Raih Keberkahan di Bulan Mulia

Hot News

Hotline

Raih Keberkahan di Bulan Mulia



(Ilustrasi/Naufal-www.dapurpena.com)

Oleh: Ummu Athifa


Bulan ampunan yang agung sudah tiba. Saatnya seluruh kaum Muslimin didunia menunaikan kewajiban berpuasa. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Allah perintahkan berpuasa selama satu bulan penuh dengan menahan haus, lapar, serta segala hal yang dapat membatalkan puasa.

Ramadan adalah bulan ketakwaan, kecintaan, kepatuhan kepada Allah SWT yang penuh fasilitas amalan dan ibadah indah. Sebab semuanya berlomba-lomba mencari ridha Allah. Ramadan juga bulan penuh keberkahan, setiap amalan kita diberkahi Allah dengan kebaikan yang berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda, “Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa dibulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, dibulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan.” (HR. Ahmad- Nasai 2106).

Ramadan tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Semua muslim didunia akan merasakan kesepian yang amat mendalam, terutama di Indonesia. Ini terjadi dikarenakan masih berada ditengah-tengah khawatir yang mendera. Wabah corona yang tak berujung menjadikan semuanya harus menaati aturan yang berlaku. Hingga saat ini Kasus positif virus corona (COVID-19) di Indonesia mencapai angka 9.500 kasus. Angka tersebut selalu bertambah dari hari ke hari. Astagfirullah.

Pemerintah sudah menyiapkan aturan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan enam rekomendasi tentang tata cara beribadah dibulan suci Ramadhan pada saat pandemi corona (Covid-19).

1.   Pertama mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadhan tahun ini benar-benar sebagai momentum meningkatkan keimanan, ketakwaan, keikhlasan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

2. Kedua mengajak umat Islam untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Misalkan, menghindari berkerumun dengan orang banyak, seperti salat Jumat, jamaah salat rawatib (salat lima waktu) dan tarawih di masjid dilakukan di rumah. 

3. Ketiga mengimbau umat Islam untuk lebih meningkatkan amal shalih, salah satunya dengan membantu fakir-miskin dan dhuafa. Melalui penyaluran zakat, infak dan shadaqah. Khusus, terkait zakat dapat dibayarkan lebih cepat dari waktunya (ta’jil az-zakat).

4.    Keempat mengajak umat Islam untuk meningkatkan solidaritas dan saling membantu antar sesama manusia. Dalam hal menjaga kesehatan bersama dan mencegah penyebaran COVID-19, saling menjaga ketertiban dan keamanan, serta saling menanggung dan membantu kebutuhan (At-takaful wat-ta’awun).

5.    Kelima, menyeru pemerintah agar membatasi secara ketat pergerakan masyarakat yang akan melaksanakan mudik ke daerah lain. Diarahkan silaturahmi saat lebaran dilakukan secara online.

6.    Keenam mendorong para pengelola media massa, khususnya TV dan radio, agar mempersiapkan berbagai acara siaran Ramadhan yang sejalan dengan nilai-nilai al-akhlak, al-karimah dan semangat gotong-royong, saling membantu dan berlomba dalam kebaikan. (madaninews.id/17April2020)

Rekomendasi MUI semata-mata untuk mengurangi penyebaran virus corona. Sungguh ironisnya negeri ini, penanganan yang lambat berakibat hingga bulan ramadan. Ibadah yang seharusnya dilebih utamakan ke mesjid, sekarang sebaliknya hanya dilakukan di rumah saja. Negara sudah seharusnya memberikan jaminan keamanan setiap rakyatnya dalam pelaksanaan ibadah. Karena pada hakikatnya negara adalah peri’ayah bagi rakyatnya sendiri. 

Berbeda ketika saat ini, negara abai dalam pemenuhan kebutuhan rakyatnya. Negara masih ketakutan dalam menghadapi wabah corona. Segelintir aturan pun dilakukan mulai dari karantina wilayah hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Padahal jauh dari itu, rakyat berharap wabah corona segera hilang dari Indonesia. 

Dalam Islam, ramadan menjadi momen yang sangat penting dalam perjuangan. Banyak hikmah di dalamnya untuk mengingatkan akan persatuan kaum muslimin. Tentu, ini didukung dengan Negara yang memiliki peran penting dalam mengurusi rakyatnya. Penerapan Islam yang sempurna tentu menyelesaikan problematik umat. Dalam Islam pun pernah terjadi wabah tha’un saat bulan ramadhan. 

Wabah (tha’un) yang terjadi pada tahun 131 Hijriah dalam bulan Rajab. Wabah ini kian mewabah dalam bulan Ramadan, di Kota Sikkatul Marbad. Setiap hari sebanyak seribu orang meninggal dunia akibat wabah ini. Namun, dalam bulan Syawal wabah ini mulai berkurang. Di Kota Kufah juga, lanjut al-Madaini, pernah terjadi penyakit tha’un pada tahun 50 Hijriah. Al-Mughirah bin Syu’bah wafat akibat penyakit ini. Tetapi karena Negara tanggap dalam menghadapinya, maka berkuranglah wabah tersebut. 

Maka, Islam mengajak kepada umat muslim untuk meraih takwa dan keberkahan di ramadan ini. Ketakwaan diraih oleh individu, keluarga dan masyarakat. Kunci mewujudkan ketakwaan individu, keluarga maupun masyarakat tidak lain dengan menerapkan syariah Islam secara menyeluruh (kaffah). Sehingga, akan dirasakan oleh seluruh penduduk negeri. 

Penduduk negeri yang beriman dan bertakwa adalah mereka yang secara bersama-sama melaksanakan seluruh perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya. Mereka secara bersama-sama menjadikan hukum-hukum Allah, yakni syariah Islam, untuk mengatur kehidupan mereka. Dengan taat terhadap hukum-Nya. Maka, akan mendapatkan keberkahan yang luar biasa di ramadan. Semoga wabah corona ini berakhir dengan cepat dan Allah angkat dari negeri Indonesia. 

Wallahu’alam bi shawab.



Penulis Ummu Athifa

Editor: Siti Muchliza Ade Ratrini


BACA JUGA : Mengapa Harus Pindah Ibukota Disaat Wabah Melanda

 


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.