Muslim India Ditindas Karena Keislamannya?

Hot News

Hotline

Muslim India Ditindas Karena Keislamannya?

(ilustrasi-www.dapurpena.com)

Oleh: Yurike Prastika*


Kaum Muslim kini kembali berduka. Pasalnya, beberapa waktu terjadi kerusuhan yang menimpa Muslim India. Menurut laporan Aljazeera, kerusuhan banyak terjadi di daerah yang mayoritas dihuni penduduk muslim, di timur laut Delhi, sejak pecah pada Minggu (23/2/2020). Kerusuhan itu dipicu UU Kewarganegaraan kontroversial, Citizenship Amendment Bill (CAB) yang disahkan oleh pemerintah pada 11 Desember 2019. UU Amandemen Kewarganegaraan disebut sebagai UU Anti Muslim. Para kritikus melihat bahwa UU ini merupakan bagian dari supremasi Hindu yang didorong oleh pemerintahan Perdana Menteri, Narendra Modi, sejak ia berkuasa selama 6 tahun. Salah satu isi dari UU ini memberikan kewarganegaraan kepada minoritas agama, sementara Muslim tidak. Tercatat, jumlah korban tewas di kerusuhan India masih bertambah walau kerusuhan sudah mereda.

Masalah ini ternyata meluas ke berbagai daerah di India dan meningkat sehari setelah seorang pemimpin nasionalis Hindu, Partai Bharatiya Janata (BJP), mengancam umat Islam yang memblokir jalan dalam protes damai akan dikenai pidana akibat hukum kewarganegaraan. Dan tak lama setelah itu, dikabarkan segerombolan beragama Hindu membawa senjata api, bom bensin, dan batang besi juga merampok, menyerang orang yang lewat dan membakar properti yang mereka curigai sebagai milik orang Muslim India. Saksi Abul Kalam (60) mengatakan para perusuh itu meminta kartu identitas. Bila Muslim, maka dipukul dan mendapat kekerasan lainnya.






Ah, lihatlah dan bacalah kabar-kabar di berbagai media. Seperti India The Wire memberitakan, segerombolan orang berparade di sekitar masjid di Ashok Nagar yang terbakar. Terdengar teriakan-teriakan seperti ‘Jai Shri Ram’ yang berarti kemenangan untuk Dewa Rama dan ‘Hindoun Hindustan’ yang artinya tanah untuk para Hindu. Terlihat seorang dari gerombolan massa tersebut memanjat menara masjid dengan bendera India dan Hanuman di tangannya.

Bagaimana Sikap Ormas Islam dan Penguasa Muslim di Indonesia

Merespon tragedi itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyambangi Kedutaan Besar India di Jakarta. Mereka ingin meminta penjelasan kronologi peristiwa sebenarnya. Masduki Baidlowi, Wakil Sekjen PBNU mengatakan bentuk silaturahmi antara PBNU dan Kedubes India untuk mencari tahu duduk soal dan perkembangan terakhir.

Menteri Agama Fachrul Razi juga meminta agar seluruh tokoh dan umat beragama di Indonesia dapat menahan diri dan tak bersikap emosional menyikapi insiden bentrok antara umat Hindu dan Muslim di India beberapa hari terakhir ini.

Sungguh aneh. Padahal jelas dengan adanya kebijakan UU CAB serta fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa kaum Muslim India diserang karena identitas kemuslimannya. Sedangkan ormas-ormas Islam dan penguasa negara Muslim seperti Indonesia malah bersikap basa-basi. Sepertinya rekomendasi dalam kerangka diplomasi Barat  jauh dari  menunjukkan sikap pembelaan utuh terhadap sesama muslim. Seharusnya pemimpin Indonesia memberikan kecaman keras terhadap apa yang dilakukan terhadap Muslim di India sana dan membantu menyuarakan hak-hak Muslim serta memberikan jaminan keamanan.

Jika penguasa-penguasa Muslim pun tidak menunjukkan kepeduliannya, lalu kepada siapa lagi umat Islam mencari pembelaan? Maka memang sudah jelas saat ini umat Islam membutuhkan perisai yang melindungi dan memberikan jaminan keamanan. Perisai itu tidak lain adalah pemerintahan Islam secara kaffah. Wallahu a’lam bishowwab.



*/Penulis adalah Aktivis Malang Raya

Editor : Wannajmi Aisyi

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.