Kebijakan Maju Mundur Pemerintah dalam Menyelamatkan Rakyat

Hot News

Hotline

Kebijakan Maju Mundur Pemerintah dalam Menyelamatkan Rakyat

(Ilustrasi/desain-www.dapurpena.com) 

Oleh: Elis Sulistiyani

Badai corona tampaknya belum akan cepat berlalu, seperti dilansir laman detik.com (04/April/2020) korban positif “Corona” di Indonesia telah mencapai 2.092 jiwa, dengan angka ini ternyata telah memberi dampak pada krisis kesehatan. Selain itu, ekonomi rakyat kini benar-benar mendapat pukulan telak sebagai dampak dari wabah yang kian meluas.

Pemerintah pun kini seolah kelimpungan dan maju mundur dalam menganggarkan alokasi dana untuk penanganan wabah ini. Lewat keterangannya. Ketua Dewan Pengurus LP3ES Didik J. Rachbini dan Peneliti LP3ES Fachru Nofrian mengatakan instrumen APBN sangat penting dalam menangani dampak virus ini.  Mereka menilai alokasi dana yang terus berubah mencerminkan kebijakan yang lemah dari pemerintah.

Pada tahun 2008 tidak ada krisis yang hebat, hanya terjadi perlambatan ekonomi, tetapi anggaran dengan tegas dipotong 10%. Pemerintah harus memimpin bersama DPR memutuskan untuk memotong 20% anggaran seluruh kementerian dan daerah. Kemudian mengalihkannya untuk pembiayaan “Corona”. kata kedua ekonom ini. (detik.com, 29/03/2020). Jika pemindahan Ibukota yang fantastis saja  ada anggarannya tapi mengapa untuk Corona harus menunggu sumbangan masyarakat? (gelora.news.com, 28/03/2020). Sistem kapitalis yang membelenggu negeri kita saat ini telah membuat bangsa ini, tidak dapat merasakan hasil sebesar-besarnya dari SDA kita. Hingga untuk menangani wabah ini harus menengadahkan tangan kepada rakyat yang kini sedang sulit.
Setiap kebijakan dalam suatu pemerintahan merupakan manifestasi dari sistem yang di emban negara tersebut. Mari kita berkaca pada negara yang mengemban sistem Islam dalam mengentaskan krisis ekonomi akibat wabah atau karena hal lainnya.  Sebagaimana yang kita ketahui, Khalifah Umar Ra., ketika krisis ekonomi, memberi contoh terbaik dengan cara berhemat dan bergaya hidup sederhana. Bahkan lebih kekurangan dari masyarakatnya. Beliau kemudian segera mengeluarkan kebijakan untuk menanggulangi krisis ekonomi secara
cepat, tepat dan komprehensif. Untuk mengoptimalisasi keputusannya, Khalifah segera mengerahkan seluruh struktur, perangkat negara dan semua potensi yang ada untuk segera membantu masyarakat yang terdampak.

Dalam buku The Great leader of Umar bin Khathab, Kisah Kehidupan dan Kepemimpinan Khalifah Kedua. Diceritakan, bahwa Khalifah Umar Ra., langsung memerintahkan untuk membuat posko-posko bantuan. Diriwayatkan dari Aslam:
 Pada tahun kelabu (masa krisis), bangsa Arab dari berbagai penjuru datang ke Madinah. Khalifah Umar Ra. Menugaskan beberapa orang (jajarannya) untuk menangani mereka. Suatu malam, saya mendengar beliau berkata, “Hitunglah jumlah orang yang makan malam bersama kita.”Orang-orang yang ditugaskan pun menghitung orang-orang yang datang. (Ternyata) berjumlah tujuh puluh ribu orang. Jumlah orang-orang sakit dan yang memerlukan bantuan  sebanyak empat ribu orang. Selang beberapa hari. Jumlah orang yang  datang dan yang memerlukan bantuan mencapai enam puluh ribu orang. Tidak berapa lama kemudian, Allah mengirim awan. Saat hujan turun, saya melihat Khalifah Umar Ra. Menugaskan orang-orang untuk mengantarkan mereka ke perkampungan dan memberi mereka makanan dan pakaian ke perkampungan. Banyak yang terjadi kematian di tengah-tengah mereka. Saya melihat sepertiga mereka meninggal dunia. Tungku-tungku Umar sudah dinyalakan para pekerja sejak sebelum subuh. Mereka menumbuk dan membuat bubur.

Dari sini kita bisa membayangkan betapa berat kondisi waktu itu. Dengan situasi dan kondisi saat peralatan dan sarana-prasarana tidak semodern seperti sekarang, Khalifah Umar Ra. Harus mengurus, mengelola dan mencukupi rakyatnya yang terkena dampak krisis kemarau ini. Sungguh angka yang sangat fantastis pada saat itu. Kerja berat dilakukan dan dilalui oleh Khalifah Umar Ra. Sebagai bentuk tanggung jawabnya melayani urusan rakyatnya. Khalifah Umar Ra. Memberi makanan kepada orang-orang badui dari Dar ad-Daqiq, sebuah lembaga perekonomian yang berada pada masa pemerintahan Umar. Lembaga ini bertugas membagi tepung, mentega, kurma dan anggur yang berada di gudang, kepada orang-orang yang datang ke Madinah sebelum bantuan dari Mesir, Syam dan Irak datang. Dar ad-Daqiq kian diperbesar agar bisa membagi makanan kepada puluhan ribu orang yang datang ke Madinah selama sembilan bulan, sebelum hujan tiba dan memberi penghidupan.

Apa yang dilakukan oleh Khalifah Umar Ra. Di atas menunjukkan kecerdasan beliau  dalam membuat keputusan, mengatur dan mengelola seluruh struktur pemerintahan di bawahnya sehingga bisa cepat, sigap dan tuntas dalam melayani krisis ekonomi. Lembaga-lembaga pemerintahan yang langsung berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan rakyat, baik yang bergerak dalam bidang finansial atau yang lainnya, langsung diminta bergerak cepat. Khalifah sendiri yang bekerja dalam posko-posko tersebut, memastikan semua berjalan optimal. Maka sepatutnya  punggawa negeri ini mencontoh  Umar sebagai sosok  pemimpin yang  peduli dan mengurusi rakyatnya.



Editor: Siti Muchliza Ade Ratrini










This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.