Kontribusi Guru dalam Berdakwah di Tengah Pandemi

Hot News

Hotline

Kontribusi Guru dalam Berdakwah di Tengah Pandemi



(Ilustrasi/Fathin-www.dapurpena.com)


Oleh : Wahyu Utami S.Pd*


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku akan bekerja lebih keras karena terinspirasi guru-guru di daerah. Selama masa pandemi korona sekarang, guru-guru terpaksa menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Tidak sedikit guru-guru di daerah terutama daerah terpencil yang kesulitan mengajar jarak jauh karena keterbatasan jaringan internet.

 Sebagai solusi, guru-guru tersebut mengajar melalui kunjungan dari rumah ke rumah. Hal ini disampaikan Nadiem dalam diskusi Adaptasi Sistem Pendidikan Selama Covid-19 (Republika.co.id 16/5/2020).

Mendikbud Nadiem Makarim mengakui tantangan dunia pendidikan di masa pandemi ini karena jaringan internet dan listrik belum merata di seluruh Indonesia. Masih ada daerah terpencil yang mengalami keterbatasan sambungan listrik sehingga tidak bisa memanfaatkan program TV edukasi di TVRI yang dibuat Kemendikbud. Masalah ketiadaan listrik di daerah terpencil membutuhkan penanganan yang panjang, selain itu juga melibatkan kementrian yang lain.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang pendidikan, Retno Listyarti menyayangkan kebijakan Kemendikbud dan dinas pendidikan setempat yang tidak menyiapkan guru untuk mampu melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Banyak laporan wali murid yang masuk ke KPAI yang mengeluhkan pembelajaran ini. KPAI meminta Kemendikbud mencari solusi atas permasalahan ini.

Fakta di atas hanyalah salah satu potret lemahnya negara dalam memberikan sarana prasarana yang mendukung keberhasilan proses pendidikan di masa pandemi ini.

Padahal masih banyak persoalan lain yang belum terselesaikan seperti minimnya gaji guru, beratnya tugas administrasi, beban kurikulum yang bertumpuk dan lain-lain. Semua persoalan yang muncul ini bersumber pada lemahnya riayah (pengurusan) negara yang berbasis sistem kapitalis sekuler. Dari sini, kita bisa merasakan dunia pendidikan makin terpuruk di masa pandemi ini.

Oleh karena itu kita para guru harus semakin menyadari kebutuhan akan adanya sistem alternatif sebagai pengganti sistem lama yang sudah rapuh. Menjadi tugas kita bersama untuk ikut andil menyadarkan umat bahwa Islam adalah harapan tatanan dunia baru yang akan menjadi solusi dari semua permasalahan kehidupan. Islam tidak hanya agama spiritual, tapi Islam adalah sebuah ideologi yang diturunkan oleh Allah SWT. bagi manusia yang memuat aturan kehidupan secara rinci dan lengkap. Kontribusi apa yang bisa guru berikan?

Pertama, para guru harus bersungguh-sungguh menyempurnakan ketaatan kepada Allah SWT. dengan mengkaji islam secara rutin. Tumbuhkan kesadaran dalam diri, menuntut ilmu agama dan menyampaikannya adalah kewajiban setiap muslim tidak terkecuali para guru.

Kedua, guru harus memaksimalkan peran sebagai pendidik generasi pembangun peradaban umat. Peran guru sangat strategis karena bisa menjadi bagian dari penyampai Islam kepada siswa. Guru bisa melakukannya dengan selalu mengaitkan materi yang diajarkan dengan Islam.

Ketiga, guru menjadi bagian dari perjuangan penegakan syariat Islam yaitu dengan aktif berdakwah di tengah-tengah umat. Tidak kita pungkiri, profesi guru masih menempati kedudukan yang istimewa di tengah umat karena dianggap sebagai orang yang berilmu. Kita bisa memanfaatkan kedudukan tersebut untuk memaksimalkan peran kita dalam dakwah ini.

Cepat atau lambat, perubahan dunia pasti akan terjadi. Menjadi pelaku atau penonton adalah sebuah pilihan. Pilihlah posisi yang terbaik yang akan kita persembahkan kelak di hadapan Allah SWT., Rabb pencipta alam.

 


*/Penulis adalah Guru di Bantul, Yogyakarta

Editor : Fathin R.S


BACA JUGA :  Doubel Pandemi Global (Kelaparan dan COVID-19)




This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.