Saat Engkau Merasa Tiada Harapan

Hot News

Hotline

Saat Engkau Merasa Tiada Harapan

(Ilustrasi/disain-www.dapurpena.com)


Oleh: Ummu Yaya*


Pagi ini saya membaca status teman tentang do'a Nabi Yunus ketika ditelan ikan paus. Cerita ini mengingatkan saya pada satu peristiwa beberapa waktu silam. Sebelumnya, saya menulis ini tidak ada maksud apa-apa, hanya ingin berbagi kisah, semoga dapat diambil ibrohnya.

Beberapa waktu silam, saya mengalami suatu kejadian yang membuat saya merasakan stres setiap hari, bahkan bisa dikatakan hampir gila. Bayangkan saja, ketika  kita menginvestasikan  modal yang dimiliki pada satu usaha, tentunya yang ada dalam bayangan dan harapan kita adalah mendapatkan keuntungan yang besar, seperti itulah yang saya harapan  waktu itu.

Namun apalah daya, harapan tinggal harapan, ternyata usaha itu gatot alias gagal total!! Mendengar berita itu, yang pertama saya tanyakan adalah bagaimana dengan modal yang sudah saya keluarkan? Setidaknya modal saya harus kembali, namun sekali lagi big zonk!

Waktu itu, dunia terasa runtuh. Yang ada dalam pikiran saya adalah bagaimana menjalani hidup  ke depannya, apalagi saya juga harus mengembalikan modal keluarga yang ikut investasi. Sekali lagi DOOR!!!  Bagai ditembak bertubi-tubi.

Dalam keputusasaan karena terus ditagih modal keluarga yang harus saya kembalikan, tak henti saya memohon pertolongan kepada Allah. Saya pasrah, saya tidak tau lagi apa yang harus saya lakukan karena saya sendiri pun sudah tidak ada simpanan karena semua habis diinvestasikan pada usaha itu.

Dalam kepasrahan, setiap malam saya mendekatkan diri kepada Allah. Bermunajat kepada-Nya dan memohon pertolongan-Nya. Pada saat itu, saya teringat satu pesan, jika mengalami satu masalah yang pelik, bacalah do'a dzun nuun. Doa itu saya baca tak putus-putus dalam kepasrahan kepada Allah.




Saya yakin, Allah yang memberi ujian, Allah juga yang akan memberikan jalan keluarnya. Masyaa Allah... Masyaa Allah, di sela kegalauan dan stres memikirkan modal keluarga yang harus saya kembalikan (saat itu, saya sudah tidak memikirkan lagi modal saya yang ludes), Allah menunjukkan kasih sayangnya, Allah berikan jalan keluar yang tidak saya sangka, Alhamdulillah modal keluaraga kembali.

Airmata saya mengalir, mulut saya tak henti bersyukur, atas pertolongan Allah. Allhamdulillah telah Allah tutup aibku, telah Allah hilangkan gundahku. Buat saya, modal sendiri tak kembali biarlah tak apa yang penting modal keluarga kembali. Tak hanya sampai di situ, Allah kembali memberikan hadiah untuk saya, satu berita yang sangat membahagiakan.

Alhamdulillah, ibarat kata jika dulu Allah menguji  dengan menumpahkan semangkuk bakso milik saya, tapi Allah ganti dengan seperangkat  alat masak, daging dan bumbu untuk membuat bakso yang labih banyak lagi, bahkan bisa untuk saya dagangkan. Syukur tak terhingga, maha suci Allah  penolong atas segala masalah, pemberi rizki atas segala kebutuhan, pemberi jalan atas segala  ujian.

Sebagai penutup dari tulisan ini, saya berpesan agar jangan pernah menyerah ketika dihadapkan pada satu masalah yang pelik, yakin Allah yag memberi ujian, Allah juga yang akan memberi jalan keluarnya. Pasrah dan tawakkal, hanya pada-Nya kita mengadu, hanya pada-Nya kita meminta pertolongan. Yakin, Allah tidak akan menguji hambaNya diluar batas kemampuannya.  Sebagaimana firman Allah SWT: "Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: Ayat 87).

Adapun doa Nabi Yunus tersebut diriwiyatakan dalam sebuah hadis: “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin. (Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (H.R. At-Tirmidzi).



*/Penulis adalah Anggota Revowriter Bogor

Editor: Ulfiatul Khomariah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.