Perjuangan Para Penjaga Al-Qur’an

Hot News

Hotline

Perjuangan Para Penjaga Al-Qur’an

(ilustrasi/www.dapurpena.com)


Oleh: Fatimah Az-Zahra*


Sobat semua pasti udah gak asing denger kata hafidz Qur’an kan? Yup, betul banget di Indonesia sekarang sudah menjamur berbagai lembaga tahfidz Qur’an. Kata tahfizd sendiri berasal dari bahasa Arab yang artinya penjaga.
           
Menjaga Al-Qur’an itu beda dengan menjaga anak bayi yang harus dikasih makan, minum, dimandiin, and dininabobokan sampai tidur. Bukan juga sekedar dilap sampai bersih dari debu lalu disimpan lagi di lemari sampai bertahun-tahun. Sebagai seorang Muslim, kita harus tahu bingits gimana sih cara menjaga Al-Qur’an itu.

Para penjaga Al-Qur’an itu senantiasa menelaah ayat-ayat, membaca, mengamalkan dan mendakwahkan isi dari Al-Qur’an. And… perlu kalian tahu, dalam setiap tahap penjagaan itu ada ujiannya masing-masing. Dan yang sering membuat galau itu adalah tentang bagaimana cara mendakwahkan isi kandungan ayat-ayat yang sudah dihafal.

Sobat, memang sejak awal generasi manusia diciptakan, setanlah yang jadi musuh bagi manusia. Sebab denda setan yang Allah tetapkan selain sebagai ahlu an-nar (penduduk neraka), mereka juga berusaha untuk mencari orang-orang yang bisa dijadikan tetangga mereka di neraka dengan segenap usaha dan berbagai cara. Allah SWT berfirman dalam QS Al-A’raf ayat 17 yang artinya: “Kemudian pasti aku akan datangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan kiri mereka…”




           

Jadi sobat, kita kudu bener-bener hati-hati dalam melangkah karena setan akan selalu menggoda dan menjerumuskan kepada dosa. Karena setan gak mau lihat banyak orang yang menjadi the real hafidz Qur’an, setan terus berusaha untuk menghancurkan tujua mulia seorang penghafal Qur’an. Dengan bujuk rayunya yang indah, setan dengan izinNya bisa merubah yang tadinya jatah masuk surga jadi masuk ke kerak neraka. Karena kemunafikan dalam mengamalkan ayat-ayat yang dihafal, salah satunya adalah perintah berdakwah, setan pun membisikkan ketakutan-ketakutan yang belum terjadi kepada para penghafal Qur’an. Contohnya, takut gak tercapai target hafalan karena waktu yang terbagi untuk dakwah dan akhirnya memilih untuk tidak berdakwah. Padahal dakwah adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim.

Yang harus kita tanyakan pada diri kita adalah untuk apa hafal Qur’an kita ini? Rasulullah saw bersabda yang artinya: “Orang yang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari dari Ustman bin Affan)

Pengemban dakwah dan orang yang tidak mau berdakwah adalah ibarat air sungai dan kubangan air. Kedunya berasal dari sumber yang sama yakni hujan. Sungai mengalirkan airnya, hingga akhirnya air tersebut jernih dan indah. Namun sebaliknya dengan kubangan air, karena airnya tidak mengalir maka jadilah air yang kotor lagi bau.

Kesimpulannya ya sob, dakwah adalah suatu hal yang penting dan wajib, menghafal Qur’an juga adalah hal yang menunjang keberlangsungan dakwah. Jadi, menghafal dan berdakwah bukanlah suatu hal yang berseberangan hingga membuat kita harus memilih salah satunya. Akan tetapi, kita harus bisa menjalaninya secara beriringan. So, tetap semangat berdakwah ya manteman, terkhusus bagi kamu para penjaga Al-Qur’an!



*/Penulis adalah Santriwati Ponpes Darul Bayan Sumedang

Editor: Wannajmi Aisyi

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.