Peran Pemuda Dalam Mewujudkan Indonesia Gemilang

Hot News

Hotline

Peran Pemuda Dalam Mewujudkan Indonesia Gemilang

(Ilustrasi/disain-www.dapurpena.com)


Oleh: Fahrizal Muhamad Ramdan*


Pendahuluan

"Berikan aku 1000 orang tua, Niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan aku 1 Pemuda, Niscaya akan kuguncang Dunia". (Kutipan Ir. Soekarno) yang mana memiliki makna luar biasa dan kita tau itu tertuju kepada kaum para pemuda-pemudi, mereka merupakan tonggak bangsa maupun agama karena mereka adalah salah satu harapan bangsa. Di tangan merekalah terletak baik dan buruknya suatu bangsa. Ketika pemudanya baik, maka baiklah bangsa itu. Dan Sebaliknya, bila pemudanya buruk (berakhlak buruk), maka bangsa itu tinggal menunggu datangnya kehancuran. Sedangkan apabila kita Merujuk kepada “pemuda harapan bangsa”  bukan berarti  kuantitas lebih unggul dari pada kualitas yang mana begitu banyak pemuda-pemudi di era milenial ini masih ada pemuda yang merevitalisasi pemuda lain untuk mewujudkan Indonesia gemilang di masa depan.

”Bukanlah pemuda seseorang yang membanggakan bapaknya. Tetapi, pemuda itu adalah mereka yang menunjukan inilah aku.” (Imam Ali Bin Abu Thalib). Renungkan potongan kalimat ”inilah aku!”. Yang mana kutipan tersebut merujuk kepada pemuda-pemudi yang agar lebih condong untuk mengeksistensikan dirinya dari pada keluarganya yang mana Potongan kalimat tersebut memiliki makna komitmen kuat yang diiringi tindakan untuk berprestasi. Bila kita ketahui bahwa lahirnya suatu peradaban di bumi manapun tidak terlepas dari peran pemudanya. Revolusi industri di Inggris digerakkan oleh pemuda. Pemudanya berpacu dalam teknologi. Mereka di antaranya adalah Alexander Graham Bell, James Watt, dan lain lain sedangkan di Indonesia, perjuangan untuk merebut kemerdekaan hingga pembacaan teks proklamasi juga atas dukungan pemuda. Begitu pula halnya dengan peralihan kekuasaan dari orde lama ke orde baru hingga ke orde reformasi juga digerakkan oleh pemuda, khususnya Mahasiswa.

Pembahasan

Bagaimana dengan kondisi Indonesia saat ini? Baiknya kita amati dulu bangsa ini, maka akan tercermin pemudanya. Negeri kita kaya dengan konflik. Karena setiap waktu selalu saja menambah konflik. Konflik lama belum selesai, yang baru terus berdatangan. Sebut saja terkait kenaikan harga sembako, kekuarangan air bersih, banjir, gempa, tanah longsor, kapal laut tenggelam, pesawat udara terjatuh, DB (Demam Berdarah) berjangkit, AIDS dan HIV, narkoba merajalela serta berbagai konflik lainnya. Yang mana semuanya silih berganti layaknya seperti siklus sehingga para pemuda hanya berdiam di tempat untuk memikirkan konflik tersebut. yang mana mata rantainya belum terputuskan. dan Inilah PR bangsa serta PR kita semua.

Pemuda, pilih gelembung atau gelombang? Kalimat ini merupakan analogi cerdas, sederhana, dan bermakna dalam. Kita tinggal pilih, apakah kita ingin memilih gelembung atau gelombang. Ketika pemuda memilih gelembung, artinya pemuda hanya bisa bergerak di tempat. Gelembung itu ringan, mudah terombang ambing (mengikuti kemana angin itu membawa, itupun hanya angin yang lemah, jika angin yang kuat maka pecahlah dia) dan apabila dia diam maka akan jatuh dan pecah dengan sendirinya. 




 BACA JUGA : Cerbung Bismillah



Pemuda, khususnya mahasiswa hanya mampu aksi demonstrasi. Aksi turun ke jalan-jalan, berorasi hebat di lapangan terbuka, menyuarakan aspirasi rakyat di depan gedung DPR-DPRD. Aksi selesai, buku agenda ditutup. Tidak ditemukan langkah jitu selanjutnya. Itulah gelembung itu, yang hanya bisa bergerak di tempat. Beruntungkah kita memilih menjadi gelembung?

Berbeda halnya ketika pemuda memilih jadi gelombang, aksinya seperti gelombang. Gelombang bersifat dinamis. Ia selalu bergerak ke depan tanpa hentinya dari waktu ke waktu. Ia selalu bersih dan membersihkan. Di dalam gelombang pun tersimpan energi yang luar biasa besar, baik yang tampak tenang gerakannya maupun yang benar-benar mengerikan gerakannya, yang siap menghantam terumbu karang yang menjulang.

Begitupula halnya dengan pemuda. Segala aspirasi yang kita tuntut, aksi turun ke jalan, dan orasi yang ditampilkan merupakan tahap pertama. Kemudian dilanjutkan tahap-tahap berikutnya. Semuanya terencana dengan baik. Yang mana Kita harus memahami akan pesan Imam Ali Bin Thalib berikut: ”Kebenaran yang tidak terorganisir, akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir.” Saatnya pemuda belajar menjadi gelombang.

Tantangan yang dihadapi oleh generasi muda dalam merealisasikan Indonesia gemilang bukan hanya beberapa konflik melainkan moral dan karakter bangsa Indonesia sendiri, yang mana Perkembangan teknologi informasi pada saat ini sangat pesat memungkinkan terjadinya pertukaran informasi tanpa batasan ruang dan waktuYang mana Hal itu dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap perkembangan bangsa Indonesia. Contoh pengaruh positif yang diberikan adalah kemajuan dalam bidang teknologi serta informasi dan ilmu penge tahuan dapat dengan mudah didapatkan. Tetapi, permasalahan yang terjadi adalah tidak semua informasi dari dunia luar tersebut cocok dengan karakter bangsa Indonesia. Pertukaran informasi juga memungkinkan terjadinya pertukaran budaya dari dunia luar dengan budaya Indonesia. Budaya tersebut dapat bersifat membangun atau merusak moral dan karakter bangsa Indonesia. Apabila budaya tersebut rusak, maka identitas sebagai bangsa Indonesia akan hilang dan tergantikan oleh budaya luar.

Serta seyogyanya para pemuda haruslah memiliki jiwa social dengan menyikapi secara bijaksana  karena Kita sebagai agent of change (agen perubahan) yang harus mengetahui masalah-masalah pokok di negeri ini. Kita seharusnya berpikir dan merenungkannya. Kita berjuang untuk mampu memberikan solusi praktis buat bangsa ini. Serta Pemuda harus menyadari bahwa ada empat hal yang harus ada pada diri kita. Keempat hal itu adalah iman, ikhlas, semangat, dan amal. Itulah karakter utama pemuda. Pemuda yang baik selalu mengevaluasi dirinya. Sudahkah kita memiliki iman yang kuat, ikhlas, senantiasa bersemangat, dan melakukan amal kebajikan dalam berbagai aktivitas. Dalam mengintrospeksi diri, kita harus tahu akan hal-hal berikut: Pertama, dasar keimanan pada diri adalah nurani yang menyala. Kedua, dasar keikhlasan adalah hati yang bertakwa. Ketiga, dasar semangat adalah perasaan yang bergelora. Keempat, dasar amal adalah kemauan yang kuat. Introspeksi diri adalah langkah solutif dan prestatif. Orang yang selalu memuhasabah dirinya, maka ia akan mengenal dirinya. Siapa saja yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.

Saatnya yang muda yang memimpin bangsa ini, bukan yang tua. Para bapak-bapak yang sudah tua layak untuk menjadi penasehat yang muda-muda. Mari kita tengok tokoh-tokoh fenomenal dunia ini. Di usia mudalah mereka mengukir persembahan terbaik dalam hidupnya. Usamah Bin Zaid. Di usianya yang menginjak 18 tahun, ia dinobatkan oleh kaum muslimin sebagai Panglima Perang, dalam agenda perang melawan Romawi. Ribuan tentara Islam tunduk dalam perintahnya. Muhammad Al Fatih. Di usia 24 tahun, ribuan kaum muslimin di bawah komandonya mampu merebut Konstantinopel.

Penutup

Pemuda merupakan harapan Negara terlebih agama sesuai hadits nabi yang berbunyi bahwa “pemuda sekarang menentukan pemuda yang akan datang”  yang mana bisa kita ketahui bahwa harapan Negara dan agama kedepan ada pada pemuda saat ini, karena Pemuda adalah pemegang kendali negeri ini untuk ke depannya. Kesetiaannya terhadap negeri ini adalah kebahagian buat segenap komponen bangsa.

Para penyair berpesan, ”Wahai pemuda. Selagi sang surya memancarkan sinarnya di ufuk timur. Singsingkan lengan bajumu. Ambil perahumu. Dayungkan ketengah-tengah lautan. Bila....Patah pendayungmu. Dayungkan tanganmu. Robek layarmu. Buka bajumu, kau ganti layar. Pecah sampanmu. Renangi lautan. Asalkan dapat yang kalian cita-citakan. Yakni, negara yang aman dan makmur dibawah lindungan Allah.”

Kepada segenap pemuda di bumi seantero ini. ”Dari sekarang, tunjukan kiprahmu! Tunggu apalagi? 


Daftar Pustaka
Nastiti,khadijah. 2019 Generasi muda Indonesia menuju Indonesia emas 2045 diakses di www.kompasiana.com

Margosim, Ali. 2007. “Pemuda, pilih gelembung atau gelombang?”, diakses dari www.mahasiswait.blog.undip.ac.id



*/Penulis merupakan Mahasiswa IAIN Kediri dan Ketua Taklim Jurnalistik Pusat

Editor: Ulfiatul Khomariah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.