Kesejahteraan Rakyat di Dalam Islam

Hot News

Hotline

Kesejahteraan Rakyat di Dalam Islam

(Ilustrasi/disain-www.dapurpena.com)


Oleh: Yuli Mariyam*


Subsidi sejatinya adalah pemberian negara dalam rangka mengurusi permasalahan umat, biasanya diberikan melalui jalur-jalur tertentu agar tiap jiwa bisa merasakan manfaatnya. Namun apa yang terjadi jika bahan pokok penunjang kehidupan rakyat dicabut subsidinya? Hal tersebut terdapat pada rencana pencabutan subsidi pada gas melon pertengahan tahun 2020 nanti, yang sebelumnya dari harga Rp.18.000 menjadi Rp.35.000 per tabungnya.

Gas adalah bahan bakar yang kebutuhannya sangat mendesak, meski ditabung  tertulis hanya untuk rakyat miskin, namun kenyataannya gas melon dipakai hampir oleh setiap kalangan; dari yang kaya, menengah maupun yang miskin.

Dilansir dari Tirto.id (19/1/2020), masyarakat miskin dan pedagang kecil kembali dibuat ketar-ketir oleh pemerintah lantaran subsidi LPG 3kg alias gas melon akan dicabut. Setelah selesai dipusingkan oleh rencana larangan penggunaan minyak goreng curah atas alasan kesehatan dan sertifikasi produk halal buat pedagang kecil, mereka kini belum bisa tidur nyenyak karena berbagai kejutan di awal 2020.






Rakyat semakin dibuat kecewa dengan keputusan pemerintah yang dinilai tidak adil dengan memberikan subsidi pada perusahaan besar, seperti yang dilansir oleh CNN Indonesia (17/1/2020), Sebanyak lima perusahaan sawit berskala besar mendapatkan subsidi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan total mencapai Rp7,5 triliun sepanjang Januari—September 2017. Dengan demikian pemerintah nyata-nyata telah berbuat dzolim kepada rakyat kecil dan hanya memudahkan kepentingan para pemilik modal besar saja. Bahan bakar yang diambil gratis dari perut bumi, diswastanisasi dan dipejualbelikan kepada rakyat.

Bagaimana tawaran Islam terhadap permasalahan seperti ini? Islam menekankan pemerataan untuk kesejahteraan umat. Islam memberikan solusi yang tepat untuk kepemilikan, pengelolaan juga pendistribusian hal yang bersifat vital seperti gas. Negara tidak akan memprivatisasi, karena merupakan kepemilikan umum, maka sumber daya alam berupa gas akan dikelola negara, dan dipergunakan untuk rakyat secara keseluruhan baik oleh yang kaya maupun miskin dengan harga yang terjangkau bahkan gratis. Sebagaimana sabda rasulullah:  "Hendaklah manusia berserikat atas tiga hal, yaitu padang, air dan api." ( HR. Dawud ).

Islam sudah membuktikannnya di dalam kurun waktu 1300 tahun kepemimpinannya atas dunia. Sungguh waktu yang tidak sebentar untuk sebuah rahmat bagi seluruh alam. Dan ini akan terulang lagi ketika Khilafah seperti manhaj kenabian kembali tegak, tsumma takunu khilafatan 'alaa min hajjin nubuwwah. Wallahua'lam bishshawab.



*/Penulis adalah Seorang Pendidik Generasi Tangguh dan Member Akademi Menulis Kreatif

Editor: Muh Fahrurozi

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.