Penghinaan Terhadap Islam Buah dari Sistem Sekuler

Hot News

Hotline

Penghinaan Terhadap Islam Buah dari Sistem Sekuler


 Oleh : Rosyidah, S.H.*

Ketegangan memuncak di Ibu kota Norwegia, Oslo ketika seorang pengunjuk rasa anti-Islam merobek-robek halaman-halaman Alquran. Kepolisian Norwegia sampai menembakkan gas air mata untuk memisahkan dua kelompok yang bentrok. Sedikitnya ada 30 orang yang ditangkap polisi Norwegia. Akibat bentrokan itu, unjuk rasa anti-Islam di Oslo pada Sabtu (29/8) membuat acara itu diakhiri lebih awal dari jadwalnya. Seperti dilansir Deutsche Welle (DW) pada Ahad (30/8), unjuk rasa anti-Islam itu diorganisir kelompok Stop Islamisasi Norwegia (SIAN). Unjuk rasa berlangsung di dekat gedung parlemen Norwegia.

            Sementara itu dilaporkan kantor berita DPA ratusan pengunjuk rasa lainnya juga berkumpul dengan meneriakkan tidak ada rasis di jalanan kami. Situasi ini pun memuncak ketika seorang wanita yang merupakan anggota SIAN merobek halaman Alquran dan meludahinya. Wanita itu sebelumnya pernah didakwa kemudian dibebaskan atas ujaran kebencian. Dalam unjuk rasa itu, wanita tersebut mengatakan pada para pengunjuk rasa "lihat sekarang saya akan menodai Alquran." (https://www.viva.co.id/berita/dunia/1297575-bentrok-di-norwegia-usai-seorang-wanita-merobek-dan-meludahi-alquran?medium=home&link=terbaru )

            Selain penghinaan terhadap al Qur’an, terjadi pula penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw. Kabar terbaru datang dari Majalah mingguan satir Perancis Charlie Hebdo. Di mana majalah mingguan ini mencetak lagi kartun Nabi Muhammad di edisi terbarunya. Bahkan kartun itu ludes terjual dalam sehari. Edisi yang terbit pada Rabu (2/9/2020) itu menampilkan belasan kartun yang mengejek Nabi Muhammad, termasuk gambar yang memicu protes besar saat pertama kali diterbitkan. Charlie Hebdo mendistribusikan tiga kali lebih banyak dari kuota cetak normalnya pada Rabu, dan langsung terjual habis dalam sehari. Bahkan saking banyaknya peminat, Charlie Hebdo akan menerbitkan 200.000 eksemplar tambahan yang akan tersedia di kios-kios koran Perancis mulai Sabtu (5/9/2020). (https://ternate.tribunnews.com/amp/2020/09/06/majalah-charlie-hebdo-kembali-cetak-kartun-nabi-muhammad-ludes-terjual-sehari?page=2)

            Penghinaan terhadap agama Islam baik kepada kitab Al Qur’an maupun kepada Nabi Muhammad saw semakin banyak terjadi. Bahkan kepada ajaran Islam yang lain. Hal tersebut akan terus terjadi secara berulang-ulang jika tetap dalam sistem sekuler. Di dalam sistem ini ada empat Kebebasan yang di tetapkan yaitu kebebasan beragama, kebebasan pers, kebebasan mengeluarkan pendapat, dan kebebasan berkumpul. Empat kebebasan tersebut merupakan hak asasi manusia yang dijamin keberadaannya oleh negara. Dengan adanya kebebasan mengeluarkan pendapat atau kebebasan berekspresi, para pembenci Islam akan semakin menjadi-jadi dalam melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap Islam. Karena mereka merasa di dukung dan di fasilitasi dalam segala hal.

Ini juga menjadi bukti bahwa islamophobia adalah penyakit sistematis yang di alami oleh masyarakat Barat yang sekuler. Islamophobia tidak hanya ditujukan untuk menyerang individu dan kelompok Islam saja, namun juga terhadap ajaran Islam. Ajaran- ajaran Islam seperti dakwah, khilafah, dan jihad di anggap sebagai pemicu kekhawatiran dan ketakutan mereka. Alhasil segala cara mereka tempuh untuk menyerang Islam dan para pemeluknya. Bisa melalui pemikiran, propaganda, bahkan dengan cara yang memicu kemarahan kaum muslimin yaitu dengan melakukan penghinaan dan pelecehan secara terang-terangan. Meski negara Barat menganggap tindakan ini melawan hukum, namun munculnya kembali aksi sejenis ini menggambarkan kegagalan sistemik untuk  menjamin keadilan dan kebebasan beragama.

            Umat Islam akan merasa sangat marah dan bereaksi keras melawan pihak-pihak yang melakukan pelecehan dan ‎penistaan terhadap Alquran sebagai kitab suci yang merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw. karena  Alquran adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. selain itu Umat Islam mempunyai tanggungjawab untuk membela Rasulullah SAW. karena hanya namanya yang dengan amat mulia berdampingan dengan nama Allah SWT dalam untaian kalimat syahadatain. ''Asyhadu Anla Ilaaha IllaalLaah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah''. Sungguh mulia Nabi Muhammad dengan sosok beliau yang ma'shum.

            Untuk menghentikan berbagai pelecehan tersebut secara menyeluruh hanya bisa dilakukan jika menerapkan sistem Islam yakni khilafah.  Khilafah akan menjamin lahirnya masyarakat yang mampu menjaga kemurnian ajaran Islam namun tetap bisa menjaga harmoni antar individu umat beragama. Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi toleransi. Wujud toleransi agama Islam adalah menjunjung tinggi keadilan bagi siapa saja, termasuk non-Muslim. Islam melarang keras berbuat zalim serta merampas hak-hak mereka. Islam pun melarang keras membunuh kafir dzimmi, kafir musta’min, dan kafir mu’ahad.

            Namun Islam juga sangat tegas dalam menyikapi para penista agama. Para ulama sepakat bahwa perbuatan mencela, menghina, dan merendahkan Islam seperti mencaci maki Allah dan Rasul-Nya atau melecehkan al Qur’an adalah perbuatan dosa besar yang menyebabkan seseorang dihukumi murtad keluar dari Islam jika pelakunya muslim. Dan bila pelakunya orang kafir, maka ia termasuk kedalam golongan kafir harbi yang boleh untuk diperangi.

Inilah bukti kecintaan setiap muslim kepada agamanya. Cukuplah akidah dan syariah Islam menjadi ukuran dan pegangan hidupnya. Keduanya menjadi kunci kebangkitan Islam. Sejarah telah mencatat bahwa dengan berpegang teguh pada akidah dan syariat Islam, umat Islam tampil sebagai umat terbaik yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Wallahu’alam bis shawab.


Penulis adalah aktivis muslimah

Editor : Khairun Nisa Panggabean

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.