Penculikan Anak Imbas Dari Menurunnya Keamanan Negara

Hot News

Hotline

Penculikan Anak Imbas Dari Menurunnya Keamanan Negara

(Ilustrasi/www.dapurpena.com)


Oleh: Kunthi Mandasari


Kabar penculikan anak sepekan terakhir ini telah menghebohkan Kabupaten Gresik. Meskipun dari kabar yang beredar disebutkan bahwa pelaku penculikan selalu gagal melakukan aksinya. Terbaru, berdasarkan penelusuran klikjatim.com, kabar penculikan anak menghebohkan warga di Gresik Selatan, khususnya di Kecamatan Cerme, Benjeng, dan Balongpanggang. Kabar tersebut selalu mewarnai beberapa grup di sosial media. Seperti kabar penculikan di Desa Dooro dan Desa Dadapkuning Kecamatan Cerme. Rabu (12/02/2020) sore warga dihebohkan dengan berita adanya penculik yang gagal membawa pergi korbannya. Bahkan, berita itu disertai foto dan keterangan kejadian.

Untuk menindak lanjuti tentang adanya isu penculikan anak, di daerah Gresik Selatan, diadakan Road Show tatap muka bersama warga dari beberapa desa oleh Kepolisian Resort Gresik. 86news.co memberitakan, road show yang diikuti oleh warga Desa Cerme, Benjeng, Balongpanggang, Menganti, itu bertempat di Balai Desa Dooro Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik pada Kamis (13/02/2020) sekitar pukul 19.30 wib. Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo memastikan kabar tentang penculikan anak yang akhir-akhir ini ramai di media sosial, seperti facebook maupun grup-grup whatsapp (WA) adalah hoaks alias berita bohong. Hal itu disampaikan langsung saat bertemu warga Desa Dooro, Kecamatan Cerme, pada saat road show.






Diketahui bahwa desa setempat merupakan salah satu desa yang disebut-sebut terjadi penculikan anak. Dan kenyataannya tidak terjadi apa-apa di Desa Dooro tersebut. Dengan adanya acara Road Show ini, diharapkan dapat menenangkan warga dan menghentikan penyebaran berita hoaks yang telah beredar. Menghimbau warga agar tidak mudah termakan berita bohong dan ikut serta menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya kemudian disebarkan. Karena bisa terkena hukuman maksimal 6 tahun penjara dan atau denda 10 milliar rupiah sesuai dengan pelanggaran terhadap UU ITE. Kita harus berfikir positif terhadap orang baru yang berkunjung, bukan menimbulkan bibit-bibit kecurigaan yang belum terbukti.

Tetap Waspada

Meski kabar penculikan anak itu ada benar dan bohong, namun dihimbau untuk tetap waspada. Kewaspadaan ini bukan berarti kita su’udzon, akan tetapi berhati-hati agar anak kita tetap aman. Kewaspadaan terhadap penculikan anak bisa ditingkatkan dengan pemberian pemahaman kepada anak-anak agar mereka tidak mudah terbujuk dengan segala bentuk rayuan orang yang tidak dikenal. Selain itu, diharapkan juga peningkatan patroli oleh segenap jajaran yang berwenang di wilayahnya guna meningkatkan rasa aman dan nyaman kepada warga.

Menanggapi berita penculikan yang tengah ramai diperbincangkan, antaranews.com mengatakan bahwa pihak dinas pendidikan daerah telah mengeluarkan surat edaran waspada penculikan. Seperti yang dilakukan Dinas Pendidikan Bondowoso, Lumajang, dan Sumenep beberapa waktu lalu. Berbagai berita yang beredar diduga ada yang hoaks, adapula yang benar. Namun, kekhawatiran yang ditimbulkan tidak bisa dihilangkan begitu saja. Mengingat percobaan penculikan bisa menimpa siapa saja. Karena buah hati merupakan harta yang paling berharga.

Tingkat kepercayaan terhadap pihak keamanan pun mengalami penurunan. Sejumlah kasus hukum berat kita saksikan seolah ia mangkrak dan jalan di tempat. Seperti BLBI, Century, kasus korupsi baru-baru ini yakni Jiwasraya, Asabri, dan lain sebagainya. Bahkan kasus sudah setengah abad yang belum terkuak; misteri kematian Munir. Kasus ujaran kebencian seperti Andre Armando, Aris Laiskodat, Abu Janda, dan lain sebagainya bebas melenggang. Maka rasa aman kian sulit didapatkan oleh warga negara Indonesia.

Mengapa makin sekuler sistem pemerintahan makin tidak aman? Padahal keamanan dan stabilitas dalam negeri mempunyai peran yang sangat penting. Sebab jika keamanan masih jauh panggang dari api’ maka bagaimana mungkin negara mampu berdikari?

Keamanan Negara di Dalam Islam

Untuk mendapatkan keamanan, bukan hanya diperlukan aparat dan departemen keamanan saja. Namun, diperlukan pula sistem yang menjamin terlaksananya keamanan untuk dilaksanakan secara nyata. Ketika hukum yang diterapkan masih buatan manusia, keamanan akan menjadi ilusi semata. Karena setiap manusia memiliki akal yang terbatas serta nafsu serakah. Jika keadilan diserahkan pada manusia, maka akan ada ketimpangan dalam pembuatan hukum.

Dalam Islam, hukum adalah mutlak milik Allah semata. Manusia hanya bertugas sebagai pelaksana syariat. Maka tak heran, jika sepanjang penerapannya telah menorehkan tinta emas. Rekaman jejak emas masa peradaban Islam hingga sekarang masih ada dan bahkan bisa ditemukan dalam banyak catatan sejarah yang ditulis oleh orang non-muslim.

Sebagai contoh. Will Durant seorang sejarawan barat dalam buku yang dia tulis bersama Istrinya Ariel Durant, Story of Civilization, mengatakan, “Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama beradab-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka." Maka dengan ini kita dapat membuka hati kita. Menyadari bahwa hanya dengan kembali menerapkan Islam, keamanan dan kesejahteraan dapat kembali dirasakan. Wallahu'alam bishshawab.




Editor : Wannajmi Aisyi

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.