Kata Cucun penuh harap. “Hemmm, apa itu?” Jawab Emak. “Cucun pingin kuliah Mak, boleh?” Tanya Cucun sejenak melepaskan pijatan dan menatap wajah Emak, berharap keinginannya dipenuhi.

“Buat apa kuliah menghabiskan uang, nanti-nantinya juga didapur anak perempuan, orang pintar sudah banyak sekolah tinggi-tinggi nyatanya masih banyak pengangguran, banyak yang tidak kerja setelah Kuliah. Nanti kalo lama-lama kuliah umurnya ua gak laku nikah apalagi anak perempuan. Biaya Kuliah juga mahal. Kita dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi lemah, jangankan kuliah makan saja susah.” Jawab Emak yang sedikit awam.

“Astaghfirullahal'adzim... Emak!” Cucun berfikir sejenak tidak meneruskan kata-katanya dan menghela nafas, juga menghentikan pijatannya. “Cun teruskan pijatannya” kata Emak sambil menepuk bahunya. Cucun tersenyum sambil berdiri kemudian masuk kamar, Tanpa menoleh Ke Emak.

“Anak zaman sekarang kalau keinginannya tidak dipenuhi, bawaannya ngambek melulu!” Kata Emak sambil mengomel geleng-geleng kemudian berdiri menuju dapur. (Bersambung)


(Nantikan kelanjutannya part 2 yang akan datang...!:)



Editor: Ulfiatul Khomariah


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.