SISTEM ISLAM VS KAPITALIS MENGHADAPI PANDEMI

Hot News

Hotline

SISTEM ISLAM VS KAPITALIS MENGHADAPI PANDEMI

(Ilustrasi/disain-www.dapurpena.com)



Oleh: Ramaida

Pemberitaan media massa sekarang ini hampir setiap harinya memberitakan tentang penyebaran wabah pandemi virus Corona atau covid-19. Wabah ini pertama kali muncul di Wuhan China. Banyak korban berjatuhan, bergelimpangan di jalan. Setiap hari korban terus bartambah. Pemerintah  China akhirnya mengambil langkah pencegahan untuk mengatasi penyebaran wabah covid-19 tersebut, dengan mengkarantina penduduk Wuhan di provinsi Hubei China. Hubei adalah provinsi bagian China Tiongkok yang berpenduduk 11 juta jiwa, Dan termasuk provinsi  dengan penduduk terpadat di China. Virus ini sudah menyebar hampir keseluruh penjuru dunia. Mulai dari Amerika, Eropa, Asia, dan Australia. Penyebarannya sangat cepat menginfeksi ratusan ribu manusia di seluruh dunia. Bahkan WHO  menyatakan bahwa virus Corona covid-19 sebagai pandemi menular yang sudah menimbulkan banyak korban jiwa diseluruh dunia. Bahkan wabah ini sudah menginfeksi beberapa kepala negara di dunia.

Berbagai upaya dilakukan oleh para pemimpin dunia untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19 tersebut. Seperti yang sudah dilakukan di negara  asalnya wabah tersebut yaitu di Wuhan, negara-negara lain pun mengikuti langkah pemerintah China dengan me-lockdown (isolasi) warga negaranya agar tetap berdiam diri rumah masing-masing. Bahkan India dengan jumlah penduduk 1,3 miliar melakukan aksi lockdown untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut. Presiden RI Bapak Joko Widodo pertama kali mengumumkan bahwa ada 2 WNI yang positif terkena virus tersebut dan akhirnya dirawat di RS khusus paru yaitu RSLI Suroso. Dua warga Depok yang pertama kali terinfeksi tersebut akibat tertular dari guru sebuah klub dansa yang merupakan warga Jepang. Dari 2 orang ini akhirnya virus menyebar ke seluruh Indonesia. Penanganan wabah covid-19 di Indonesia mendapat perhatian dari seluruh dunia, karena virus tersebut sudah dinyatakan oleh WHO sebagai pandemi yang sudah menginfeksi manusia diberbagai negara di dunia. Namun di Indonesia sendiri penangananya sangat lambat dan terkesan tarik ulur karena masih mementingkan ekonomi.

Berbeda dengan negara asal virus tersebut yaitu dari Wuhan China, disana pemerintahnya cepat tanggap dengan mengutamakan keselamatan warganya dengan melakukan karantina massal kota Wuhan yang berpenduduk 11 juta orang tersebut. Memerintahkan pembangunan RS dadakan yang bisa menampung ribuan pasien positif covid-19 tersebut, serta mengerahkan tim medis untuk merawat pasien covid 19. Bahkan menurut situs berita babenews.com pemetintah RRC sampai menggelontorkan dana mencapai triliunan rupiah. Sementara pemerintah kita masih sangat lambat dan gagap menghadapi wabah ini. Karena dengan alasan ekonomi dalam keadaan darurat seperti ini masih membolehkan turis asing untuk masuk ke Indonesia. Bahkan di Kendari TKA dari china leluasa keluar masuk Indonesia. Sehingga kepercayaan masyarakat pun semakin rendah, mengingat banyaknya pernyataan simpang siur dari pejabat Nagara sendiri. Apalagi presiden secara terbuka menyatakan, ada informasi yang disembunyikan. Sumber media umat. Rezim seolah bertaruh dengan nyawa rakyat. Semakin lambat kebijakan diambil, apalagi keliru, dipastikan semakin membahayakan  jiwa rakyat. Belum lagi, pelayanan kesehatan yang larut marut. Semua ini menunjukkan memang Rezim sekarang tidak serius menangani kepentingan rakyat, termasuk nyawa rakyat.

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengemban ideologi kapitalisme. Sehingga solusi yang dilakukan merupakan solusi yang lahir dari ideologi dengan firmannya tersebut. Berikut merupakan tiga solusi ala kapitalis mengatasi wabah pandemi dinegaranya. Pertama, Menyembunyikan topik. Seperti kita ketahui bahwa pusat pertamakali terjadinya pandemi tersebut adalah di pasar ikan laut Wuhan provinsi Hubei, namun otoritas setempat tidak menutup pasar ikan tersebut yang akhirnya penyakit tersebut menyebar ke berbagi penjuru dunia (sabaq, 01/02/2020 M). Kedua, Karantina kesehatan dan isolasi parsial. Para pejabat di Amerika memerintahkan agar pusat terjangkitnya wabah di wuhan propinsi Hubei untuk melakukan isolasi riil (Sky News Arabic, 12/02/2020). Ketiga, Isolasi semi total dirumah-rumah. Seperti yang dilansir oleh AFP bahwa virus covid-19 yang telah mengakibatkan 11 ribuan lebih orang meninggal, bahkan Eropa menjadi negara ketiga dengan jumlah pasien yang meninggal dunia. Maka pemimpin Nagara-negara di dunia memerintahkan warganya untuk tidak keluar rumah, kecuali untuk berbelanja dan kebutuhan darurat lainnya.

Ketiga solusi diatas ternyata tidak mampu menyelesaikan masalah. Bahkan menimbulkan masalah baru bagi masyarakat dunia, mulai dari masalah ekonomi dan sebagainya. Bahkan banyak masyarakat yang mengalami kebosanan, stress dan masalah sosial lainnya. Solusi yang benar adalah solusi yang berasal dari syriah Islam, karena Islam adalah agama yg diturunkan dari Allah SWT untuk menyelesaikan seluruh permasalahan manusia di dunia. Islam mempunyai tuntunan syariahnya baik dari Qur'an maupun Al hadist. Seperti Rasulullah Saw bersabda, "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kamu memasukinya. Tapi jika terjadi wabah ditempat kami berada, maka janganlah tinggalkan tempat itu".(HR Bukhari). Rasulullah Saw juga bersabda: Jauhilah penyakit kista seperti  engkau lari dari kejaran singa(HR Ahmad ).

Dulu pernah terjadi wabah penyakit berbahaya di Syam. Khalifah Umar dan sahabat kebingungan. Mereka khawatir penyakit itu menyebar luas. Apa jalan keluarnya? Pada situasi genting itu Abdurahman bin Auf datang. Ia memberikan petunjuk. Abdurahman ingat resep karantina dari nabi. Jika ada wabah di suatu kota, janganlah masuk kedalamnya. Sedangkan penduduk didalam kota itu, tak boleh keluar. Syukurlah Abdurahman ingat pesan nabi. Sehingga wabah penyakit tidak menyebar dan bisa diatasi dengan baik. Itulah solusi fundamental dalam ajaran Islam untuk mengentaskan penyakit yang sedang mewabah di suatu negeri. Wallahu alam Bii showabb...



*/Penulis merupakan aktivis dan pemerhati masyarakat Cikarang

Editor: Orisa

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.