Masyumi Reborn Wujud Kerinduan untuk Perubahan

Hot News

Hotline

Masyumi Reborn Wujud Kerinduan untuk Perubahan

(Ilustrasi/desain-www.dapurpena.com) 

Oleh: Meitya Rahma


Masyumi Reborn. Mengambil istilah kekinian ala milenial adalah bentuk gambaran keinginan Masyumi ingin lahir kembali dalam perpolitikan. Lahir kembali sebagai partai politik Islam ideologis yang mampu menyatukan semua elemen umat Islam di Indonesia. Sejumlah tokoh menghadiri silaturahmi keluarga besar dan pencinta Masyumi bertajuk “Masyumi Reborn” yang berlangsung di Aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Jakarta, Sabtu (6/3).( Republika.co.Id.)
Keluarga besar Masyumi mengadakan Silaturahmi Nasional dalam menyokong kebangkitan kembali Masyumi, sebagai wadah politik yang mampu menyatukan umat Islam dalam bidang politik.

Silaturahmi Nasional ini menjadi penting dan menentukan dalam dakwah politik Islam dan kelanjutan sejarah penting Masyumi dalam politik Indonesia (Republika.co.Id). Sebagai partai politik Islam yang  melegenda. Tentu kehadiran Masyumi adalah panggilan sejarah. Seperti diketahui bahwa Masyumi merupakan sebuah parpol atau partai politik terbesar di Indonesia pada periode demokrasi liberal. Para anggotanya banyak yang menjadi anggota di parlemen.

Kembalinya Masyumi ke kancah perpolitikan di Indonesia dengan mengusung Masyumi Reborn ini karena melihat parpol Islam mengalami penurunan perolehan suara dalam setiap pemilu. Partai politik Islam yang ada sudah semakin memperlihatkan pragmatisme yang akut.  Demokrasi seakan mati karena menjadi milik kapitalis dengan menguasai parpol Islam maupun parpol sekuler. Cukup dengan uang para pemilik modal bisa menguasai parlemen.

Dalam kondisi partai politik yang demikian itu. Maka Masyumi Reborn sebagai partai politik Islam ideologis bertekad untuk bangkit kembali mewujudkan kedaulatan Indonesia dalam bidang politik. Maka berkumpullah sejumlah ulama dan tokoh pergerakan dalam acara Masyumi Reborn, mereka berharap muncul partai Islam ideologis yang mampu menguatkan politik Islam di Indonesia. Masyumi Reborn harus mampu menyatukan semua kekuatan dari berbagai elemen umat Islam yang ada di seluruh Indonesia. Untuk itu di tengah banyaknya parpol Islam, Masyumi Reborn bukan untuk menjadi saingan politik bagi partai Islam yang sudah ada. Namun, menjadi partner parpol Islam untuk mengakomodasi suara umat  Islam.

Masyumi Reborn memiliki keinginan mewujudkan cita-cita politik yang adil dan bermartabat. Tidak pragmatisme tetapi lebih mementingkan ideologi daripada  kekuasaan semata. Akankah Masyumi Reborn nantinya akan meraup  banyak suara sebagian besar umat Muslim di Indonesia? Mengingat dari masa order baru sampai 2019 partai Islam sama sekali tidak bisa menjadi pemenang di negeri yang mayoritas muslim.

Namun, demikian Masyumi  pernah menjadi parpol Islam satu-satunya di negeri ini yang memiliki suara banyak. Harapannya adalah tidak sekedar kembali ke romantisme masa lalu (yang memiliki suara banyak) tetapi mewujudkan politik Islam dan meniadakan politik praktis.
Kembalinya Masyumi Reborn ini menandakan bahwa ada semacam kegelisahan bahwa sebenarnya masyarakat menginginkan perubahan dalam perpolitikan. Perubahan yang dapat membuat politik Islam bisa diperhitungkan  dan bisa menjadi solusi bangsa.  Parpol Islam yang selama ini ada di DPR tidak bisa mewarnai di kancah perpolitikan Indonesia.  Mereka justru terwarnai karena aspirasi ataupun muhasabah yang disampaikan tidak diperhitungkan di parlemen.

Selagi demokrasi masih menjadi dasar dan politik kapitalis sekuler menjadi prinsip perpolitikan negara kita, tetap saja parpol Islam akan tetap bersikap pragmatis. Idealisme partai lambat laun menjadi terkikis karena politik kapitalis sekuler yang menekankan bahwa para kapital adalah pemegang  kekuasaan, UU ataupun kebijakan mereka yang kuasai.

Maka  tujuan, visi misi partai yang merupakan idealisme partai akan  diabaikan. Akhirnya perubahan melalui parlemen merupakan sebuah utopia karena benturan kepentingan selalu terjadi dan akan selalu berhadapan dengan benturan kebijakan-kebijakan yang ada di parlemen. Mengubah kondisi negeri tak lain adalah dengan melakukan taghyir (perubahan) ekstra parlemen atau perubahan di luar parlemen. Dengan melakukan dakwah kepada umat, membina umat, menyadarkan kebobrokan penguasa, memuhasabah penguasa. Walaupun terkesan lambat, tetapi hasilnya nanti akan menjadi luar biasa karena dapat mengubah tatanan perpolitikan negara.



*/Penulis adalah Member Revowriter Yogyakarta

Editor: Siti Muchliza Ade Ratrini


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.