Ganja, Komoditas Haram Yang Dihalalkan (Menyikapi Maju-Mundur Ganja sebagai Tanaman Obat Binaan di Indonesia)

Hot News

Hotline

Ganja, Komoditas Haram Yang Dihalalkan (Menyikapi Maju-Mundur Ganja sebagai Tanaman Obat Binaan di Indonesia)

 

Oleh: Yulita Andriani

Menarik berita yang diluncurkan CNBC Indonesia pada tanggal 30 Agustus 2020 yang lalu. Mereka memberitakan bahwa Kementan mencabut sementara Keputusan Menteri Pertanian No 104/2020. Disebutkan ada kontroversi dalam beleid tersebut, yaitu masuknya ganja (cannabis sativa)sebagai salah satu  komoditas binaan pertanian. Dan bahwa sebenarnya ganja sudah ada dalam daftar binaan seperti tertuang dalam Kepmentan No 51/2006, yaitu bahwa pengaturan ganja sebagai kelompok komoditas tanaman obat, hanya bagi tanaman ganja yang ditanam untuk kepentingan pelayanan medis dan atau ilmu pengetahuan, dan secara legal oleh UU Narkotika.

Belum lagi, ternyata perdagangan ganja ini, mendatangkan keuntungan bagi negara-negara yang melegalkan tanaman ini, yaitu Canada dan Uruguay. Bayangkan, nilai perdagangan besar ganja di Kanada pada Juni 2020 adalah CA$ 96,1 juta. Melonjak 106,44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/Yoy). Dan di Kanada sendiri, perusahaan-perusahaan budidaya ganja pun sudah masuk bursa. Ada empat emiten ganja utama, yaitu Canopy Growth Corp (valuasi pasar CA$ 6,76 miliar), Cronos Group (CA$ 2,36 miliar),Aurora Canabis (CA$1,115 miliar) dan Apharia (CA$ 1,37 miliar).

Bahkan, Pemerintah menghapuskan konsep 'Daftar Negatif Investasi' alias DNI dalam RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Cilaka). Pemerintah mengubahnya menjadi Daftar Prioritas. Yang demikian diungkapkan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saatberbincang dengan CNBC Indonesia, Selasa (4/2/2020). Iaber cerita, dalam Omnibus Law Cilaka ini, sektor UMKM menjadi prioritas dimana, izin untuk UMKM dipermudah."Bukan hanya izin, kalau sudah dapat izin semua langsung dapat. Nggak perlu minta izin ke A, B, C, D dan seterusnya," ungkap Suahasil. "Lalu kemudian untuk investasi yang untuk pengusaha kelas menengah, itu yang dulu daftar negative investasi (DNI) diubah. Kita nggak pakai daftar negative investasi, dan pesannya saja sudah negatif," katanya."Yang mencerminkan prinsip positif. Ini yang akan menjadi prioritas perekonomian," terangnya. "Semoga ini menjadi sinyal bagi investor dan orang yang memiliki tabungan untuk buka investasi," tegas Suahasil.

Adapun Daftar Negatif Investasi (DNI) yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 44 tahun 2016 akan dibedah menjadi daftar positif investasi (positive/white list investment). Daftar tersebut akan dirilis pada awal 2020. DNI akan dibuat dalam poin investasi yang dilarang dalam Undang-undang (UU) Cipta Lapangan Kerja yang menggunakan skema omnibus law. Berikut yang dilarang :

1.    Budidaya Ganja

2.    Pengangkatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam

3.    Industri Pembuat Chlor Alkali dengan Proses Merkur

4.    Penangkapan Spesies Ikan yang Tercantum Dalam Appendix I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora

5.    Industri Bahan Aktif Pestisida; ddt, aldrin, endrin, dieldrin, chordane, heptachlor, mirex, dan toxaphene

6.    Industri bahan kimia industri dan industry bahan perusak lapisan ozon

(sumber: CNBC Indonesia)

Ketika melihat sepak terjang pemerintah ini, dengan mengkaitkan antara mempermudah investasi melalui penghapusan daftar negatif, dan menjadikan ganja sebagai komoditas legal, apa yang Anda pikirkan? Sudah benarkah pemerintah membuat kebijakan seperti ini? Apa dampaknya bagi masyarakat ? Standar apa yang Anda pakai untuk menilai benar-salah, baik-buruk suatu kebijakan ataupun suatu perbuatan yang dihasilkan individu?


Makanan dan Minuman Kita, Keburukannya Merusak Tubuh dan Nilai Ibadah

Anda Muslim? Mari simak firman Allah Swt dalam QS. Al-Baqarah ayat 168 berikut ini:

Allah SubhanahuWaTa'ala berfirman:

"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamumengikuti langkah-langkahsetan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu."

Diperintahkan kepada kita makan makanan yang halal dan thoyyib (baik,bagus). Jadi itulah batasan makanan dan minuman yang kita konsumsi. Standarnya adalah halal dan thoyyib. Halal yang dimaksud tentunya adalah makanan atau minuman tersebut tidak diharamkan dalam syariat Islam. Jika makanan yang disembelih, makanan itu disembelih dengan menyebut nama Allah, bukan bangkai, bukan babi dan unsur-unsur yang menyertai babi, bukan hewan berkuku tajam seperti elang,kucing, anjing, silakan Anda dapat mencari sendiri, bahkan mbah google pun menyediakan daftar rinciannya.

Makanan yang thoyyib, maka pertama pasti halalnya, kemudian pastikan tidak mengandung hal-hal yang merusak tubuh. Yang jadi masalah disini, ganja ini tanaman yang diciptakan Allah Swt dan tidak ada lafadz dalil yang mengharamkannya secara jelas sepertihalnya babi. Maka kembalikan kepada hokum asal benda bahwa “Al-Ashlu fil Asyaa Al-IbahahillaDalilAttahrimi” yaitu bahwa hokum asal benda adalah boleh (mubah) kecuali ada dalil yang mengharamkan.

Kemudian dari yang mubah tadi, kita diminta memilah, mana yang member mudhorot mana yang member kebaikan. Memberi mudhorot berarti membawa keburukan(maslahat).

Para ulama fiqihm enetapkan Ganja atau Obat-obat jenis Narkotika termasuk kategori yang diharamkan, karena mengandung kemudhorotan seperti merusak akal, yang dari sini kemudian merusak jiwa dan tubuh manusia, seperti halnya khamr atau minuman beralkohol. Yang berlaku kaidah yang diambil disini adalah:

1.    Dalil Al-Qur’an  dalam QS. Al-Maidahayat 90 yang artinya:

“ Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamer dan judi, berkurban untuk berhala dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syetan, maka jauhilah perbuatan -perbuatanitu agar kalian beruntung.”

Jalaluddin al-Mahalli dan jalaluddin al-Suyuthi menafsirkan khamer dengan sesuatu yang menutupi akal manusia hingga dia mabuk (Tafsir al-jalalain, 2/258). Dalam Kamus LIsan al-‘Arab, Al-Zujaj juga menafsirkan dengan tafsiran yang sama. Menurutnya, khamer adalah sesuatu yang menutupi akal manusia hingga tidak berfungsi normal. Senada dengan tafsir Ibn Anbari, bahwa khamer itu meresap kedalam saraf otak hingga membuat relaksasi berlebihan dan tidak normal. Majma’ al-Bayan, 2/315.

Mengacu tiga penafsiran ini apakah pertanyaanya, apakah ganja memiliki sifat dan karakteristik seperti? Jika ganja memiliki sifat yang sama dengan khamer maka bias diterapkan kaidah qiyas. Artinya, dengan ditemukannya sifat-sifat khamer ini maka ganja dapat dianalogikan dengankhamer dan hukumnya sama dengan hukumnya khamer yaitu Haram.

2.    Marilah kita cerna hadits Nabi. Nabi Muhammad bersabda:

 

عن ابن عمر ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” كل مسكر خمر ، وكل مسكر حرام

Artinya: Dari Ibn Umar berkata: Rasulullah bersabda : setiap sesuatu yang memabukkan itu adalah khamer dan setiaps esuatu yang memabukkan hukumnya adalah haram. (HR:Muslim: NO 3826)

Bila sesuatu yang bias memabukkan itu disebut khamer dan haram hukumnya, maka kesimpulannya, apapun bentuk dan namanya, entah barang cair atau bukan seperti daun ganja atau marijuana, yang memiliki potensi  untuk memabukkan bila dikonsums itermasuk juga dibuat obat pasien. Maka hukumnya haram.

3.    Kaitannya dengan Ibadah yang dilakukan seorang Muslim

Sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW, beliauber sabda: “Halal itu jelas, haram juga jelas, diantara keduanya itu subhat, kebanyakan manusia tidak mengetahui, maka barang siapa yang menjaga dirinya dari barang subhat, maka ia telah bebas untuk agama dan kehormatannya, barang siapa yang terjerumus didalamnya, makaia seperti pengembala disekitar tanah yang dilarang yang dikhawatirkan terjerumus. Ingatlah, sesungguhnya bagi setiap pemimpin daerahl arangan. Larangan Allah adalah hal yang diharamkan oleh Allah, ingatlah bahwa dalam jasad terdapat segumpal daging, jika baik maka baiklah seluruhnya, jika jelek maka jeleklah seluruh tubuhnya, ingatlah itu adalah hati, (HR.Mutafaqun‘Alaih).

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda,

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidakakan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.'” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya kelangit serayaberdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makandari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015)

Begitu pula Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam mengatakan pada Sa’ad, : “Perbaikilah makananmu, maka do’amuakan mustajab.” (HR. Thobronidalam Ash Shoghir.

 

Hukum Makanan dan Minuman yang Haram dijadikan Komoditi

Pertanyaan selanjutnya tentu masih menggelitik apakah ganja boleh dijadikan komoditi jual beli?  Ketika sebuah benda diharamkan untuk dikonsumsi, maka menurut Imam Mawardi, barangitu juga haram dimanfaatkan untuk apa saja, sepertidibuatkomoditasekspor dan lain lain (Al-Hawi, 15/142).

Argumentasi tersebut juga sejalan dengan nalarhukum Imam Nawawi. Beliau mengatakan salah satu syarat sahnya barang yang bias dijadikan komoditas ekspor adalah barang itu harus suci. Konsekuensinya, tidak sah menjual barangnajis seperti khamer dan anjing. Karena kedua barang ini dzatnya najis (Minhaj al-Thalibin, 94). Sampai di sini sudah cukup jelas hukum ganja baik untuk dikonsumsi atau dikomodifikasi.

Dan jika kita merujuk pada dalil hadist Rasul Saw. :

“Dari Jabir ra. Ia mendengar Rasul Saw. bersabda,’Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya mengharamkan menjual arak, bangkai, babi dan berhala.Lalu ada yang berkata, Ya Rasulullah, bagaimana dengan lemaknya bangkai karena lemak bangkai ituuntuk mengecat perahu, mengolesi kulit dan digunakan sebagai pelita. Beliau menjawab, tidak, lemak itu haram. Lalu Rasul saw. bersabda, Allah telah memerangi Yahudi, sesungguhnya Allah setelah mengharamkan lemak bangkai mereka justru mencairkan lalu menjualnya, dan kemudian memakan harganya.” (HR.Bukhari)

Maka, jika kita merujuk Kembali kepada ganja, yang terkategori sebagai yang merusak akal, seperti halnya khamr, dijual pun tidak boleh.

 

Negara bertanggung jawabterhadap Peredaran Barang dan Makanan yang dikonsumsi Masyarakat

Islam itu mabda yang menjelaskan masalah akidah sampai sistempolitik, ekonomi, sosial, hankam, peradilan, pemerintahan, dan akhlak. Islam bukan sekadar ajaran teori yang mustahil  dibumikan. Dan metode Islam dalam menerapkan seluruh syariat telah baku. Garansi kemaslahatan penerapan Islam langsung  dari Allah RabSemesta Alam. Meragukan syariat bias menghantarkan pada kecacatan iman seorang Muslim.

Menurut Islam, kebutuhan   kehalalan   takboleh membebani rakyat. Sebab menyediakan jaminan halal adalah bagian dari  tanggungjawab negara sebagai pelayanan urusan rakyat.“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung  jawab atas  pengurusanrakyatnya.” (HR al-Bukhari).


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.