Kami Ketakutan, Di Mana Pemimpin Negeri?

Hot News

Hotline

Kami Ketakutan, Di Mana Pemimpin Negeri?

(ilustrasi-www.dapurpena.com)


Oleh Lilis Suryani


Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di pelosok daerah. Masyarakat di sekitar saya tinggal biasanya tidak begitu peduli pada arus informasi, baik itu sosial maupun politik. Namun, berbeda dengan kali ini. Kejadian luar biasa menarik perhatian hampir setiap orang di daerah kami. Bagaimana tidak. Virus Corona yang sudah menjadi pandemik seperti bisa menginfeksi kami kapan saja. Kami ketakutan, mendengar total orang yang terinfeksi virus Corona di Indonesia hingga data terakhir disebutkan mencapai 369 orang lebih. Data tersebut merupakan akumulasi perhitungan sejak pukul 12.00 wib, Kamis19 Maret 2020 hingga pukul 12.00 wib, Jumat 20 Maret 2020.

Beberapa pihak menilai pemerintah lambat dalam menanggulangi penyebaran wabah mematikan yang dikenal dengan sebutan covid-19 ini. Bahkan di awal-awal hebohnya wabah ini, pemerintah seakan menutup-nutupi fakta tentang covid-19 yang sudah mulai ada di Indonesia. Otoritas Kesehatan Indonesia membanggakan nihilnya kasus Corona, di saat beberapa negara tetangga terdekat sudah mengumumkan adanya beberapa kasus positif Corona. Hingga saat inipun belum ada skenario penanganan pandemi dari pemerintah pusat. Bahkan ketika publik memunculkan wacana untuk menutup kota-kota yang sudah terjangkit virus, pemerintah masih mengatakan belum perlu.






Tidak jelasnya sikap pemerintah menjadi polemik bagi kami, khususnya yang tinggal di daerah. Kami merasa waswas dan ketakutan serta berusaha mencegah agar tidak terinfeksi virus sekemampuan kami sendiri. Kami mengisolasi keluarga dan memenuhi kebutuhan pokok masing-masing. Lalu, dimana peran negara yang seharusnya hadir mengurusi rakyatnya? Bukankah negara menjamin rasa aman dan hak untuk hidup bagi tiap-tiap warga negaranya? Sepertinya, memang tidak ada harapan bagi kami, rakyat kecil ini. Pemerintah lebih mengedepankan manfaat serta untung rugi, serta bermain-main dengan rakyatnya.

Hanya Allah tempat kami berharap. Bukan pemerintah! Akan tetapi, kalau bukan kepada pemimpin yang telah kami pilih dan terpilih itu, siapa lagi yang mau melihat kami? Pemimpin negara tetangga, jelas tidak mungkin. Semua negara sibuk mengurusi rakyatnya sendiri.

Duhai, Pemimpin! Bukankah kewajiban kalian untuk memperhatikan kami? Melindungi kami? Menyelamatkan sisa nyawa kami? Ingatlah! Apa yang kalian lakukan kepada kami, sungguh Dia akan meminta pertanggungjawaban kalian. Sungguh kami merindukan pemimpin yang adil dan bertanggungjawab. Yang sigap dengan urusan nyawa bukan hanya uang.

Oh, Allah! Selamatkanlah iman kami dan nyawa kami. Sungguh pasukan Corona-Mu semakin memperlihatkan siapa sesungguhnya pemimpin kami. Siapa sesungguhnya jati pemimpin negeri ini. Berikanlah kekuatan dan keselamatan menghadapi perang Corona ini. Kami, rakyat kecil, meminta Engkau turunkan keberkahan dari langit dan bumi kepada semua warga negara Indonesia, di dalam dan di luar negara. Serta jadikan pemimpin kami peduli kepada kami, ridha kepada kami, sehingga tidak menelantarkan kami seperti ini.




Editor: Wannajmi Aisyi


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.