Menggiatkan Muslim Wave sebagai Panutan

Hot News

Hotline

Menggiatkan Muslim Wave sebagai Panutan

 

Penulis : Enny Prima Putri

Setelah beberapa puluh tahun dunia hiburan baik itu musik, drama, film dan makanan yang berasal dari Amerika yang menjadi pusat segala hal yang digemari dan ditiru banyak negara termasuk Indonesia maka sejak tahun 2000an pusat arus itu berubah arah ke Korea. Gegap gempitanya aneka hiburan dan gaya hidup dari Korea ini membawa banyak orang terbius dan terbawa arus gelombang Korea atau yang lebih dikenal sebagai Korean Wave atau bahasa lainnya disebut Hallyu Perjuangan pemerintah Korea untuk menambah pemasukan negaranya dari sektor hiburan ini bukan sebentar tapi sudah dimulai sejak tahun 1990an, dengan melibatkan banyak pengusaha usaha ini tak sia-sia karena dalam waktu yang tak lama Korean Wave ini sukses merubah arah pandang dunia termasuk Indonesia ke arah Korea Selatan.

Tingginya minat kaum muda Indonesia terhadap hiburan dari Korea ini pun membuat wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin, di hari Ahad, tanggal 20 September 2020 lalu pada acara peringatan 100 tahun kedatangan Warga Korea ke Indonesia melalui video konferensi di Jakarta, menyampaikan Indonesia menggemari tren K-Pop yang digandrungi oleh banyak masyarakat yang sedikit banyak membawa pengaruh budaya Korea ke Indonesia, melalui musik, drama, film, makanan dan mode.

Ditambahkannya pula bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea juga semakin diperkuat pada sektor ekonomi, sosial, dan budaya. Menurutnya, harapan tren budaya Korea dapat meningkatkan kreativitas generasi muda Indonesia dalam mempromosikan budaya Indonesia ke dunia internasional. Dilansir dari berita online portal (https://amp.tirto.id/maruf-amin-harap-tren-k-pop-dorong-kreativitas-anak-muda-indonesia-f4Pr ).

Sebenarnya pernyataan pak Ma'ruf Amin ini tidak salah karena memang fenomena ini yang sedang terjadi saat ini, betapa banyaknya kaum muda Indonesia yang sangat tergila-gila dengan idola dari Korea ini. Namun menjadikan Korea sebagai salah satu panutan keberhasilan dan diharapkan mendorong kreatifitas anak muda Indonesia terlihat menyedihkan terlebih ini diungkapkan oleh seorang Wakil Presiden, dimana di negeri ini ketika banyak anak muda berprestasi dan good looking yang paham agama dikriminalisasi dan dianggap radikal namun di sisi lain anak muda dari negara lain yang lebih berpotensi merusak malah dijadikan contoh.

Padahal ketika membahas tentang Korean Wave yang dibungkus melalui K-Pop dan Drama Koreanya kita juga tahu dengan pasti bahwasannya Korean Wave berasal dari peradaban di luar Islam. Dimana di setiap konten-kontennya sering kali memperkenalkan gaya hidup sekuler dan liberal. Gaya hidupnya yang selalu menggaungkan kebebasan baik dari cara berpakaian, cara bersikap, cara pergaulannya tanpa batasan, tidak memperhatikan cara makan dan minum oleh aturan agama.

Dilihat dari gemerlapnya gaya hidup dan penampilan para idola ini di dapat info bahwa menurut WHO, angka bunuh diri di Korea Selatan merupakan salah satu yang tertinggi. Korea Selatan berada di peringkat 10, dan pada 2012 bunuh diri merupakan penyumbang kematian tertinggi keempat di Korea Selatan. Di balik romantisme, keceriaan, dan paras menawan para artisnya, dunia entertainment Korea Selatan ternyata menyimpan banyak sisi kelam.

Hebatnya Kaum Muda Muslim

Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengenalkan kaum muda kita bahwa kita punya banyak sosok yang bisa dijadikan inspirasi dan majunya kreativitas mereka. Tak banyak diketahui bahwa sejak abad ke-6 sampai abad ke-12, Islam telah melahirkan pemuda-pemuda yang memiliki kecerdasan serta iman dan ketakwaan yang membuat Islam menjadi negara adidaya di masa kegemilangannya. Belum lagi ilmuwan-ilmuwan muslim yang penemuannya menjadi cikal-bakal kemajuan peradaban modern. Salah satunya adalah Muhammad Al-Fatih yang berhasil mengguncang Eropa di era Romawi dengan menaklukkan Konstantinopel yang dipandang sebagai salah satu kota paling penting di dunia saat itu, di usianya yang masih muda yakni 21 tahun untuk mewujudkan bisyarah Rasulullah yang berbunyi :

“Sesungguhnya Konstantinopel itu pasti akan dibuka (ditaklukan). Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinya, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya.”(HR Bukhari).

Muhammad Al-Fatih terlahir dengan nama Mehmed II yang mendapatkan gelar Al-Fatih (sang penakluk) setelah menaklukan Konstantinopel yang sebelumnya telah diangkat menjadi Sultan diusia 17 tahun. Ia juga berhasil menghafal Al-Qur'an sebelum masuk masa baligh. Bukan hanya itu, ia juga menguasai 7 bahasa yaitu Yunani, Serbia, Turki, Parsi, dan Ibrani.

Dan tentu saja satu sosok mulia hingga akhir zaman yang amat sangat perlu dijadikan contoh dan inspirasi adalah Rasul kita Muhammad SAW. Allah telah mengutus Rasulullah untuk memberikan keteladanan yang paripurna. Pribadi Rasulullah seluruhnya adalah kebaikan untuk semua bidang kehidupan. Mulai dari ibadah, akhlak, pergaulan hingga pemerintahan yang dijalaninya penuh dengan kebaikan sesuai dengan fitrah manusia. Sudah seharusnya generasi muslim meneladani Rasulullah saw sebagai satu-satunya contoh kebaikan dalam kehidupan. Allah SWT berfirman: "Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi siapa saja yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Akhir dan dia banyak mengingat Allah" (TQS al-Ahzab [33]: 21). Rasulullah adalah satu-satunya insan yang berhasil membangun peradaban manusia yang mulia, sosok yang maksum. Masa depan generasi akan rusak dan krisis apabila teladannya diluar standar lslam bukan dari Allah swt dan Rasulullah saw.

Tantangan dan Solusi

Namun seperti kita ketahui pula bahwa permasalahan yang menimpa generasi muda sekarang amat banyak kita alami namun tetap tak kunjung ada solusi. Sistem sekulerisme liberalisme ketika memimpin selalu menggaungkan kebebasan dalam berperilaku. Dengan itu, generasi terancam tidak mengenal syariat Islam secara utuh, tidak mau diatur oleh aturan agamanya. Sepatutnyalah generasi muslim didorong kuasai dan promosikan ajaran Islam, mengkampanyekannya menjadi gaya hidup yang bisa menampilkan Muslim Wave.

Ingat kembali dengan identitas kita sebagai muslim. Sudah seharusnya bagi kita untuk menjadikan Islam sebagai gaya hidup, cara pandang, landasan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Sudah seharusnya pula kita yang menjadi duta Islam. Menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin ke seluruh dunia. Islam adalah sistem yang benar, karena ia sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal dan menentramkan hati. Dan Allah sudah mendesain manusia untuk cenderung pada kebenaran, cenderung pada Islam. Jadi, tak perlulah kita cari panutan lain selain Rasulullah, para sahabat yang dijamin surga dan orang-orang beriman setelahnya. Tak perlu pula kita mencari life style lain selain islam yang datang dari Rabb semesta alam.

Bila ingin negara maju baik dalam segi perekonomianmaka Islam dengan sistem ekonominya mengatur banyak kas pemasukan negara. Tak perlu cemas kekurangan dana dalam menjalankan negara. Bahkan, pada masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz yang wilayah negaranya sudah sampai ke tanduk Afrika, tak ada satu pun rakyatnya yang berhak mendapatkan zakat. Semua rakyatnya jadi pembayar zakat. Masyaallah. "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS: Al-A’raf [7]: 96. Maka solusi masalah bangsa hanya bisa diselesaikan dengan kepemimpinan yang benar. Kepemimpinan Islam yang tunggal dengannya bisa menerapkan syariat Islam secara totalitas dan memberikan sanksi hukum bagi yang menyimpang dari ajaran Islam

Wallahu'alam bishawab


Editor : Khairun Nisa Panggabean

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.