Polemik Pendidikan dan Pembelajaran Jarak Jauh

Hot News

Hotline

Polemik Pendidikan dan Pembelajaran Jarak Jauh

 

Oleh: Eva Suci Ramadhani S.Pd

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan tahun ajaran baru dimulai pada pertengahan Juli 2020.  Sebelumnya Ikatan Guru Indonesia (IGI) telah mengusulkan agar Kemendikbud menggeser tahun ajaran 2020/2021 ke Januari 2021 karena pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Namun pemerintah tidak memundurkan tahun ajaran baru, Kemendikbud  beralasan, jika tahun ajaran baru diundur akan muncul kebingungan kebijakan dan beberapa konsekuensi yang harus disinkronkan.

Sejak tahun ajaran baru, sebanyak 62,5 juta anak di Tanah Air mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi belajar dengan menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah dari rumah akibat pandemi Covid-19.

 

Kebijakan Nadiem Disorot Selama Pandemi

Selama pandemi, Nadiem mengeluarkan berbagai aturan, namun tak disertai dasar hukum dari undang-undang terkait pendidikan. Sejak new normal diberlakukan, sistem pendidikan Indonesia pun mau tak mau menerapkan adaptasi kebiasaan baru selama pandemi. Salah satu kebijakan yang diambil adalah membuka sekolah secara tatap muka secara aman.

Alasan pembukaan sekolah mengacu data pemerintah mengenai kasus Corona di masing-masing daerah. Semula hanya sekolah di zona hijau, kemudian di zona kuning yang boleh dibuka, kendati tak wajib.

Namun kebijakan tersebut memicu munculnya klaster baru di sejumlah sekolah. Hal ini jadi salah satu evaluasi dari Panitia Kerja (Panja) Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Komisi X DPR RI, Kamis (27/8/2020). Panja ini bekerja sebulan selama Juni-Juli untuk mengevaluasi kebijakan Mendikbud dan Dikti, Nadiem Makarim selama pandemi. (Tirto.id,28/08/2020).

 

Lempar Tanggung Jawab Kepada Pemda

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda menyebut ada sekitar 53 guru positif COVID-19 saat pendidikan tatap muka dibuka di zona kuning. Nadiem menampik kebijakan pembukaan sekolah tersebut memicu klaster baru Corona. Ia mengatakan menurut hasil investigasi Kemendikbud guru tersebut sudah tertular sebelum mengajar secara tatap muka.

Terkait pembukaan sekolah tatap muka, Nadiem melemparkan tanggung jawab kepada pemerintah daerah, karena instruksi dari pemerintah pusat bersifat pilihan dan bukan paksaan. Kemendikbud mencatat sekolah tatap muka di zona hijau ada 7 persen dan di zona kuning 36 persen pada Juli dari total jumlah sekolah. (Tirto.id,28/08/2020).

 

Kondisi Pendidikan Tidak Jelas

Kondisi pendidikan selama pandemi yang tak jelas itu, tergambar dari kondisi masyarakat yang kepayahan mengikuti sistem pembelajaran baru. Penduduk Indonesia yang bisa akses digital mencapai 175,4 juta dari 272 juta orang, tapi 64 persen terpusat di perkotaan.

Para pelajar di daerah juga kesulitan fasilitas smartphone untuk bisa ikut belajar. Di sisi lain, akses internet juga tak merata. Serta ada para pendidik yang tak siap belajar dari rumah. Ketidaksiapan berkaitan kurikulum darurat yang belum ada.

Efektifitas PJJ juga sangat dipengaruhi oleh partisipasi orang tua. Faktanya tidak semua orang tua mampu mendampingi anak, salah satu faktornya karena ibu yang harus ikut bekerja untuk menopang ekonomi keluarga ketika para suami terkena dampak dalam pekerjaannya. Peran ibu yang terbagi waktu dan pikirannya akibat pemasukan berkurang sedangkan pengeluaran untuk kesehatan, kebutuhan rumah dan biaya pendidikan masih tinggi.

Masalah pendidikan seharusnya menjadi hal penting karena menyangkut nasib generasi kedepan. Perlu adanya tindakan konkrit dan support agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara optimal.

Izin penggunaan dana BOS dan BPO PAUD untuk pembelian pulsa paket data atau layanan pendidikan daring berbayar memang telah terlaksana di beberapa daerah. Namun, masih banyak anak-anak daerah yang terkendala tidak memiliki smartphone dan kesulitan mengakses sinyal hingga harus mendaki gunung untuk ikut pembelajaran.

 

Kesehatan Menjadi Alasan Utama PJJ.

Polemik PJJ tentu tidak akan berkepanjangan jika sejak awal pemerintah mampu mengatasi pandemi dengan baik dan cepat. Namun, kesehatan masih menjadi komoditas, dengan pelayanan berdasarkan kelas. Semua hal ini wajar terjadi dalam sistem kapitalisme yang menjadi asas setiap perbuatan dan kebijakan.

Terlebih kondisi negeri tak kunjung membaik, angka pasien yang terkena covid terus meningkat tajam, beberapa daerah mulai memberlakukan kembali PSBB, yang itu artinya akan kembali berdampak pada ekonomi dan juga pendidikan. Sekarang bukan hanya saatnya mengevaluasi pendidikan, tapi juga sistem kehidupan secara keseluruhan.

 

Islam Adalah Solusi

Dalam sistem Islam, kesehatan dan pendidikan  menjadi kebutuhan mendasar yang dijamin pemenuhannya oleh negara. Alih-alih menjadikan lahan bisnis, kesehatan dan pendidikan akan dijamin oleh negara sehingga mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi sedikitpun dengan kualitas dan pelayanan yang bermutu.

Terlebih saat genting seperti ini , sudah merupakan kewajiban mendasar seorang penguasa untuk cepat tanggap memberi solusi, dan melindungi rakyatnya. Penguasa tidak boleh lalai dan berlepas tangan dari penunaian kewajiban itu.

"Pemimpin adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus". (HR. Al-Bukhari)

Islam pernah begitu berjaya dalam mensejahterakan dan melindungi rakyatnya, semua rakyat dilindungi, diberikan serta di support fasilitas pelayanan kesehatan, dan pendidikan secara gratis dan terbaik tanpa memandang status. Para guru diberikan upah yang tinggi, semua rakyat hidup aman, terjamin dan sejahtera.

Sistem kapitalis benar-benar terlihat kebobrokannya. Saatnya kembali pada sistem Islam. Karena hanya sistem Islam yang bisa memperbaiki situasi negeri.

Perlindungan dan kesejahteraan rakyat  hanya bisa didapatkan apabila diterapkan Islam secara kaffah, seperti yang dicontohkan Rasulullah Shalallahu alayhi wasallam.

 

Editor: Fadillah

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.