Di Tengah Wabah Corona, Prioritaskan Rakyat atau Ibu Kota Baru?

Hot News

Hotline

Di Tengah Wabah Corona, Prioritaskan Rakyat atau Ibu Kota Baru?

(Ilustrasi/desain-www.dapurpena.com)

Oleh : Ummu Huriyyah

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia bertambah cukup signifikan tembus sampai angka 2.000. Dilansir dari CNNIndonesia.com Sabtu (5/4), tercatat  pasien yang positif terinfeksi virus corona (Covid-19) bertambah menjadi 2.273 orang, 198 meninggal dunia dan 164 sembuh. Juru Bicara pemerintah khusus penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam pidatonya mengatakan Pemerintah akan berupaya menekan laju penyebaran virus Covid-19 dengan maximal.

Hal senada pun diungkapkan oleh Juru Bicara Presiden yang mengatakan Pemerintah akan berupaya sekuat tenaga dengan berbagai pihak dalam menghadapi wabah Covid-19 yang semakin mewabah di Indonesia. Namun, disini lain kebijakan yang mereka buat bertolak belakang dengan apa yang mereka katakan.

Sistem kapitalisme yang diterapkan di Indonesia membuat kebijakan yang dilakukan tidak memihak kepada rakyat. Pemerintah memposisikan diri mereka sebagai pengusaha bukan sebagai pelayan rakyat, untung rugi menjadi tolak ukur dalam mengambil kebijakan. Sehingga wajar terjadi analisis begitu tajam ketika menyangkut pendapat dan devisa, namun sangat pelit biaya karantina rakyat. Akibatnya perkembangan virus pun tak terkendali.

Selain itu, disaat tenaga medis kekurangan masker dan APD, Pemerintah justru melakukan ekspor masker dan APD ke sejumlah negara seperti Korsel dan China hanya untuk mendapatkan pemasukan negara, padahal jelas terjadi banyak tenaga medis meningggal dunia tertular virus Corona akibat tidak menggunakan APD standar, tapi menggunakan jas hujan biasa.

Disatu sisi pemerintah ngotot tetap menjalankan proyek Ibu Kota Baru, padahal anggaran tersebut bisa digunakan terlebih dahulu untuk mengatasi pandemi Corona. Dilansir dari TEMPO.CO Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan persiapan pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur terus berjalan di tengah sentimen pandemi virus corona. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Luhut, Jodi Mahardi. "Saat ini pemindahan ibu kota masih on track. Kami dan Kementerian BUMN serta Kementerian Keuangan terus berkomunikasi dengan investor dan mitra join venture untuk pemindahan ibu kota," ujar Jodi dalam rekaman video yang diterima wartawan, Rabu, 25 Maret 2020.

Jelas sekali agenda ini hanya untuk kepentingan para kaum kapitalis yang tentunya menguntungkan pihak asing dan aseng. Untuk kepentingan rakyat pemerintah justru membuka rekening khusus untuk menampung donasi dari pelaku usaha guna membantu penanganan wabah virus corona. Beginilah fakta penguasa jika negara tersebut menerapkan sistem kapitalisme.

Dalam Islam Rakyat Jadi Prioritas Utama

Pemimpin dalam islam sejatinya adalah pelayan masyarakat, dia bertugas menjalankan syariat islam dan memastikan terjaminnya rakyat dari segi sandang, pangan, papan, keamanan, kesehatan dan pendidikan. Terlebih lagi jika terjadi wabah, negara akan mengeluarkan kebijakan yang prioritas utamanya untuk rakyat. Pemimpin yang bertakwa akan senantiasa memperhatikan urusan dan kemaslahatan rakyat. Sebab, dia takut kelak pada Hari Kiamat rakyatnya menuntut dirinya di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala atas kemaslahatan rakyat yang terabaikan. Dia pun sadar harus bertanggung jawab atas semua urusan rakyat di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala kelak. Rasul ﷺ bersabda:
« فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ »

Pemimpin yang mengurusi urusan masyarakat adalah pemelihara dan dia bertanggung jawab atas urusan rakyatnya (HR al-Bukhari dan Muslim).

Ketika terjadi wabah Daulah akan bertindak cepat dan sigap dalam mengatasi wabah tersebut, lockdown menjadi hal yang mudah terlaksana karena didukung oleh Pemerintah Islam. Daulah Islam akan menjamin pelayanan kesehatan berupa pengobatan dan obat secara gratis untuk seluruh rakyat, mendirikan rumah sakit beserta laboratorium pengecekan dan pengobatan, menjamin ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang memenuhi standar kesehatan untuk para tenaga medis. Hal ini penting, agar tenaga medis yang berinteraksi langsung dengan pasien dapat melindungi diri dari infeksi virus ini.

Selain itu, Negara juga akan memberikan edukasi dan informasi yang benar terkait virus ini pada masyarakat agar tak dianggap remeh. Juga memberikan edukasi terkait apa saja yang perlu dibeli dan tidak, agar masyarakat tak melakukan pembelian berlebihan yang justru akan melangkakan stok yang diperlukan oleh negara nantinya untuk penanganan. Negara menjamin pemenuhan kebutuhan pokok bagi warga yang terisolir agar tak terjadi panic buying (pembelian berlebihan akibat panik). Negara Islam menjamin tidak ada warga terjangkit yang masuk ke daerah yang tidak terjangkit. Hal ini agar warga yang sehat di daerah tidak terjangkit dapat tetap bekerja dan aman dari tertularnya virus ini.
Wallohua'lam bishowab



Penulis adalah Aktivis Dakwah Cikarang 

Editor: Mawaddah Hasanah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.