Rusaknya Generasi Muda Akhir Zaman

Hot News

Hotline

Rusaknya Generasi Muda Akhir Zaman

(Ilustrasi/www.dapurpena.com)


Oleh: Ely Haryanti*


Generasi muda adalah generasi yang memegang peranan penting dalam menentukan masa depan umat ini ke depannya. Oleh karena itu, karakter dan kepribadiannya harus dibina sejak dini agar di masa depan mereka dapat menjadi pribadi yang unggul dan tidak menyimpang dari ajaran hukum maupun ajaran agama Islam.

Seperti halnya di zaman sekarang ini, kebanyakan generasi millenial sudah banyak yang rusak karena teracuni oleh globalisasi sebagai suatu tanda akhir zaman yang mungkin tidak disadari. Banyak di antara mereka yang mengikuti gaya hidup kebarat-baratan sehingga mereka terjerumus ke dalam kemaksiatan. Hidup mereka hanya mengikuti nafsu duniawi semata. Semakin ke sini, generasi muda semakin tergerus dengan perkembangan teknologi yang tidak dapat dihindari.

Bentuk kerusakan yang dapat diamati di sekitar kita yaitu mewabahnya virus gadget. Melalui gadget inilah segala bentuk kemaksiatan dapat dengan mudah merasuki kaum muda. Banyak yang suka menonton video porno, menatap foto yang tidak sopan, menonton tindakan-tindakan kekerasan bahkan kalimat-kalimat negatif yang dapat dilihat kapanpun. Tak dapat dipungkiri bahwa gadget merupakan sesuatu yang paling dekat dengan para remaja melebihi kedekatan dengan orangtua mereka sendiri.

Sebuah contoh dari rusaknya generasi muda yang bermula dari gadget yaitu merebaknya virus pacaran. Di zaman akhir ini, mungkin pacaran sudah dianggap hal yang sangat biasa di kalangan kaum muda. Bekal keimanan yang sangat minimpun menjadi faktor utama dari virus yang satu ini. Sehingga para orangtua seyogyanya mendidik anak-anak mereka dan memberikan bekal ilmu agama yang kuat agar sang buah hati tidak sampai melakukann hal yang namanya pacaran tersebut.




 BACA JUGA : Terowongan Silaturahmi



Melalui media gadget pula, anak muda dapat mudah berkomunikasi dengan lawan jenis melalui media sosial. Mula-mula mereka hanya menjalin pertemanan. Hingga akhirnya karena bujuk rayu setan yang lebih kuat, ujung-ujungnya mereka menjalin hubungan bebas tanpa mengenal batas. Dengan perantara gadget ini mereka dengan leluasa bertatap-tatapan penuh syahwat hingga jarakpun tak menghalangi mereka untuk menjalin hubungan tak terikat agama, melalui video call misalnya.

Telah jelas Allah memerintahkan manusia untuk menjaga pandangan sesuai dengan firman-Nya: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.”(An-Nur:31).

Dapat kita baca bersama bahwa makna dari ayat itu sungguh memberikan tamparan keras bagi kita semua. Sayangnya hal tersebut tak dihiraukan sama sekali oleh para remaja.

Selain dari hal itu, masih banyak contoh-contoh kemaksiatan yang dilakukan anak muda di lingkungan sekitar kita. Contoh sederhananya tatkala menaiki sepeda motor. Lazim kita melihat anak laki-laki berboncengan dengan anak perempuan yang bukan mahramnya.

Sungguh miris sekali melihat fenomena yang sudah menjamur di kalangan masyarakat ini. Mereka merasa biasa-biasa saja dan bahkan merasa nyaman bersentuhan dengan lawan jenis.

Selain itu, ada sebuah hadits yang mengatur permasalahan remaja ini. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR.Thabrani)

Contoh kemaksiatan lainnya. Anak-anak muda yang suka berduaan (definisi berduaan adalah ketika mereka berada di suatu tempat yang pembicaraannya tidak bisa didengar oleh pihak ketiga, termasuk berduaan di kolom chat Line, Whatsapp, dan aplikasi lain). Hadits yang mengatur yaitu : “janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya. Karena sesungguhnya setan adalah orang ketiga diantara mereka berdua kecuali apabila bersama mahramnya.” (HR.Ahmad). Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda : “Sesungguhnya Allah menulis bagian dari perzinaan kepada anak adam. Dia pasti mendapatkan bagian dari perzinaan itu. Zina mata adalah melihat, zina lisan adalah mengatakannya. Sedangkan jiwa berangan-angan dan menginginkannya. Dan kemaluan membenarkan itu semua atau mendustakannya (membuktikannya).” (HR.Bukhari dan Muslim).

Semoga remaja Islam di Indonesia Allah berikan hidayah dan makrifat demi masa depan dunia mereka maupun masa depan akhirat mereka. Wallahu a’lam bish-shawab.



*/Penulis adalah seorang Mahasiswi STKIP PGRI Pacitan

Editor: Ulfiatul Khomariah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.