Cara Menghidupkan Rasulullah Jadi Idola

Hot News

Hotline

Cara Menghidupkan Rasulullah Jadi Idola

(Ilustrasi/www.dapurpena.com)


Oleh : Ummu Rien-Tine*


Menghadirkan sosok idola pada anak menjadi satu tantangan tersendiri pada era milenial sekarang ini. Budaya pop terus menawarkan sosok-sosok artis idola dan idola fiktif yang tidak layak dijadikan sebagai tauladan. Televisi dan media sosial terus menerus menampilkan kehidupan pribadi artis, dari bangun tidur hingga tidur lagi. Tak mau kalah, idola fiktif pun juga dipasarkan besar-besaran. Misal dijadikan cover buku tulis, tas, dan sarana lainnya. Alhasil, anak-anak sangat mengenal dan mengidolakan hasil rekaan televisi dan media sosial itu.

Anak-anak kita meniru para idola tersebut, mulai dari cara berpakaian, cara makan, cara berjalan, dan semua sisi kehidupan mereka. Jadilah anak-anak kita tumbuh dalam lingkaran krisis keteladanan sosok idola yang patut untuk ditiru. Kalian tahu, di dalam Islam tersebar begitu banyak sosok-sosok inspiratif yang dapat dijadikan tauladan.  Seperti para ilmuwan Muslim, para ulama dari golongan tabi’ tabi’in, para shahabat ra.hum dan tentu saja yang paling utama adalah Muhammad al Amin, Rasululloh yang mulia.

Ah ya, tak kenal maka tentu tak sayang. Untuk menumbuhkan rasa sayang dan menjadikan seseorang sebagai idola, maka harus kenal dekat terlebih dahulu. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita sekarang ini untuk menghidupkan sosok Rasulullah dalam keseharian anak. Dengan cara, rutin mengenalkan sosok pribadi beliau sekalipun telah lama tiada.

Memahamkan Bukti Kebutuhan Manusia Terhadap Nabi dan Rasul

Anak-anak di era milenial adalah anak-anak yang sangat terbuka dan selalu ingin tahu. Mereka tidak akan puas dengan jawaban yang tidak argumentatif. Jadi, sebelum kita mengajarkan kepada mereka agar mencontoh Nabi Muhammad saw, terlebih dahulu harus kita pahamkan keimanan yang mendasar yaitu bukti kebutuhan manusia terhadap para Nabi dan Rasul.






Kita ketahui, beragama adalah suatu hal yang fithr pada diri manusia. Dalam fitrahnya, manusia senantiasa mensucikan Penciptanya. Aktifitas ini disebut sebagai ibadah yang berfungsi sebagai tali penghubung antara manusia dan Pencipta. Apalagi hubungan ini dibiarkan tanpa aturan, maka akan menimbulkan kekacauan ibadah bahkan bisa menyebabkan penyembahan kepada selain Allah. Jadi, harus ada aturan yang benar yang tentunya bukan berasal dari manusia karena manusia itu lemah dan tidak mampu menjangkau Sang Pencipta. Oleh karena itu, aturan ini harus datang dari Pencipta sendiri. Agar aturan ini bisa sampai pada manusia, maka butuh Rasul yang menyampaikannya.   

Bukti kebutuhan lainnya akan Nabi dan Rasul adalah bahwa manusia hidup untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan naluriahnya. Pemenuhan ini membutuhkan aturan agar tidak menyebabkan kesengsaraan manusia. Misal, apakah kelelawar boleh dimakan. Aturan ini tidak boleh dibuat oleh manusia, karena manusia lemah serta tidak bisa mengetahui yang baik dan buruk bagi dirinya. Jika manusia membuat aturan sendiri, pasti akan timbul perselisihan dan perbedaan antar manusia. Oleh karena itu, aturan tersebut harus datang dari Pencipta dan butuh Rasul untuk menyampaikan dan mencontohkan pelaksanaannya.

Dari bukti tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa Rasulullah Muhammad adalah manusia mulia dan terpilih yang diutus Allah kepada manusia. Pahamkan pada anak-anak bahwa kita wajib menjadikan semua ucapan dan perbuatan Rasul sebagai tauladan karena semua ucapan dan perbuatanya adalah syariat.  Dengan melakukannya, kita akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah. Sangat jauh berbeda jika kita meniru dan mengidolakan para artis yang tidak ada nilai pahalanya di sisi Allah.

Cara Menghidupkan Cinta Rasululloh dalam Jiwa Anak

Kita bisa memakai banyak cara/uslub sehingga anak-anak kita akan semakin dekat dengan sosok Rasulullah Muhammad saw. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan.

1.        Dengan bercerita shirah atau sejarah kehidupan beliau

Gambarkan kepada anak-anak bagaimana sosok Muhammad yang sangat mencintai umatnya. Contoh saat Rasulullah berdakwah ke Thoif, beliau diusir dan dianiaya hingga kaki beliau berdarah dan giginya tanggal. Hal ini mengakibatkan malaikat marah dan bersiap mengadzab kaum Thaif jika Muhammad menghendaki. Tapi ternyata Rasulullah tidak mendoakan kebinasaan bagi kaum tersebut, justru beliau mendoakan kebaikan bagi kaum Thaif.

2.      Dengan mengajak bernyanyi lagu-lagu pujian/sholawat untuk beliau

Lagu merupakan salah satu media yang sangat ampuh untuk menggugah perasaan manusia. Lewat lagu, hati akan menjadi tentram dan perasaan pun ikut digiring untuk melakukan apa yang diceritakan dalam lagu tersebut.

3.      Dengan menonton film yang menceritakan tentang Nabi Muhammad sejak lahir sampai wafat beliau

Dengan film, anak akan lebih mudah memahami karena ada visualisasi yang ditampilkan. Saat ini, banyak film-film islami yang bisa kita manfaatkan untuk mengenalkan Rasulullah.

4.      Dengan meng’hidup’kan Rasulullah Muhammad dalam keseharian anak-anak kita

Misal dengan membiasakan bangun pagi atau membiasakan makan dengan cara rasul, membiasakan cerita Nabi Muhammad sebelum tidur, dan sebagainya.  Dengan pembiasaan ini diharapkan akan menjadi habit (cara hidup) anak.

5.      Yang paling utama adalah rutinkan

Misal, membaca cerita 10-15 menit sehari tak mengapa, asal dilakukan rutin setiap harinya. Ibarat air yang kita teteskan setiap hari, insya Allah lama-lama akan terbentuk dalam jiwanya cinta dan sikap mengidolakan sang uswah utama.

6.      Terakhir, pahamkan pada anak bahwa kehidupan kita yang abadi adalah kampung akhirat

Tanamkan dalam hati anak bahwa bukan batman, superman, boboboy ataupun tokoh-tokoh fiktif lainnya yang akan menyelamatkan kita di akhirat, akan tetapi adalah syafaat dari Rasulullah Muhammad saw.

Itulah beberapa cara yang dapat diterapkan untuk buah hati kita. Mari cintai beliau Saw, contohi semua ucapan dan perbuatan beliau, serta laksanakan semua syariat yang dibawa dengan sungguh-sungguh dan penuh kesadaraan. Semoga kelak kita akan bersama beliau di jannah-Nya. Aamiin.



*/Penulis adalah Kepsek HSG Paud Khairu Ummah Bantul

Editor: Wannajmi Aisyi

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.