Penghinaan Terhadap Islam Akibat dari Islamofobia

Hot News

Hotline

Penghinaan Terhadap Islam Akibat dari Islamofobia

 

Oleh : Eka Putri Azzuhra*

 

Belum lama ini sebuah peristiwa yang kembali menciderai perasaan kaum muslim diseluruh dunia telah terjadi. Bagaimana tidak, dikutip dari laman sebuah website yang menyebutkan bahwa di Ibu Kota Norwegia, Oslo, seorang pengunjuk rasa anti-Islam merobek-robek halaman Alquran.

Sedikitnya ada 30 orang yang ditangkap polisi Norwegia. Seperti dilansir Deutsche Welle (DW) pada Ahad (30/8), unjuk rasa anti-Islam itu diorganisir kelompok Stop Islamisasi Norwegia (SIAN). Unjuk rasa berlangsung di dekat gedung parlemen Norwegia. Sementara itu dilaporkan kantor berita DPA (Deutsche Presse-Agentur) ratusan pengunjuk rasa lainnya juga berkumpul dengan meneriakkan tidak ada rasis di jalanan kami.

Situasi kian memuncak ketika seorang wanita yang merupakan anggota SIAN merobek halaman Alquran dan meludahinya. Wanita itu sebelumnya pernah didakwa kemudian dibebaskan atas ujaran kebencian.
aparat kepolisian menembakkan semprotan merica dan gas air mata untuk memisahkan kelompok-kelompok yang bentrok. Pada akhirnya SIAN mengakhiri unjuk rasa lebih awal dari yang direncanakan. (
www.viva.co.id)

Hal serupa juga terjadi yang mana tindakan aktivis-aktivis sayap kanan Swedia membakar Al-Qur'an di Kota Malmo, Swedia memicu kerusuhan. Polisi mengatakan kerusuhan terjadi setelah sekitar 300 orang berkumpul untuk menggelar unjuk rasa. (https://m.republika.co.id)

Tindakan sebagian orang yang ada di Swedia dan Norwegia dalam melecehkan kitab suci ummat Islam kembali membangkitkan amarah kaum muslimin. Memang kejadian ini bukanlah yang pertama kali. Pada masa yang silam juga pernah terjadi kejadian serupa. Pembakaran, pelecehan, penghinaan, serta penindasan terus-menerus ditujukan kepada Islam. Tak hanya Al-Qur'an, Rasulullah ﷺ, syariatNya, bahkan ajarannya semisal Khilafah serta para pendakwahnya di berbagai belahan dunia kini masih terus merasakan kekejaman dan kezaliman oleh rezim yang anti-Islam maupun kelompok-kelompok anti-Islam. Lalu mengapa kejadian ini terus berulang, bukankah sudah ada keadilan dan kebebasan dalam beragama?

Pertama, peristiwa penistaan terhadap Islam, al Qur’an, Rasulullah dan syariat-Nya menunjukkan perasaan ketidaksukaan, perasaan takut terhadap Islam dan ajarannya, bahkan menganggap Islam adalah agama kekerasan. Istilah ini lebih dikenal sebagai Islamofobia.

Islamofobia sendiri muncul akibat dari penyakit sistematis masyarakat barat yang sekuler. Sekuler adalah pemisahan agama dari kehidupan. Orang-orang Barat tidak menyukai jika Islam masuk pada ranah perpolitikan, mengatur sistem aturan kenegaraan dan bahkan membenci kaum muslimin yang taat secara kaffah pada ajaran Islam. Sungguh disayangkan, ternyata sebagian penyakit islamofobia ini menjangkiti kaum muslimin itu sendiri akibat dari tertular islamofobia Barat.

Kedua, hilangnya penjagaan kehormatan dan kemuliaan terhadap Islam, menunjukkan gagalnya secara sistemik aturan yang mengatur keadilan dan kebebasan dalam beragama. Hal yang demikian tidak akan terjadi pada masa Rasulullah SAW. Apalagi ketika Rasulullah SAW telah menjadi kepala negara dalam institusi daulah Khilafah Islamiyyah. Rasulullah SAW telah memberikan contoh nyata bagaimana kehormatan Islam dan kaum muslimin harus dilindungi. Tatkala ada peristiwa tersingkapnya aurat seorang muslimah yang dilakukan oleh orang Yahudi Bani Qoinuqo’, Rosululloh SAW bertindak tegas dengan melakukan pengusiran kaum Yahudi tersebut dari Madinah. Hal yang demikian juga dipraktikkan oleh penguasa muslim selanjutnya seperti ancaman tegas bagi Prancis dan Inggris oleh Khalifah Abdul Hamid yang akan mengobarkan jihad. Tatkala akan diadakannya pertunjukan teater di negeri tersebut yang isinya adalah penghinaan terhadap Rasulullah SAW. Mereka gentar dengan ancaman tersebut yang pada akhirnya berujung pada pembatalan. (https://www.muslimahnews.com)

Al Qur'an adalah kitab suci umat Islam. Al Qur’an merupakan kitab yang diturunkan Allah SWT kepada baginda Rasulullah SAW, mukjizat terbesar yang dimiliki oleh Rasulullah. Kitab suci yang dijaga kemurniannya langsung oleh Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al Hijr ayat ke 9 yang artinya: “Sungguh kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan sungguh kami benar-benar menjadi pemeliharanya”. Maka demikian, kaum muslimin haruslah sangat mencintai Alqur’an, memuliakannya, dan berusaha agar dapat melaksanakan semua isi dalam Alqur’an dikehidupan sehari-hari serta membelanya jika ada yang melecehkan.

Seharusnya penistaan terhadap Islam dan ajarannya menjadi pemicu kesadaran kaum Muslimin untuk berpikir bahwa tak akan pernah ada penjagaan kepada Islam dan kaum Muslimin tanpa adanya al-Junnah (perisai), yakni Khalifah. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ, ”Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)

Sejatinya hanya Khilafah yang mampu menjaga Islam dengan kemuliaannya. Ketiadaan Khilafah-lah yang menjadikan Islam, Al-Qur'an, serta kaum Muslimin menjadi sasaran empuk para kelompok anti-islam untuk menghinakannya. Khilafah sendiri adalah institusi dalam penerapan syariat Islam secara kaffah, yang dipimpin oleh seorang khalifah. Dengan institusi ini, Islam sebagai agama dan pedoman hidup akan melahirkan masyarakat yang sehat yakni masyarakat yang menjaga kemuliaan Islam, hidup dalam ketaataan secara total dan merasakan kemakmuran serta kesejahteraan. Dan yang paling penting adalah masyarakat yang terhindar dari Islamofhobia. Bukan hanya itu, dengan institusi ini keharmonisan antar individu umat beragama juga akan tetap terjaga karena masyarakatnya bisa saling hidup berdampingan tanpa adanya konflik keagamaan. Wallahu’alam bi ash showab.


*penulis adalah praktisi pendidikan

Editor : M.N. Fadillah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.