Demi Jutaan Followers dan Subscribers

Hot News

Hotline

Demi Jutaan Followers dan Subscribers

(ilustrasi-www.dapurpena.com)


Oleh : Rusdah*


Media sosial kini semakin digandrungi anak muda. Mulai dari memuat konten positif hingga konten unfaedah yang menunjukkan betapa bobroknya moral anak bangsa. Salah satu aplikasi yang saat ini sangat digemari adalah tiktok. Berbagai kalangan menggunakan aplikasi tersebut untuk menunjukkan kemampuan mereka seperti berjoget, melakukan drama, bernyanyi, dan kegiatan lainnya. Katanya video dibuat dengan tujuan untuk hiburan semata. Namun, tidak sedikit pula video yang mereka buat melanggar ITE seperti menampilkan video tidak senonoh dan kekerasan tak kasat mata.

Pada bulan Februari lalu, viral sebuah video tiktok dengan latar belakang adanya perbuatan asusila yang dibuat oleh sekelompok anak di bawah umur. Diduga mereka berasal dari daerah Banjarbaru namun video dibuat di wilayah Banjarmasin.

Berdasarkan hasil penyelidikan pihak berwenang, ada delapan remaja yang diamankan. Salah satunya merupakan PSK Online. Semua remaja tersebut dititipkan di sebuah Rumah Singgah Berkarakter Kota Banjarbaru untuk dilakukan pembinaan.




Sungguh miris! Berita di atas bisa saja hanya satu dari sekian banyaknya kasus yang berawal dari ulah anak muda di aplikasi tiktok. Berbagai tingkah aneh mereka lakukan untuk kesenangan semata.

Menurut amatan kita bersama, akibat penyalahgunaan media sosial ini para generasi Muslim, anak-anak dan remaja, melupakan kewajiban mereka di dalam Islam. Seperti sholat, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, hingga bertegur sapa dan menebarkan senyum kepada orang-orang di sekitar.

Kita saksikan, imbas dari media sosial. Banyak dari mereka yang memiliki moral yang buruk, sampai-sampai berani melawan orang tua hingga nekat membunuh orang yang telah berjasa dalam hidupnya secara brutal hanya karena masalah sepele.

Inilah gambaran kecil kondisi anak muda generasi pancasila yang katanya menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman. Banyak dari mereka yang membuang-buang waktu hanya untuk membuat konten tidak bermanfaat dan tidak jarang pula merugikan orang lain. Demi meraih jutaan followers, ketenaran, subscribers, dan puing-puing rupiah, mereka rela menurunkan harga diri dan kehormatannya.

Terasa kental ancaman liberalisme, kian terasa moral generasi muda yang terus tergerus oleh pemikiran Barat yang sejatinya adalah racun bagi kemajuan bangsa. Sejak runtuhnya kenegaraan yang berlandaskan Al-Qur’an dan As Sunnah pada 1924 silam, sistem kapitalisme telah mengibarkan bendera kehancuran ke seluruh penjuru dunia. Pemikiran-pemikiran yang disebarkan oleh kaum kapitalis semakin merasuk ke jiwa umat Muslim dan menjerumuskan mereka ke jurang yang dalam.

Melalui 4F. Food, fun, fashion, dan film. Senjata yang menggairahkan anak-anak muda hingga lupa akan masalah yang menimpa umat. Mereka terlalu asik dengan dunianya. Disibukkan dengan tugas sekolah, ujian, pacaran, hang out, dan rutinitas lainnya.

Sudah tidak peka dengan keadaan saudara-saudaranya yang ada di beberapa belahan dunia. Saudara-saudara yang sedang merasakan kedzaliman rezimnya, ditindas, dipukul, diperkosa, dibunuh, dan perlakukan tidak manusiawi lainnya. Selayaknya anak-anak muda dengan himbauan pemerintah agar dapat bahu membahu menjadikan sebagai fokus utama, dan bukan sibuk dengan membuat konten unfaedah.

Islam datang sebagai rahmatan lil ‘alamin dengan seperangkat aturan sempurna bagi seluruh umat hingga akhir zaman. Allah SWT telah memberikan pedoman hidup yang lengkap, mulai dari bangun tidur hingga bangun negara serta dari masuk kamar mandi hingga masuk surga. Namun, manusia saat ini banyak yang sombong dan tidak mau belajar Islam lebih dalam lagi. Alih-alih belajar Islam, justru membenci dan menistakan agama yang mulia ini. Paham liberalisme dan sekulerisme bukanlah berasal dari Islam, sehingga wajar membawa keburukan bagi manusia. Lantas, kerusakan seperti apa lagi yang perlu ditampakkan Allah SWT agar manusia mau beriman dan mengambil aturan kehidupan dari Al Qur’an dan As Sunah?



*Penulis adalah Aktivis Dakwah dan Pemerhati Remaja

Editor: Wannajmi Aisyi

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.