Krisis ini Kapankah Berakhir?

Hot News

Hotline

Krisis ini Kapankah Berakhir?



(Ilustrasi/Rahmi-www.dapurpena.com)


Oleh Aya Ummu Najwa


Hari demi hari kondisi negeri ini kian carut-marut, mengenaskan lagi meresahkan. Bencana demi bencana, musibah dan wabah tak berkesudahan. Krisis multidimensi melanda tak kunjung berakhir. Dari kerusuhan hingga gempa, dari banjir hingga krisis ekonomi, dari pemberontakan hingga gunung meletus, dari pengangguran hingga kemiskinan, dari LGBT hingga seks bebas, dari korupsi hingga wabah, Indonesia bagaikan raga dengan berbagai penyakit kronis tak terobati, siap menunggu mati.

Menjelang Ramadhan yang tinggal menghitung hari, belum selesai dengan masalah wabah corona dengan jumlah korban yang semakin meningkat dan meresahkan umat, juga krisis ekonomi karena dampak berkurangnya aktivitas di luar, umat sudah mulai dirisaukan lagi dengan aktivitas gunung berapi yang mulai bererupsi. Tak hanya satu, tapi empat gunung sekaligus. Gunung-gunung itu seperti siap bangun dari tidur panjangnya.

Sungguh negeri ini adalah negeri yang diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah hingga sumber daya manusia yang banyak. Negeri ini senantiasa dilindungi oleh Allah. Namun, akibat kerakusan dan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, maka Allah memberikan bala' yang tak berkesudahan.

 ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ

 "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum: 41).

Sungguh ayat ini begitu sering dibaca, bahkan dihafal, namun terasa tak bermakna dan menjadi peringatan. Alam bergejolak, marah kepada manusia karena manusia sudah begitu liar dan rusak, jauh dari tuntunan agama,  menerapkan hukum buatan manusia, meninggalkan aturan Allah, menolak menerapkannya dan malah memusuhi, serta mengkriminalisasi penyerunya.

Sangat jelas bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda tentang krisis yang melanda suatu negeri karena disebabkan beberapa hal :

يا معشر المهاجرين: خمس إذا ابتليتم بهن وأعوذ بالله أن تدركوهن: لم تظهر الفاحشة في قوم قطُّ حتى يعلنوا بها إلاَّ فشا فيهم الطاعونُ والأوجاعُ التي لم تكن مضت في أسلافهم الذين مَضَوا.ولم ينقصوا المكيال والميزان إلا أُخذوا بالسنين وشدة المؤونة وجَوْر السلطان عليهم. ولم يَمْنعوا زكاة أموالهم إلا مُنعوا القطرَ من السماء، ولولا البهائمُ لم يُمطروا. ولم ينقضوا عهد الله وعهد رسوله إلا سلّط الله عليهم عدوًّا من غيرهم فأخذوا بعض ما في أيديهم. وما لم تحكم أئمتهم بكتاب الله ويتخيروا مما أنزل الله إلا جعل الله بأسهم بينهم

Wahai sekalian kaum muhajirin, kalian akan diuji dengan lima perkara dan aku memohon perlindungan Allah agar kalian tidak ditimpa hal-hal tersebut. Ketika perbuatan fahisyah (zina, homoseksual, dan semisalnya) merajalela di tengah-tengah kaum hingga mereka berani terang-terangan melakukannya, akan menyebar penyakit menular dan kelaparan yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Ketika orang-orang gemar mencurangi timbangan, akan ada tahun-tahun yang menjadi masa sulit bagi kaum muslimin dan penguasa berbuat jahat kepada mereka. Ketika orang-orang enggan membayar zakat, air hujan akan ditahan dari langit. Andaikata bukan karena hewan-hewan ternak, niscaya hujan tidak akan pernah turun. Ketika orang-orang mengingkari janji terhadap Allah dan Rasul-Nya, Allah akan menjadikan musuh dari selain mereka berkuasa atas mereka, kemudian mengambil sebagian apa yang ada di tangan mereka. Dan Ketika para penguasa tidak berhukum dengan Kitab Allah dan mereka memilih selain dari apa yang diturunkan oleh Allah, Allah akan menjadikan kehancuran mereka dari diri mereka sendiri." (HR. Ibnu Maajah no.3262. Dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Ibni Maajah)

Masihkah belum jadi pelajaran bagi semua komponen negeri ini untuk kembali kepada Ilahi Rabbi, bertaubat dengan meninggalkan hukum buatan manusia dan beralih untuk menerapkan hukum Allah yang maha sempurna? Bukankah kemakmuran dan kesejahteraan yang selalu dicita-citakan setiap bangsa? Maka solusinya tak lain tak bukan, yaitu negeri yang baldatun thayibatun wa rabbun ghafur hanya akan bisa diraih jika Islam diterapkan secara sempurna dan menyeluruh di setiap lini kehidupan, dari individu hingga negara.

 وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-A'raf: 96).

Wallahua'lam bishawwab.

 

 

Editor : Putri Hesti Lestari

BACA JUGA : Ketakutan Pandemik Berimbas Jauhi Korban Corona

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.