Layakkah Korean Wave Menjadi Inspirasi?

Hot News

Hotline

Layakkah Korean Wave Menjadi Inspirasi?

 

Oleh: Eka Putri Azzuhra

Anda mengenal K-Pop dan K-Drama? Siapa yang tak mengenal 2 hal ini, apalagi dikalangan sebagian besar para remaja hal tersebut telah menjadi hiburan yang senantiasa mengisi waktu luang. K-Pop menjadi daya tarik tersendiri karena bukan hanya para penyanyinya yang menawan, namun juga lagunya yang mengagumkan dan dance-nya yang berhasil memikat para pencinta K-Pop.

Tak ketinggalan K-Drama juga menjadi tontonan yang mengasyikkan karena jalan ceritanya selalu membuat penasaran, menguras perasaan dan tak sedikit yang meneteskan air mata kesedihan. Lantas apakah K-Pop dan K-Drama hanya sebatas hiburan? Sebagaimana halnya sinetron Indonesia yang tak pernah habis jalan ceritanya.

Baru-baru ini sebuah pernyataan dari wakil presiden Bapak KH Ma’ruf Amin mendapat banyak sorotan. Sebagaimana dilansir dari laman website tirto.id beliau menyebutkan bahwa "Maraknya budaya K-pop diharapkan juga dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia dalam berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri," kata Ma'ruf Amin dalam keterangannya untuk peringatan 100 tahun kedatangan orang Korea di Indonesia, Ahad (20/9/2020). (https://tirto.id/maruf-amin-harap-tren-k-pop-dorong-kreativitas-anak-muda-indonesia-f4Pr)

Pada laman website cnnindonesia.com Juru Bicara Wakil Presiden Indonesia, Masduki Baidlowi meluruskan bahwa pernyataan wapres bermaksud untuk mengambil inspirasi dan pengalaman Korea. Korea berhasil mengemas budaya pop menjadi bisnis yang menambah devisa negara, seperti nilai ekspor industri musik Korea pada 2018 mencapai US$564,2 miliar.

"Inilah yang semestinya menjadi inspirasi anak muda Indonesia," ucap Masduki. "Titik tekan Wapres adalah agar kita bisa belajar dari kemajuan Korea. Kita jangan sekadar menjadi konsumen produk kebudayaan populer Korea." "Tapi kita belajar dan mengambil inspirasi dari pengalaman Korea, khususnya dalam suksesnya mengenalkan budaya ke mancanegara," kata Masduki. (https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20200924162539-227-550544/jubir-wapres-tak-kampanye-anak-muda-indonesia-tonton-k-pop)

Layakkah K-Wave menjadi inspirasi dan teladan?

Budaya Korea yang masuk ke Indonesia melalui maraknya K-Pop dan K-Drama bukan lagi menjadi rahasia umum. Bukan hanya lagu dan drama yang mulai menjamur namun juga sampai pada fashion, food, language bahkan permainan komputer menjadi mesin utama popularitas Korean Wave. Selain menyuguhkan para oppa dan onnie berwajah good looking, faktor utama kesuksesan K-Wave juga ditopang kolaborasi dukungan pemerintah Korea Selatan dan inovasi serta inisiatif sektor swasta sebagai faktor utama kesuksesan K-Wave.

Banyak yang mengira bahwa kehidupan glamour artis-artis Korea penuh dengan kebahagiaan. Namun jika kita lihat secara mendalam bahwa kehidupan artis Korea tak seindah bayangan mata. Bagaimana tidak? Misal operasi plastik menjadi sebuah ‘aktivitas wajib’ jika ingin menjadi idol.

Saat menjadi trainee (sebutan untuk calon artis K-pop) mereka akan berlatih keras, mereka wajib menjaga fisik bahkan kebanyakan harus menjalani diet yang ekstrem demi memiliki badan yang menurut mereka ideal. Saat menjadi bintang mereka harus terus berkompetisi hingga tak jarang melakukan bunuh diri karena tidak kuasa menghadapi kehidupan yang begitu keras.

Memang benar, artis-artis Korea mampu menghasilkan materi bagi para pelaku industrinya. Namun istilah kontrak ‘budak’ juga menjadi hal yang paling menyedihkan bagi para artis Korea  karena banyak kontrak kerja idol ini sangat merugikan artisnya, Kontraknya sangat lama dan pembagian keuntungan untuk artis sangat kecil. Lantas dari sisi mana kita bisa menjadikan mereka sebagai inspirasi?

Korean Wave memang menghasilkan devisa besar bagi negara Korea, namun nyatanya Korean wave berkontribusi besar pula dalam mengekspor budaya kerusakan ke seluruh dunia. Mengapa? Kita bisa melihat bahwa ketika banyak kalangan remaja yang mengkonsumsi secara terus-menenus Korean Wave akan membuat mereka kagum dan secara tidak langsung mereka akan terbawa arus dalam mengikuti kebudayaan Korea. Sehingga wajar banyak anak remaja yang hanya peduli dengan tampilan fisik, mencoba berbagai macam skincare agar bisa tampil seperti eonnie yang diidolakan, belajar dengan tekun untuk mengetahui kebudayaan Korea mulai dari language sampai mencoba makanan minuman ala-ala Korea, rela menghabiskan uang untuk membeli produk-produk Korea dan mengikuti konser idol yang diimpikan. Beginikah ouput remaja kita hari ini?

Sungguh disayangkan generasi yang seharusnya menjadi ujung tombak peradaban bangsa justru tergerus dengan kondisi zaman. Sepatutnya generasi muslim yang memiliki semangat belajar yang tinggi diarahkan untuk mempelajari agamanya sendiri sehingga mereka lebih kenal dan dekat dengan Islam, terus menanamkan kecintaan pada Islam di benak mereka, menumbuhkan rasa bangga terhadap identitasnya sebagai muslim, mengajak mereka untuk menebar kebaikan Islam, mempromosikan ajaran Islam serta mengkampanyekan Islam menjadi sumber life style global. Karena Islam terbukti sebagai agama yang mewujudkan rahmatan lil alamin, mengingat bahwa negeri ini adalah negeri yang mayoritasnya muslim.

Cukuplah Rasulullah, sahabat-sahabat rasul dan para pejuang agama Allah sebagai inspirasi bagi generasi muslim. Sebagaimana bisa kita saksikan pemuda muslim seperti Zaid bin Tsabit (13 tahun) seorang penulis wahyu. Dalam 17 malam mampu menguasai bahasa Suryani sehingga menjadi penterjemah Rasul Shallallu’alalihi wasallam. Hafal kitabullah dan ikut serta dalam kodifikasi Al Qur’an.

Zubair bin Awwam (15 tahun) pemuda yang pertama kali menghunuskan pedang di jalan Allah yang diakui oleh Rasul Shallallahu’alaihi wasallam sebagai hawari. Thalhah bin Ubaidullah (16 tahun) seorang pemuda Arab yang paling mulia. Berbaiat untuk mati demi Rasul Shallallahu’alaihi wasallam pada perang Uhud dan menjadikan dirinya sebagai tameng bagi Nabi. Muhammad Al Fatih (22 tahun) sebagai penakluk Konstantinopel ibu kota Byzantium pada saat para jenderal agung merasa putus asa.

Masya Allah begitulah tinta sejarah mencatat nama-nama mereka yang mulia, memberi kontribusi besar bagi agama dan selalu dikenang sepanjang masa. Semoga generasi muslim hari ini dapat memilih hal-hal yang benar untuk dijadikan sebagai insprasi. Wallahu’alam bi ash showab.

 

Editor : Fadillah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.