Wabah Corona, Dimana Peran Pemerintah?

Hot News

Hotline

Wabah Corona, Dimana Peran Pemerintah?


(Ilustrasi/desain-www.dapurpena.com)


Oleh : Diana

Semenjak kemunculan pertamanya di wuhan cina , virus yang baru di temukan jenisnya ini atau yang biasa di sebut coronavirus / covid-19 terus merebak penyebarannya ke seluruh dunia. Bahkan menurut kompas.com data per tanggal 4/4/2020 sudah ada 1.09 juta orang terinfeksi.

Dari jumlah tersebut 58rb orang meninggal dunia. Bahkan virus covid-19 sudah masuk ke indonesia. Dilansir dari situs www.kompas.com update data tanggal 4/4/2020 orang yang terjangkit covid-19 di indonesia sudah mencapai 2092 kasus. Apalagi menurut prediksi beberapa kalangan akan terjadi super spreading (penyebaran tak terkendali) wabah ini pada ramadhan dan lebaran tahun ini.
Abainya Negara semakin hari banyak nya penambahan kasus yang terinfeksi covid-19 sehingga tim medis sebagai garda terdepan yang merawat pasien-pasien terinfeksi pun kewalahan. Hal tersebut tidak didukung dengan ketersediaan APD (alat pelindung diri) sehingga mereka rawan terpapar oleh covid-19, bahkan beberapa dokter dan tenaga kesehatan telah menjadi korban keganasan covid-19.

Sayang, penguasa negeri ini sejak awal menganggap remeh covid-19. Mereka mengabaikan pandangan para pakar kesehatan tentang bahaya covid-19 akhirnya rezim penguasa cenderung santai. Mereka juga membuat kebijakan kontraproduktif. Misalnya ingin corona bisa dimanfaatkan dalam bidang ekonomi dan parawisata. Ditengah semua pihak sedang bertarung melawan covid-19 rezim ini pun terus membiarkan masuk TKA cina ke negeri ini. Jelas,ini bukan sekedar pengabaian terhadap kesehatan rakyat tetapi sudah termasuk kejahatan kepada rakyat.

Ironi nya rezim negeri ini mengumumkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar  (PSBB) yang rencana nya akan di barengi dengan penetapan undang-undang darurat sipil. Dilansir dari KOMPAS.com Komisioner Komnas HAM Amiruddin menegaskan, penerapan status darurat sipil di dalam menghadapi Covid-19 tak mendesak.

"Saat ini tidak ada urgensinya untuk diberlakukannya status darurat sipil dikarenakan negara tidak sedang menghadapi ancaman pemberontakan atau ancaman politik yang berbahaya," tegas Amiruddin dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2020). Menurutnya, pernyataan Presiden yang akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diiringi status darurat sipil untuk mencegah penyebaran Covid-19 tidak tepat. Dia mengatakan, dalam sistem politik yang demokratis, merencanakan pemberlakuan keadaan darurat sipil sesungguhnya adalah sebuah kekeliruan. Terlebih, pemerintah daerah, yakni pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota tidak sedang lumpuh, melainkan masih berfungsi secara efektif.

Jika darurat sipil di berlakukan, pemerintah samasekali tidak menjamin pemenuhan kebutuhan dasar mereka. Saat yang sama, pemerintah bisa leluasa bertindak otoriter terhadap rakyatnya ini akan semakin merusak tatanan kehidupan bangsa ini butuh Pemimpin Bertakwa

Wabah Covid-19 ini makin menyadarkan kita bahwa kita butuh pemimpin Muslim yang bertakwa. Tentu yang menerapkan syariah Islam. Pemimpin Muslim yang bertakwa akan senantiasa memperhatikan urusan dan kemaslahatan rakyatnya. Sebab, dia takut kelak pada Hari Kiamat rakyatnya menuntut dirinya di hadapan Allah SWT atas kemaslahatan rakyat yang terabaikan. Dia pun sadar harus bertanggung jawab atas semua urusan rakyatnya di hadapan Allah SWT kelak, termasuk urusan menjaga kesehatan masyarakat. Rasul saw. bersabda:
فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Pemimpin masyarakat adalah pemelihara dan dia bertanggung jawab atas urusan rakyatnya (HR al-Bukhari dan Muslim).

Karena itu, dalam Negara Islam, Pemerintah akan selalu terikat dengan tuntunan syariah, termasuk dalam mengatasi wabah. Pemerintah akan bekerja keras dan serius untuk membatasi wabah penyakit di tempat kemunculannya sejak awal. Salah satunya dengan proses karantina wilayah terdampak. Dalam hal ini Nabi saw. bersabda:
«إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا«
Jika kalian mendengar wabah di suatu wilayah, janganlah kalian memasukinya. Jika wabah terjadi di tempat kalian berada, jangan kalian tinggalkan tempat itu (HR al-Bukhari).
Rasul saw. pun bersabda:
«الطَّاعُونُ رِجْزٌ أَوْ عَذَابٌ أُرْسِلَ عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَوْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَاراً مِنْهُ»
Tha’un itu azab yang dikirimkan Allah kepada Bani Israel atau orang sebelum kalian. Jika kalian mendengar Tha’un menimpa suatu negeri, janganlah kalian mendatanginya. Jika Tha’un itu terjadi di negeri dan kalian ada di situ, janganlah kalian keluar lari darinya (HR al-Bukhari).
 
Metode karantina didalam Negara Islam ini telah mendahului semua negara. Ini pula yang dilakukan oleh Khilafah Umar ra. saat terjadi wabah Tha’un pada era kepemimpinannya. Inilah yang seharusnya diteladani oleh para pemimpin Muslim saat menghadapi wabah.
 
Ketika wabah telah menyebar dalam suatu wilayah, Negara wajib menjamin pelayanan kesehatan berupa pengobatan secara gratis untuk seluruh rakyat di wilayah wabah tersebut.  Negara harus mendirikan rumah sakit, laboratorium pengobatan dan fasilitas lainnya untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat agar wabah segera berakhir. Negara pun wajib menjamin pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, khususnya kebutuhan pangan rakyat di wilayah wabah tersebut.

Adapun orang-orang sehat di luar wilayah yang dikarantina tetap melanjutkan kerja mereka sehingga kehidupan sosial dan ekonomi tetap berjalan.

Inilah langkah-langkah sahih yang akan dilakukan oleh negara yang menerapkan syariah  Islam secara kaffah. Inilah saatnya kita dan seluruh rakyat kembali ke sistem Islam yang berasal dari Zat Yang Mahakuasa, Allah SWT, yakni dengan menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam institusi Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah.
Wallohua'lam bishowab



*/Penulis adalah Aktivis Dakwah Cikarang

Editor: Mahesa

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.