TUHAN TAK PERNAH MEMBEDAKAN INSANNYA

Hot News

Hotline

TUHAN TAK PERNAH MEMBEDAKAN INSANNYA









(Ilustrasi/desain-www.dapurpena.com)


Oleh: Firdaturrofiah

Menjadi seorang yang rajin adalah hal yang sulit bagi seorang Nada Defana. Ia harus menekan dirinya lebih ketat lagi demi sesuatu yang ingin ia raih. Namun, sepertinya seberapa keras ia menekan hatinya, kemalasan itu semakin menjadi. Kemalasan itu seakan mengikut dalam diri seorang Nada. Ia padahal ingin menjadi seperti orang kebanyakan yang bisa membagi waktu dengan mudah. Segala cara telah ia lakukan, tapi sepertinya rasa malas di dalam dirinya begitu mengakar padanya.

“Oh Tuhan, bagaimana lagi aku harus menghilangkan kemalasanku ini?." doanya keras. Lalu, seorang menepuk pundaknya pelan membuat Nada terperanjat. Nada menoleh ke belakang. Tatapannya bertemu pada mata elang seorang pemuda. “Jangan panggil Tuhan untuk menghilangkan rasa itu. Kalau ingin, ajarkan pada dirimu sendiri dan tanamkan pada dirimu agar tidak malas lagi. Semua berawal dari dirimu pribadi,” ujar pemuda itu. Nada terdiam mencoba mencerna perkataan pemuda tadi. Pandangan Nada tak lepas dari pemuda itu. Ia telah melangkah pergi meninggalkan Nada seorang diri.

Kemudian dari perkataan tadi, Nada pun berpikir sejenak. Benar juga kata pemuda itu. Semua berawal dari dirinya. Ia harus temukan alasan terkuat agar rasa malas itu tidak ada lagi dalam jiwa Nada.


Editor: Muhlisa Ade Ratrini

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.