Say No To Valentine’s Day

Hot News

Hotline

Say No To Valentine’s Day

(Ilustrasi/disain-www.dapurpena.com)


Oleh : Malinda Arum*


Perayaan Valentine’s day di Indonesia

Perayaan Valentine’s Day di Indonesian cukup meriah. Berbagai tempat berlomba-lomba menyuguhkan suasana seromantis mungkin. General Manager Le Resto Edvi G Ardani menuturkan “perayaan Valentine tahun ini menghadirkan The magic of love celebration yaitu romantic candle light dinner berupa set menu steak dan strawberry”. Sejumlah perayaan juga digelar untuk menyambut hari kasih sayang, di beberapa toko-toko, super market, atau di mall-mall menjual paket-paket hadiah valentine dengan kemasan kemasan yang sangat indah kreatif dengan berbagai variasi harga.

Perayaan Valentine’s day di tinjau dari sudut pandang islam

Dalam agama islam memang disyari’atkan berkasih sayang kepada sesama muslim, namun semuanya berada dalam batas-batas dan ketentuan Allah Swt. Betapa banyak kita dapatkan para pemuda dan pemudi dari kalangan kaum muslimin yang masih jahil (bodoh) tentang permasalahan ini. Lebih parah lagi, ada sebagian orang yang tidak mau peduli  dan hanya menuruti hawa nafsunya. Padahal perayaan hari kasih sayang (Valentine’s Day) haram dari berbagi segi berikut:

a)            Tasyabun dengan orang –orang Kafir

Hari raya seperti, Valentine’s Day merupakan ciri khas, dan manhaj (metode)  orang- orang kafir yang harus dijauhi. Seorang muslim tak boleh menyerupai mereka dalam merayakan hari itu. Ikut merayakan Valentine day termasuk bentuk tasyabuh (penyerupaan) dengan orang orang kafir. Rasulullah Saw bersabda: “ Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kaum tersebut”.Namun kenyataannya, sebagian kaum muslimin berlomba-lomba dan berbangga dengan perayaan Valentain’s Day. Di hari itu, mereka saling berbagi hadiah mulai dari coklat, bunga hingga lebih dari itu kepada pasangannya masing-masing. Padahal perayaan seperti ini tak boleh dirayakan. Kita hanya punya dua hari raya dalam Islam, yaitu Idul Fitri dan idul Adha.

b)            Penghantar Menuju Maksiat

Acara Valentine’s Day menghantarkan seorang kepada bentuk maksiat dan yang paling besarnya adalah bentuk perzinaan. Bukankah momen seperti ini digunakan untuk meluapkan perasaan cinta kepada sang kekasih, baik dengan cara memberikan hadiah, menghabiskan waktu berdua, bahkan terkadang sampai kepada jenjang perzinaan.

Allah Swt berfirman dalam melarang zina dan pengantarnya (seperti : berpacaran, berduaan, berpegangan, berpandangan, dan lainnya),
“Dan janganlah kamu mendekati zina ; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra : 32)”






Rasulullah Saw bersabda,
Jangan sekali-sekali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram”. [ HR. Al-Bukhoriy dalam Shohihnya]”

c)            Menciptakan Hari Raya

Merayakan Valentine’s day berarti menjadikan hari itu sebagai hari raya. Padahal seseorang dalam menetapkan suatu  hari sebagai hari raya, ia membutuhkan dalil dari Al-Quran dan As-Sunnah. Karena menetapkan hari raya yang tidak ada dalilnya merupakan perkara baru yang tercela.

Rasulullah Saw bersabda,
“Barang siapa yang mengerjakan suatu amalan  yang tidak ada tuntutannya dari kami,   maka amalan tersebut tertolak”. [HR. Muslim dalam Sahihnya]”

Sungguh perkara yang menyedihkan, justru perayaan ini sudah menjadi hari yang dinanti- nanti oleh sebagian kaum muslimin terutama kawula muda. Parahnya lagi, perayaan Valentine’s day ini adalah untuk memperingati kematian orang kafir yaitu Santo Valentine. Perkara seperti ini tidak boleh, karena menjadi sebab seorang muslim mencintai orang kafir.

Perilaku Konsumtif dalam Valentine’s day

Dahlan dalam Rosyid (1997), mengatakan bahwa perilaku konsumtif ditandai oleh adanya kehidupan mewah dan berlebihan. Perilaku konsumtif ini adalah sebuah masalah bagi kehidupan masyarakat dan khususnya bagi remaja, karena cenderung para remaja tidak menanamkan sifat untuk hidup hemat, dan sifat produktif, dari hidup berperilaku konsumtif yang berlebihan

Faktor-Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif

Menurut Kotler perilaku konsumtif di pengaruhi beberapa faktor yaitu:

a.            Faktor Budaya

Faktor budaya memiliki pengaruh yang luas dan mendalam terhadap perilaku, antara lain terdiri dari peran budaya, sub budaya, kelas sosial pembeli.

b.            Faktor Sosial

Perilaku seorang konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial antara lain, kelompok acuan, keluarga,status

c.            Faktor Pribadi

Keputusan pembeli juga di pengaruhi oleh karakteristik pribadi, terdiri dari usia, dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan konsep diri.

d.            Faktor Psikologis

Pilihan pembeli dipengaruhi oleh enam faktor psikologis utama yaitu, motivasi, persepsi, pengalaman belajar, konsep diri, kepribadian, sikap, dan keyakinan (agama)

Perayaan Valentine Day menyeret manusia menjadi saudara syaitan.

Allah Swt berfirman: “dan janganlah kamu mengambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara- saudara syaitan” (QS. Al Isra: 26-27)



*/Penulis adalah penyambung lidah lewat tulisan

Editor : Mahesa Ibrahim

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.