Pelonggaran PSBB, Untuk Kepentingan Siapa?

Hot News

Hotline

Pelonggaran PSBB, Untuk Kepentingan Siapa?



(Ilustrasi/Naufal-www.dapurpena.com)


Oleh : Kartini, S.Pd


Atas nama rakyat. Itulah slogan yang dilontarkan setiap kali pemerintah membuat sebuah kebijakan. Khususnya di tengah badai covid-19 di Indonesia yang belum usai bahkan cenderung masih naik dan datar kurvanya. Pemerintah Indonesia melalui kementrian Menkoplhukam mengatakan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan skenario untuk pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di bidang ekonomi atas pertimbangan penghidupan  rakyat yang kesulitan mencari nafkah dan belanja di tengah tuntutan pelayanan kesehatan.

Benarkah rencana itu dengan pertimbangan penghidupan Rakyat?

Salah satu anggota fraksi DPR dari PKS mengatakan bahwa rencana Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hanya untuk kepentingan segelintir pebisnis, mengingat di tengah badai covid ini banyak bisnis-bisnis yang hampir bangkrut. Berdasarkan rencana pemerintah tersebut, ada beberapa hal yang seharusnya lebih dipertimbangkan oleh pemerintah. Pertama, untuk kondisi saat ini korban positif covid-19 masih cukup tinggi, sehingga keselamatan nyawa rakyat apabila ada pelonggaran PSBB akan sangat terancam, rakyat akan kembali menjadi korban untuk kedua kalinya. Kedua, rencana tersebut akan menimbulkan dualisme keresahan masyarakat yaitu keresahan akan terjangkit virus covid 19 dan keresahan akan semakin lamanya waktu untuk kehidupan yang kembali kepada kondisi normal. Ketiga, jaminan pemenuhan kebutuhan rakyat seharusnya ditanggung oleh pemerintah dengan  tanpa pengecualian, sehingga rakyat tidak merengek kesulitan dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Memang dari awal pemerintah tidak serius dalam menangani penyebaran virus covid-19 di Indonesia, dari awal pemerintah lebih mementingkan kondisi ekonomi dan para pengusaha dari pada keselamatan nyawa rakyat. Inilah wajah sesungguhnya dari sistem pemerintahan kapitalisme yang  menyelesaikan masalah dengan masalah  tanpa memperhatikana dampaknya dan lebih menimbang untung rugi dalam pengurusan urusan rakyat khususnya dalam menyelamatkan nyawa rakyat di tengah masa wabah yang masih tinggi.

Bedahalnya dengan Pemerintahan dalam sistem Islam, yang menyelesaikan masalah tuntas sampai ke akarnya. Berkaitan dengan penangan masalah di masa pandemi, maka sistem ini dengan kekuatannya akan mengeluarkan masyarakat dari keterpurukannya. Pertama, akan menanamkan aqidah yang kuat pada semua masyarakat. Rakyat akan sangat yakin bahwa wabah adalah qodho (ketetapan dari Allah SWT), sehingga rakyat tidak mudah stres. Bahkan pemerintah dalam Islam bersama sama dengan rakyat akan intropeksi diri, bisa saja wabah adalah teguran dari Allah SWT agar semuanya taubat dengan taubatan nasuha. Kedua, khusus dalam penanganan ketika ada wabah, maka sistem islam telah mencontohkan solusi terbaik yaitu melakukan lockdown baik parsial pada wilayah yang terdampak atau menyeluruh dan menjamin semua kebutuhan rakyat yang terdampak covid-19, hal ini sesuai dengan sabda Rasul saw.

Jika sejak awal Islam dijadikan sandaran penyelesaian penyebaran wabah Covid-19, ini tak akan merembet kemana-mana. Sebab sistem Islam adalah sistem penyelesaian masalah yang sempurna. Allah berjanji dalam QS Al Maidah ayat 3:

 

“Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagimu.”

 

Maka, masihkah kita ragu dengan solusi yang ditawarkan Islam?

Allahu’alam biAshowab



 

*/ Penulis adalah pemerhati Kondisi Umat


 Editor : Hadhil Channel


BACA JUGA :  Mudik atau Pulang Kampung? Rakyat Butuh Kepastian


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.