Dana Desa Disunat untuk Tangani Corona Tepatkah?

Hot News

Hotline

Dana Desa Disunat untuk Tangani Corona Tepatkah?

(Ilustrasi/desain-www.dapurpena.com) 

Oleh: Nai H.M. Tr Bns. 


Virus Corona yang menjadi pandemi di seluruh dunia telah memakan banyak korban. Indonesia menjadi salah satu Negara dengan tingkat penyebaran virus tercepat. Dilansir dari laman news.detik.com sampai tanggal 5 April 2020 telah tercatat ada 2.273 kasus positif Corona di Indonesia. Jumlah tersebut bertambah 181 dari angka sebelumnya. Total pasien yang meninggal bertambah menjadi 198 orang.

Penanganan yang terkesan lamban diawal, serta edukasi yang kurang membawa dampak cepatnya penyebaran virus ini. Pemerintah pun tidak mau menerapkan kebijakan _lockdown_ yang dinilai akan membawa pengaruh negatif bagi perekonomian. Padahal _lockdown_ menjadi solusi yang diberikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memutus mata rantai penyebaran wabah ini. Dana yang digunakan pemerintah pusat dari APBN pun masih tersendat untuk mengatasi wabah ini. Hal ini menyebabkan rakyat serta pemerintah daerah harus memutar otak mencari solusi untuk mengatasi kondisi ini. Mulai dari inisitaif sosial masyarakat menggalang dana serta  beberapa pemerintah daerah mengambil  kebijakan _lockdown_ sendiri.
Kondisi kas negara yang memadai tentu menjadi hal yang sangat krusial untuk menangani persoalan ini. Ketika menghadapi wabah bencana seperti saat ini, tentu wajar jika negara mengatur ulang alokasi anggaran, tapi pemilihan pos yang direalokasi harus tepat, jika tidak, maka akan memunculkan masalah baru. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyebut pemerintah telah mengidentifikasi dana senilai Rp56 triliun sampai Rp59 triliun dana desa akan dialihkan untuk penanganan virus corona. Saat ini kemiskinan desa di Indonesia sangat tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2019 persentase kemiskinan di desa mencapai 12,60%. Jika dana desa disunat, upaya pengentasan kemiskinan desa akan makin jauh dari realisasi.

Padahal, akibat pandemi Corona, ekonomi Indonesia makin anjlok. Sektor pertanian yang berbasis di desa menjadi tumpuan untuk menyuplai bahan pangan selama menghadapi wabah ini. Pada acara Indonesia Lawyer Club (ILC) TVone, Selasa (17/3/2020), pakar ekonomi Rizal Ramli mengatakan, sektor pertanian memiliki nilai ekonomi yang dapat membuat Indonesia bertahan dari ancaman krisis global, termasuk krisis yang diakibatkan wabah corona saat ini.

Pemimpin dan para pejabat negara harus memberikan keteladanan personal serta menunjukkan penghematan anggaran secara sistemis. Jangan sampai anggaran untuk rakyat kecil disunat, tapi keringanan pajak untuk para konglomerat pengusaha justru diobral, koruptor dibiarkan menggerogoti uang negara, berbagai tambang dijual murah pada pihak asing, BUMN dibiarkan boros akibat perilaku pejabat korup, dan lain-lain. Jika tentakel gurita korupsi dipotong habis, akan terkumpul dana berkali lipat dibandingkan dana desa.


Keteladan Terbaik Menghadapi Bencana
Islam memberikan seperangkat aturan serta contoh keteladanan dalam menghadapi bencana seperti ini. Sebagaimana diketahui, Khalifah Umar ra. Memberi contoh terbaik dengan cara berhemat dan bergaya hidup sederhana, bahkan lebih kekurangan dari masyarakatnya. Dengan demikian beliau bisa merasakan betul bagaimana penderitaan yang dialami oleh rakyatnya. Beliau kemudian segera mengeluarkan kebijakan untuk menanggulangi bencana paceklik yang melanda jazirah saat itu secara cepat, tepat dan komprehensif. Untuk mengoptimalisasi keputusannya, Khalifah segera mengerahkan seluruh struktur, perangkat negara dan semua potensi yang ada untuk segera membantu masyarakat yang terdampak. Pada saat itu, orang-orang mendatangi Kota Madinah –pusat pemerintahan Khilafah Islamiyah–untuk meminta bantuan pangan.
Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu segera membentuk tim yang terdiri dari beberapa orang sahabat. Setiap hari, tim ini melaporkan seluruh kegiatan mereka kepada Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu, sekaligus merancang apa yang akan dilakukan besok harinya. Umar bin Khaththab ra. Menempatkan mereka di perbatasan Kota Madinah dan memerintahkan mereka untuk menghitung orang-orang yang memasuki Kota Madinah. Pengungsi itu tinggal di Madinah selama musim paceklik. Mereka mendapatkan pelayanan yang terbaik dari Khalifah. Setelah musim paceklik berakhir, Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu memerintahkan agar pengungsi itu diantarkan ke kampung halamannya. Setiap pengungsi dibekali bahan makanan dan akomodasi lainnya, sehingga mereka pulang dengan tenang dan penuh kegembiraan.


 Pengelolaan Kas Negara yang Tepat  Dalam Menghadapi Bencana
Negara sebagai penanggung jawab utama akan  menyiapkan anggaran dari kas negara yang berasal dari pos-pos pendapatan yang telah ditentukan hukum syariah. Kas Negara berdasarkan buku  al-Amwâl fî Dawlah al-Khilâfah  mendapatkan pemasukan dari kepemilikan umum yaitu  sumber daya alam dan kepemilikan negara seperti kharaj dan fai’iy.  Tatkala kas negara tidak mecukupi maka kepala negara akan meminta bantuan ke wilayah atau daerah bagian Kekhilafahan Islam yang kaya dan mampu memberi bantuan.
Pemerintah pusat langsung memobilisasi daerah-daerah wilayah Kekhilafahan Islam yang kaya dan mampu untuk membantu menyelesaikan krisis tersebut. Dari fragmen di atas juga bisa dipahami, bahwa para gubernur dengan semangat ukhuwah islamiyah dan manajemen pemerintahan yang rapi serta saling menopang, langsung sigap menyiapkan dan memberikan bantuan dengan jumlah yang sangat banyak.Tentunya menjadi harapan masyarakat dan umat saat ini, dipimpin oleh seorang negarawan yang mampu memberikan keteladanan personal serta pengurusuan (ri’ayah) rakyat yang melayani dengan dorongan ketaqwaan kepada Allah SWT. Sehingga tidak ada pemimpin atau pejabat yang khianat terhadap amanat, karena mereka yakin akan berhadapan dengan pengadilan Allah SWT di yaumul hisab untuk mempertanggung jawabkan amanah kepemimpinan di pundak mereka. Wallahu’alam bi asshawab.


*/Pemerhati Politik dan Ekonomi

Editor: Orisa

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.