Akibatnya, Penjajahan Terhadap Muslim di Belahan Dunia

Hot News

Hotline

Akibatnya, Penjajahan Terhadap Muslim di Belahan Dunia

(ilustrasi/www.dapurpena.com)

Oleh: Dita Mega*


Penyiksaan dan penindasan seolah tiada akhir. Di Uighur, kaum Muslim minoritas dipaksa murtad. Di Rohingya, kaum Muslim minoritas diusir dari tempat tinggalnya, Di Yaman, kaum Muslim dilanda kelaparan. Di Afrika, kaum Muslim dimusnahkan dengan wabah. Di tanah Syam, selalu dibuat konflik. Kaum muslim dibunuh dan dibantai. Tak jauh berbeda, beberapa waktu lalu di India. Korban berjatuhan, masjid dibakar dan dihancurkan.

Kaum Muslim di negara lain yang mengelu-elu persaudaraan juga tidak bisa menolong dan berbuat apa-apa. Simpati dan empati tidak bisa menyelesaikan masalah mereka. Dengan dalih sekat negara,maka itu menjadi urusan domestik negara masing-masing.

Buka hati dan fikiran! Lihatlah! Imbas dari ketiadaan Kekhalifahan Islam memang tidak bisa terelakkan sampai sekarang. Maraknya perzinahan dan hamil diluar nikah akibat pergaulan bebas dan arus liberalisme. Kehidupan hedonis dan kecintaan pada dunia yang berlebihan, semakin maraknya politik kotor, korupsi, perampokan, pembegalan bahkan pembunuhan.



 BACA JUGA : Sejarah Runtuhnya Khilafah, Awal Runtuhnya Pelindung Umat


Persoalan perempuan dan generasi semakin tak terbendung. Banyak sekali anak yang durhaka pada orang tuanya, karena pola asuh yang salah dan tidak ditanamkan nilai-nilai agama. Tingginya angka perceraian, maraknya pemurtadan, semakin merongrong ketahanan keluarga yang menjadi satu-satunya benteng terakhir.

Ayah kehilangan peran sebagai pemimpin karena tergerus waktunya oleh nafkah. Isu feminisme telah mengguncang para perempuan untuk memperjuangkan kebahagiaan semu dalam kesetaraan gender. Tidak sadar bahwa itulah sebenarnya menjadi kehancuran sebuah keluarga. Merenggut peran mulia wanita sebagai ibu dan pendidik generasi.

Para generasi Muslim juga diaruskan menjadi bermental lemah. Gadget adalah kehidupannya, tapi kehidupan yang real tak mampu dituntaskannya. Penanaman dan praktik Islam semakin lemah. Selalu direkayasa untuk dihancurkan melalui beragam cara. Islamophobia, radikalisme, Islam moderat. Upaya yang menjauhkan sejauh-jauhnya dari Islam kaffah.

Upaya perjuangan Islam oleh pemeluk Islam--sekecil apapun-- akan terus dihalangi bahkan disingkirkan. Oleh karena itu, seluruh kaum Muslim tidak boleh diam. Diam berarti membiarkan kemungkaran. Adalah tanggung jawab seluruh umat, juga mengingatkan Muslimah, para pencetak generasi cemerlang, untuk mengingat peristiwa keruntuhan khilafah tahun 1924.

Dapatkah kita sadari urgensitas keberadaan khilafah merupakan sebuah kewajiban. Bahkan mahkotanya kewajiban. Di atas kewajiban yang lain seperti menerapkan sistem uqubat (sanksi), sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan Islam, sistem pergaulan Islam serta beberapa aturan lainnya. Sebab semua itu tidak bisa terlaksana tanpa adanya institusi yang menerapkannya yaitu Kekhalifahan. Hanya Khilafah Islamiyah.

Banyak hadis Nabi SAW mengabarkan, kekhalifahan Islam seperti pada masa Khulafaur Rasyidin akan kembali tegak sekali lagi. Salah satunya adalah hadis yang menggambarkan bentuk dan tahapan kekuasaan yang akan terjadi sepeninggal beliau sampai hari kiamat secara urut.

Beliau bersabda:
تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ

“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu, datang periode khilafah aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian) selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian, datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya, datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu, akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad; Shahih).

Sistem pemerintahan sosialis di Rusia sudah tumbang. Sistem kapitalispun sudah diambang kehancuran. Hanya sistem Islam yang akan dijanjikan oleh Allah kembali tegak sekali lagi. Kembalinya izzah Islam wal muslimin.

Nah, disinilah peran kita. Bisyarah Rosulullah SAW membakar semangat untuk berjuang menegakkan penerapan Islam kaffah. Mewujudkan rahmat bagi seluruh alam. Maukah menjadi insan mulia dengan memperjuangkannya? Wallahu a'lam bishshowab.



*Penulis adalah Pemerhati Generasi

Editor: Wannajmi Aisyi

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.