CINTA ITU BODOH

Hot News

Hotline

CINTA ITU BODOH

(Ilustrasi/desain-www.dapurpena.com)

Oleh: Siti Muchliza Ade Ratrini

Love? Stale! Cinta? Basi! Katanya cinta itu ... adalah salah satu bukti kasih sayang mereka kepada kita, apa benar? Kalau kita telah cinta pada mereka, apa yang kita inginkan akan terkabul begitu pun sebaliknya. Hahahahahahaha ....
Aku tak percaya ada namanya cinta. Jika benar ada cinta, semua insan di dunia ini tidak akan ada yang sengsara karena cinta.

Bagiku cinta seperti belati putih yang di selimuti darah segar yang mengalir begitu saja, yang menusuk lubuk hati yang suci menjadi tak suci lagi. Menurut pandangan aku, cinta membuat seseorang berpikiran pendek 'stupid'. “Apa hebatnya cinta? Yang membuat seseorang malas berpikir panjang. Tidak percaya?”
****
Pukul 07.00 WIB aku telah berpakaian rapi untuk memulai pagiku seperti biasanya.
“Morning Mom, Dady, and kakak Devis.” ucapku sembari tersenyum kepada  mereka yang hanya melihatku sejenak dengan ekspresi wajah dingin mereka, setelah itu mereka kembali fokus menyantap sarapan pagi mereka.
“Aku berangkat, ada jam pagi bye.” pamitku kepada mereka dan berlalu dari hadapan mereka. Aku pikir lebih baik pergi dari hadapan mereka, dibanding hati tambah perih karena belati putih miliknya.
Membutuhkan 20 menit perjalanan menuju kampusku. Ketika aku sampai di kampus, aku langsung meluncurkan kakiku ke Mbak Ute, penjual terpopuler di kampusku. Aku duduk di meja dekat jendela yang menyajikan pemandangan indah Ibu kota ini, aku memesan nasi goreng spesial level lima “ Masih pagi, so, aku pesan level lima saja”. Saat pesananku datang, secara bersamaan entah dari mana makhluk astral ini duduk dengan santainya sembari memakan dan meminum pesananku. Ingin rasanya aku menguliti dia sampai tewas.
“ Hey, kakak yang tampan sejagat raya Anda itu tak punya sopan santun apa! huh?! Main makan pesananku!” tandasku kepadanya.
“ Lu jadi pacar gua sekarang, titik tidak pakai koma, kalau pakai koma berarti boleh melanjutkan tapi kalau pakai titik tidak bisa melanjutkan lagi! Paham?!” ujarnya ngegas.
“No! Kakak ini sudah tidak waras ya? Main-main cap kalau aku pacar kakak sekarang! Dasar Makhluk Astral!” celetukku kepada dia sembari menahan emosi.
“Mbak Ute cantik! Ini uangnya di atas meja ya.” ucapnya sok manis. Setelah mengatakan itu, ia membuat diriku sontak terkejut karena aksi dia yang langsung saja menarik tanganku secara paksa.
“Kakak mau bawa aku ke mana sih, lepasin tangan aku, kakak sakit tahu!” lirihku.

Sampai di belakang kantin yang jarang dikunjungi mahasiswa karena terkenal angker, bahkan telah terbukti tahun 2018 yang lalu salah satu mahasiswa tewas karena ulah dia yang tak percaya bahwa tempat ini angker.
“Aku Rahul, mulai sekarang kamu jadi pacar aku! Tidak ada kata penolakan.” ucapnya lembut sembari menangkup wajahku untukku pandang.
“ Tidak! Aku tak ingin.” jawabku yang membuat ekspresi wajahnya berubah 100% menjadi monyet. Eh salah, maksudku harimau jantan yang kelaparan.
“ Pilih Devis ingin selamat atau tidak!” tandanya.
" Kakak Devis? Ada apa dengan kakak Devis? Apa yang kau lakukan dengan kakak Devis? Jangan macam-macam kau dengan kakak Devis!” ujarku cepat.
“ Terima atau Devis celaka!” tandasnya.
“ Baik, aku terima meskipun dengan sangat terpaksa. Kalau bukan karena kakak Devis, aku tak ingin menerimamu sebagai pacarku. Bayangkan saja, memang  ada yang ingin jadi pacarmu?!, cowok pemaksa plus pengancam!” jawabku ngegas.

Setelah memberikan siraman kalbu kepada dia, aku pergi dari tempat angker itu dan meninggalkannya sendirian di sana. Sudah tiga minggu hubunganku dengannya, aku melihat ada perubahan sifatnya kepadaku. Yang aku tahu dari teman sekelasnya, ia adalah cowok dingin dan mudah tersulur emosi. Tetapi sekarang ia tak mudah lagi tersulut emosi dan mulai menjadi laki-laki penyayang. Sering aku melihat dirinya bersama dengan kakak Devis, ia tertawa terbahak-bahak. Yang aku heran saat kakak Rahul meminta diriku sebagai pacarnya, dengan cara memaksa dan mengancam bahwa kakak Devis tak akan selamat. Sejak itu aku berpikir, mereka akrab satu sama lain. Tapi mengapa kakak Rahul ingin mencelakakan kakak Davis? Entahlah, aku pusing memikirkan ini. Lebih baik aku pulang saja sekarang.

Aku berjalan menuju koridor kampus. Samar-samar aku mendengar suara yang aku kenal, aku mendekat ke sumber suara itu. Saat aku sampai, tampak wajah kakak Devis dan Rahul yang sedang mengobrolkan sesuatu dengan wajah serius. Karena aku kepo, aku pun mendekat. Saat aku telah mendengarkan perbincangan mereka secara jelas, aku terkejut luar biasa mendengarnya.
“Ternyata selama ini ...” ujarku membuat mereka kaget.
“Areal!” ucap mereka serentak.

 “Ar, kakak bisa jelaskan semua ini. Jangan salah paham.” ucap kakak Devis memohon.
“Kakak Rahul, mulai sekarang kita putus. Aku tak ingin dikatakan sebagai perebut pacar orang!” ujarku dan pergi meninggalkan mereka. Kakak Devis mengejarku sampai parkiran belakang. Alhasil, ia menangkapku karena kakiku tersandung dan hampir saja aku mencium jalan kalau kakak Devis tak menangkapku.
“Ar, kakak melakukan semua ini karena kakak sayang sama kamu Ar. Kakak habis akal harus bagaimana agar kamu merasakan rasa sayang dan cinta itu apa? Kakak ingin mengubah cara pikir kamu tentang cinta itu apa? Selama ini kamu anggap cinta itu seperti belati putih yang diselimuti darah segar yang mengalir begitu saja, yang menusuk lubuk hatimu yang suci menjadi tak suci lagi. Menurut  kamu, cinta membuat seseorang berpikiran pendek atau lebih tepatnya 'stupid'. Tidak semua cinta membuat orang kelihatan bodoh. Orang-orang melakukan apa yang diinginkan pasangannya karena itu bukti cinta dan kasih sayang mereka. Apa yang kakak lakukan ini sebagai bukti sayang kakak sama kamu, selama ini kakak tidak bisa membuatmu bahagia, kakak hanya membuatmu terluka dengan sifat kakak. Jujur kakak tak ingin membuatmu terluka tapi takdir mengatakan hal berbeda.” jelas Kakak Devis sembari mengeluarkan butir-butir bening yang membasahi pipinya. Aku bungkam, aku tak tahu harus berkata apa. Apa yang kakak Devis katakan sangat benar.

Tidak semua cinta membuat orang kelihatan bodoh! Orang-orang melakukan apa yang diinginkan pasangannya karena itu bukti cinta dan kasih sayang mereka.



Editor: Orisa



This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.