Wahai Pemerintah! Jangan Adu Dombakan Agama Dengan Pancasila

Hot News

Hotline

Wahai Pemerintah! Jangan Adu Dombakan Agama Dengan Pancasila

(Ilustrasi/www.dapurpena.com)


Oleh : Faridah Jafar*


Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Menurut Wikipedia, hasil sensus penduduk Indonesia pada tahun 2010, 87.18 % dari 237.641.326 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam. Jumlah Muslim di Indonesia yang besar ini terlihat menjadi sasaran empuk dari ideologi kapitalis sekuler yang terus mengakar dan ditumbuhsuburkan. Terbukti dari banyaknya tokoh maupun penguasa negeri ini yang justru malah alergi dengan setiap aturan yang berbau syariat Islam.

Baru-baru ini jagat perpolitikan, dihebohkan lagi dengan pernyataan Kepala Badan Penguatan Ideologi Pancasila ( BPIP ) Yudian Wahyudi yang baru saja dilantik. Ia menyebutkan bahwa agama musuh besar ideologi negara (pancasila). Kalian tahu? Ada sekelompok minoritas yang mempertentangkan agama dengan pancasila namun mereka mengaku-ngaku berasal dari kalangan mayoritas. Mereka ini yang sebenarnya ingin membenturkan serta melawan pancasila. Ini bahaya dan menjadi peringatan sebab mereka mengatasnamakan Islam sehingga Islam digadang-gadang sebagai musuh bangsa dan sumber kekacauan negeri ini.






Demi Allah, sesungguhnya yang menjadi musuh pancasila itu adalah paham komunis (atheis) yang menganggap agama sebagai candu yang harus disingkirkan dari kehidupan dan liberal yang anti Islam. Sesungguhnya pula, pancasila adalah bagian dari agama dan agama lebih dulu eksis daripada pancasila. Mari kita telusuri bagaimana sejarah negeri ini yang diperjuangkan dengan darah para ulama. Dengan semangat Islam-lah sejatinya negeri ini dapat memerdekakan diri dari belenggu penjajah, bukan pancasila. Pancasila itu lahir setelah negeri ini dimerdekakan oleh para ulama dan mujahid.

Sungguh! Pernyataan Kepala BPIP menunjukkan bahwa sebenarnya ia belum mampu membedakan mana itu agama, pancasila, dan sejarah. Pernyataan yang dilontarkannya itu sangat melecehkan, menimbulkan kegaduhan, dan membuat kisruh hingga dapat memecah belah bangsa ini. Sangat terlihat jelas bahwa pemahaman sekuler dan liberal-lah yang telah mengindikasi semua pemikiran ini.

Hal ini dapat membahayakan agama dan negara. Sebab sosok mantan Rektor IAIN Sunan Kalijaga itu jelas mempertentangkan agama dengan pancasila. Padahal, isi pancasila bersumber dari agama. Maka tidak layak jika kedua hal ini diadudombakan dan dibuat-buat perbedaan sehingga kelihatan seperti saling bertolak belakang.

Selain menganggap agama sebagai musuh ideologi negara, peraturan pun dibuat dengan adanya penceramah dan khatib jumat bersertifikat. Tujuannya supaya ceramah yang disampaikan para khatib sesuai dengan pancasila dan tidak menimbulkan masalah bangsa. Sungguh aneh! Jika ditelaah sebenarnya pernyataan ini lebih spesifik ditunjukkan kepada Islam itu sendiri. Narasi yang digulirkan terus-menerus dengan melabeli dan mengkotak-kotakkan Islam. Kalian sering mendengar? Kata-kataseperti Islam radikal, Islam moderat, dan Islam garis keras, bahkan Islam adalah agama teroris,serta narasi negatif lainnya.

Memasuki usia tujuh puluh lima tahun bangsa ini merdeka, semakin jauh semakin dirasa bukan bertambah baik dan sejahtera. Malah sebaliknya. Luka dan borok semakin menganga. Dari pendidikan, perekonomian, hukum, dan sosial yang kesemuanya itu memperlihatkan dampak buruk sistem sekuler kapitalis yang diterapkan oleh bangsa ini. Kalian tidak sadar? Lihatlah! Sistem kapitalis sekuler merupakan penyebab keterpurukan bangsa.

Pernyataan-pernyataan yang dilontarkan untuk menyudutkan Islam seperti yang dijabarkan sebelumnya menegaskan bahwa rezim sekuler akan selalu menempatkan Islam sebagai musuh dan di saat yang sama akan muncul dorongan dari masyarakat sendiri yang menghendaki Islam sebagai rujukan mencari solusi bangsa. Sebab bukan hanya persoalan bangsa dan negara, tetapi Islam juga mampu menuntaskan segala persoalan baik itu permasalahan individu, masyarakat  maupun bernegara.

Semestinya Muslim menyadari bahwa Islam sebagai dien yang sempurna dan paripurna. Dan Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Jadi, wahai Pemerintah! Tolong jangan adu dombakan sesama rakyat dengan pernyataan-pernyataan kontroversialmu. Sungguh Islam itu indah. Jangan adu dombakan agama dengan pancasila. Sungguh! Agama Islam itu jalan mulia menuju syurga dan pancasila itu jalan mulia perjuangan kemerdekaan Indonesia. Cukuplah usaha sekurisme (pemisahan agama dari kehidupan) yang engkau buat itu. Wallahu alam bish-shawab.



*/Penulis adalah Pemerhati lingkungan dan generasi

Editor: Wannajmi Aisyi

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.